Hasil MKR (Musabaqah Khot Riq’ah) Asean 2021

Kamis, 16 Desember 2021 adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta MKR (Musabaqah Khat Riq’ah) tingkat ASEAN dalam rangka Harlah Asrama Sunan Ampel yang ke-32 Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar jombang. Antusiasme peserta sejak diumukannya lomba ini sangat tinggi. Total peserta yang mendaftar sebanyak 118 pendaftar dari beberapa negara se-asia tenggara dengan jumlah karya yang diterima panitia hingga akhir waktu penyerahan sebanyak 58 karya.

Proses penjurian dilaksanakan pada hari senin 13 Desember 2021, pukul 17:20 sampai dengan pukul 20:10 bertempat di auditorium KH. Bisri Syansuri Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang.

Dewan juri yang menilai karya perlobaan ini terdiri dari Al-Ustadz Muhammad Nur, musyrif pada Markaz Darussalam Lii Khat Arabiy, Pondok modern Gontor sekaligus penerima sertifikat kaligrafer dari IRCICA. Al-Ustadz Nafang Permadi pemenang lomba Khat Riq’ah Nasional Dies Maulidyah IQMA 2017 dan 2018, juga peraih juara 1 khat diwani dan juara 2 khat diwani jaly IRCICA 2019, serta Al-Ustadz Bagus Adi Prayogo sebagai juara 1 IRCICA Regional Competition of Callighraphy in South East Asia Singapure cabang khat riq’ah tahun 2018 dan juara 2 pertandingan kaligrafi Islam (khat) Nusantara Sabah Malaysia cabang khat diwani jaly, 2021.

Continue Reading

Munaqasyah Ijazah Ahaly Hamidi; Menjaga Kualitas Tulisan, Keilmuan dan Persaudaraan

Ahad, 12 Desember 2021, keluarga besar Ahaly Hamidi mengadakan munaqasyah ijazah kaligrafi, yang dilaksanakan di Sekolah Kaligrafi Al-Qur’an (SAKAL), Denanyar, Jombang. Kegiatan munaqasyah atau ujian ini merupakan upaya untuk menjaga kualitas tulisan dan keilmuan calon khattat, yang juga merupakan bagian dari program kerja pengurus Ahaly Hamidi devisi Pendidikan. Seharusnya kegiatan ini merupakan proker enam bulan sekali (tiap semester), menjadi tertunda selama dua tahun akibat pandemi COVID-19, sehingga baru bisa diselenggarakan untuk kali kedua.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 16.30 WIB. Diawali dengan pembukaan, sambutan ketua pengurus Ahaly Hamidi, ketua panitia pelaksana, juga Guru Besar kaligrafi Manhaj Hamidi, Syaikh Belaid Hamidi, secara virtual via zoom, yang ditampilkan menggunakan proyektor di ruang penyelenggaraan. Beliau menyampaikan:

“Bahwa dalam manhaj hamidi, setiap murid yang telah menyelesaikan jenis khat tertentu, selalu diakhiri dengan penulisan ijazah. Proses ini akan menjadikan para murid kuat secara keilmuan dan dapat meneruskan pelajaran kepada khat berikutnya serta mengajarkan kepada yang lain dari apa jenis khat yang sudah dipelajari”

Continue Reading

Ahaly Hamidi Borong Juara Lomba Kaligrafi Maghribi Internasional di Kanada

Montreal- Delapan kaligrafer, tujuh asal Indonesia dan satu dari Malaysia yang tergabung pada komunitas Ahaly Hamidi, ditetapkan sebagai juara dalam lomba kaligrafi Maghribi tingkat internasional oleh penyelenggara lomba, Centre Culturel Marocain Dar Al Maghribi Montreal Kanada, Sabtu (30/10/2021).

