Perlombaan kaligrafi bergengsi ini adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh pengelola Masjid Raya Al-Kufah, provinsi Najaf, Iraq. Pada tahun 2023 lalu merupakan penyelenggaraan yang ke-13. Sebagaimana sebelum-sebelumnya, perlombaan ini bertujuan untuk menyemarakkan dan merayakan hari Khat yang diperingati pada bulan Rajab.

Terdapat 6 Jenis khat yang dilombakan, yaitu:
1. Khat Kufi Muwarraq
2. Khat Thuluth
3. Khat Nasakh
4. Khat Diwani
5. Khat Nasta’liq
6. Khat Riq’ah

Adapun dewan juri yang dipilih panitia untuk menilai karya peserta sebanyak 6 orang, yaitu: Ustaz Nabil Husain al-Ma’mury, Ustaz Wastiq al-Hasani al-Abidy, Ustaz Adnan al-Qazzaz, Ustaz Mahfudz Dzannun, dan Ustaz Abbad abu Majdad serta Ustaz Mahfudz Jawwad Zadah.

Berdasarkan hasil penilaian, sebanyak 16 peserta asal Indonesia menyabet juara dalam berbagai kategori. Diantaranya ialah cabang khat Kufi Muwarraq, khat Naskhi, khat Riq’ah, dan khat Diwani.

Kategori khat Kufi muwarraq, atas nama Ahmad Yasir Amrullah menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang mendapat juara. Yakni