Dalam lomba kaligrafi Maghribi pertama kali yang diselenggarakan oleh Centre Culturel Morocain Dar Al-Maghribi, para pemenang berhasil memperoleh total nilai yang sangat memuaskan, 190 untuk dua orang peraih juara 1, 185 untuk dua orang juara 2 dan 180 untuk dua orang juara 3 serta 175 dan 170 untuk juara 4. Keputusan tersebut diambil setelah Setelah dinilai oleh dewan juri yaitu, Ustadz Belaid Hamidi dan Ustadzah Nouria Riyadi, keduanya berasal Maroko.

Ahmad Jimly Ashari, peraih juara satu dalam lomba ini mengatakan bahwa lomba kaligrafi maghribi yang dilaksanakan pertama kali oleh Dar Al-Maghrib di Montreal Kanada ini dilakukan dengan cara mengirimkan karya asli melalui jasa pengiriman internasional kepada panitia penyelenggara di Kanada, sejak bulan Mei yang lalu. Selanjutnya karya yang telah dikirim dari peserta dinilai langsung oleh dewan juri yang telah ditetapkan penyelenggara.

Continue Reading

Launching Lomba IRCICA ke-12 Atas Nama Mustafa Raqim

Kabar gembira untuk semua pegiat kaligrafi dunia bahwa Research Centre for Islamic History, Art and Culture (IRCICA) kembali mengadakan lomba kaligrafi Internasional yang telah rutin diadakan selama tiga tahun sekali sejak tahun 1986. Tahun ini merupakan perlombaan yang ke dua belas dengan mengambil nama khattat Mushtafa Raqim sebagai thema lomba. Tujuan diadakannya perlombaan ini adalah untuk menghidupkan kembali spirit seni Islam klasik dan juga untuk memberikan semangat kepada para kaligrafer untuk berkarya dengan berpacu pada kaidah khat yang telah ditetapkan.

Selain itu, perlombaan ini juga sebagai ajang silaturahmi dan untuk saling berbagi pengalaman antar pegiat kaligrafi. Untuk itu, Research Centre for Islamic History, Art and Culture (IRCICA) mengundang kepada seluruh seniman kaligrafer untuk ikut serta memeriahkan ajang yang bergengsi ini. Total hadiah yang disediakan oleh Panitia lomba sebesar $186.000 dengan rincian sebagaimana ada dalam website resmi IRCICA.

Selain itu, juga akan diberikan juara apresiasi kepada 30 peserta, masing-masing akan menerima hadiah sebesar $1.000.
Dewan hakim yang akan menilai karya peserta terdiri dari:
1. Prof. Dr. Mahmud A Erol Kilic, Direktur IRCICA
2. Abdulridha Baheya Dawood, Prof. Dr., Master of calligraphy, Iraq
3. Belaid Hamidi, Master Kaligrafi, Morocco
4. Davut Bektaş, Master Kaligrafi, Turkey
5. Fuat Başar, Master Kaligrafi, Turkey
6. Mehmed Özçay, Master Kaligrafi, Turkey
7. M. Jalil Rasouli, Master Kaligrafi, Iran
8. Mosaad Mostafa M. Khodeir, Master Kaligrafi, Mesir
9. Ubeyde Albanki, Master Kaligrafi, Syria

Sementara Dewan kehormatan pada perlombaan ini adalah:
1. Ahmed Ziya İbrahim, Master Kaligrafi, Saudi Arabia
2. Hasan Çelebi, Master Kaligrafi, Turkey
3. Dr. Mohammed Cherifi, Master Kaligrafi, Algeria
4. Prof. Dr. Muhittin Serin, Master Kaligrafi, Turkey
5. Prof. Mustafa Uğur Derman, Pakar Kaligrafi, Turkey
Adapun cabang lomba yang akan dilombakan adalah Tsuluts Jaly, Tsuluts, Naskhi, Muhaqqaq, Tsuluts-Naskhi, Ta’liq Jaly, Taliq, Diwani Jaly, Diwani dan Kufi.

Beberapa tanggal penting yang perlu dicatat adalah:
1. Pengumuman perlombaan : Juni 2021
2. Registrasi terakhir : 31 Desember 2021
3. Pengumpulan karya terakhir : 20 Maret 2022
4. Pengumuman Lomba : Mei 2022

Karya yang sudah siap dapat dikirim ke alamat sekretariat IRCICA sebagai berikut:

Said KASIMOĞLU
Research Centre for Islamic History, Art and Culture (IRCICA) Alemdar Cad., Bâbıâli girişi, no: 15, Cağaloğlu, Fatih-Istanbul / Türkiye
Phone: +90 212 402 00 00 (401) calligraphy@ircica.org www.ircica.org

Untuk informasi terkait dengan naskah lomba dan lainnya anda dapat mendownload booklet yang telah disiapkan oleh panitia (link booklet) atau kunjungi alamat web berikut iniberikut ini

Kami dari keluarga Ahaly Hamidi mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh peserta kaligrafi yang akan mengikuti perlombaan ini, semoga momen ini dapat menjadi sarana untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman diantara para kaligrafi. (hamidionline.yasir)

Continue Reading

Ahaly Hamidi Dominasi Juara Musabaqah Ramadhaniyah Arabesque Dubai

Kabar gembira datang dari akun instagram yang dikelola oleh Gallery Arabesque Art Est. Dubai (Arabic Callighraphy, Islamic Art and Art exbitions) dengan nama akun @galleryarabesque dan @ayaatcontest. Gallery Arabesque telah mengumumkan hasil pemenang kontes dari lomba menulis kaligrafi elektronik dengan gaya klasik dan modern selama bulan Ramadhan 1442. Semarak lomba yang bertajuk “Ayaat Musabaqah Arabesque Ramadan Contest 2021-1442” merupakan bentuk suka cita dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang lalu ditengah merebaknya virus Covid-19.

Para peserta bebas mengekpresikan ide kreatifnya berupa karya elektronik dengan bermacam bentuk variasi gaya kaligrafi. Karya yang dihasilkan oleh peserta kemudian diunggah melalui akun instagram masing-masing dengan memberikan hastag @ayaatContest. Karya tersebut merujuk kepada teks yang telah disiapkan oleh panitia yang diposting setiap harinya selama 30 hari dibulan suci Ramadhan. Ayat yang dipilih merupakan potongan ayat yang diambilkan dari kitab suci Al-Qur’an.

Berdasarkan data yang disampaikan oleh panitia, peserta yang mengikuti perlombaan ini sebanyak 68 seniman dari 18 negara diberbagai belahan dunia dengan total hadiah 10.000 AED (Dirham Uni Emirat Arab) dengan hasil karya yang berhasil masuk ke akun instagram panitia sebanyak 1025 karya.

Dalam kesempatan kontes ini, dewan juri yang berkenan untuk menilai hasil karya peserta kontes adalah Ustadz. Zeki Al-Hasyimi (@zaki.alhashimi), Ustadz Abdul al-Nashr al-Mishri (@abdulnaser.masri), Ustadzah. Narjes Noureddine (@narjesnoureddine), dan Ustadz. Bassem Zbeeb (@galleryarabesque). Dari sekian peserta yang mengikuti kontes, terpilih 9 peserta yang berhasil lolos untuk mendapatkan nominasi. Hasil keputusan peniliain juri adalah sebagai berikut:

No Nama Asal Negara Skor Nominasi Akun Instagram
1 Babak Hijazi Iran 87% Juara 1 @babak_hejazi
2 Afanah Zohier Jordan 83% Juara 2 @afanahzohier
3 Nur Hayatee Wado Thailand 83% Juara 2 @nurhayatee.wado
4 Ashraf Heera Pakistan 80% Juara 3 @ashrafheera
5 Muhammad Nur Indonesia 80% Juara 3 @emnoer_nur
6 Nihan Hanina Indonesia 75% Juara Apresiasi @nihanina48
7 Zainul Mujib Indonesia 75% Juara Apresiasi @zainul_mujib
8 Yasir Amrullah Indonesia 75% Juara Apresiasi @yasiramrullah24
9 Qaqa Abbas India 75% Juara Apresiasi @qaqaabbas

 

Dominasi Asia Tenggara

Berdasarkan data nominasi diatas, 5 peserta dari 9 nominasi merupakan perwakilan dari komunitas Kaligrafi Ahaly Hamidi, mereka adalah: Ustadzah. Nur Hayatee Wado (Thailand), Ustadz. Muhammad Nur, Ustadzah.Nihan Hanina, Ustadz. Zainul Mujib, Ustadz. Yasir Amrullah yang merupakan dari negara Indonesia.

Untuk melihat lebih detail tentang teks perlombaan dan karya para pemenang, anda dapat mengunjungi laman instagram dengan akun @galleryarabesque dan @ayaatcontest, seluruh hasil karya dapat dinikmati pada akun feed tersebut yang telah disajikan oleh panitia secara lengkap.

Segenap keluarga besar Ahaly Hamidi mengucapkan selamat dan sukses atas nominasi yang diraih oleh para pemenang. Semoga dengan adanya kontes ini, memberikan semangat dalam rangka menulis ayat-ayat suci Al-Quran. Aamiin. (hamidionline.yasir)

Continue Reading

Rahasia Arah Jarum Jam dan Metode Menulis Huruf Arab

Berharganya keberadaan jam sebagai penunjuk waktu menginspirasi kota-kota besar di dunia dengan menjadikan jam ukuran raksasa sebagai landmark, seperti Big Ben di London, Makkah Royal Clock Tower di Makkah dan Jam Gadang di Bukittinggi. Terlepas dari sejarahnya masing-masing, tulisan ini akan membahas sisi lain manfaat jam selain sebagai penunjuk waktu. Tentang arah perputaran jarum jam yang lebih banyak dijadikan patokan dalam kehidupan.

Sebelum membahas lebih jauh, penulis akan menceritakan inspirasi lahirnya tulisan ini. Bermula saat penulis bertemu dengan kawan-kawan pegiat kaligrafi arab dalam sebuah pelatihan Daurah Tahsin Kitabah yang diselenggarakan oleh PP. Darul Qur’an, Tangerang, Ramadhan dua tahun yang lalu (2019). Guru kami, Syaikh Belaid Hamidi melontarkan pertanyaan dalam sebuah sesi, tentang mengapa menulis arab dengan baik dirasa sulit? Kami diam, selain menunggu jawaban beliau, kami sendiri tidak dapat menjawab dengan detail, karena kesulitan menulis itu datang dengan sendirinya tanpa sempat kami menganalisa apa penyebabnya. Tidak berhenti di situ, beliau lanjut bertanya tentang dari mana asal-usul huruf, bagaimana gerakan menulis yang baik agar menghasilkan goresan huruf yang ideal, bagaimana pena diarahkan dalam menulis dan lain sebagainya. Kami masih bergeming.

Akhirnya beliau menjelaskan metode menulis arab yang terinspirasi dari arah perputaran jarum jam. Secara umum, kita mengenal dua istilah dalam perputaran jarum jam, yaitu searah jarum jam (clockwise) dan berlawanan arah jarum jam (counterclockwise). Dengan mengadopsi perputaran arah jarum jam tersebut, metode ini mengklasifikasikan huruf berdasarkan arah penulisannya: (1) kelompok huruf yang penulisannya searah jarum jam; (2) kelompok huruf berlawanan arah jarum jam; (3) kelompok huruf vertikal, yang ditulis dari atas dibawah.

Kelompok pertama, huruf yang penulisannya searah dengan jarum jam. Dari atas kanan, ke bawah lalu ke kiri. Terdiri dari huruf: د ر، و، ب، ه، ف، ن، ق، س، ص . Kelompok kedua, huruf-huruf yang ditulis berlawanan dengan arah jarum jam, atau ditulis dari kiri ke kanan, terdiri dari tiga huruf: ج ع، ى . Sementara kelompok ketiga, huruf yang ditulis selain dengan arah jarum jam, melainkan secara vertikal dari atas ke bawah. Terdiri dari huruf-huruf berikut: ا، ك، ل، م، ط، لا.

Arah jarum jam menjadi inpirasi bagi guru kami Syaikh Belaid Hamidi  dalam melahirkan metode ini, yang kemudian dikenal dengan “al-thariqah al-Hamidiyah fi tahsin al-kitabah al-i’tiyadiyah”. Ciri khas metode ini adalah mengajarkan menulis huruf arab tidak berdasarkan urutan huruf hijaiyyah sebagaimana pada umumnya, dari alif ke ya’. Namun, berdasarkan kelompok huruf yang cara menulisnya sejenis, searah jarum jam, berlawanan dengan jarum jam, juga vertikal. Metode ini membuat pemahaman dalam menulis huruf arab menjadi lebih mudah karena dikelompokkan berdasarkan karakteristik kepenulisannya.

Continue Reading

Inilah Hasil Lomba Kaligrafi Internasional Fujairah, UAE

Fujairah Fine Arts Academy resmi mengumumkan hasil lomba kaligrafi internasional yang diselenggarakan atas dukungan dari yang mulia syekh Muhammad bin Hamad bin Ahmad asy-Syarqiy, gubernur Fujairah sekaligus ketua dewan majelis akademi. Lomba kali ini diikuti oleh 114 peserta yang berasal dari 26 negara.

Setelah melalui proses penilaian oleh tiga orang juri dari kaligrafer profesional, maka lomba dengan mengirim karya ini menghasilkan 3 pemenang utama ditambah dengan 8 pemenang lain sebagai apresiasi.

Direktur utama Fujairah Fine Arts Academy, Ali Ubaid al-Hafiti menegaskan posisi pentingnya lomba ini. Salah satunya adalah untuk menngali potensi para kaligrafer berbakat dan memotivasi mereka untuk berkreasi menghasilkan karya yang unggul dan mumpuni. Beliau juga menjelaskan bahwa beberapa karya yang masuk ke dalam penjurian memiliki kualitas seni yang bagus, baik dari segi kaidah khot maupun kreativitas dalam membuat susunan huruf dilihat dari sudut bangunan seni rupa. “Pelaksanaan lomba ini memberikan kesempatan luas kepada para kaligrafer untuk tampil di atas panggung akademik. Dengan lomba ini, para kaligrafer menampilkan karyanya terbaiknya, serta membuka peluang untuk berinteraksi dengan penyelenggara lomba yang terhitung salah satu pengusung lomba khot terkemuka saat ini.” Demikian pungkasnya.

Di samping itu, Ali Ubaid juga mengucapkan terimakasih setinggi-tingginya kepada gubernur Fujairah, Syaikh Muhammad bin Hamd bin Muhamamd Al Syarqi, atas arahan dan dukungannya yang tiada henti demi suksesnya agenda-agenda di Fujairah Fine Arts Academy.

Dalam lomba tersebut, keluar sebagai juara pertama, kaligrafer Ali Mamduh dari Mesir, sementara di urutan kedua kaligrafer Irak, Karzan Abu Bakr, dan di urutan ketiga adalah kaligrafer Ahmad Al Hawari dari Mesir, di tambah delapan hadiah penghargaan kepada kaligrafer lainnya.

Selamat kepada semua pemenang, khususnya kaligrafer Indonesia. Semoga pada kesempatan berikutnya kaligafer kita semakin berprestasi. Amin. [muhd nur/hamidionline.net]

Sumber: <https://www.instagram.com/p/CLHT-cVsZNi/?igshid=baa5a73vs354>

Continue Reading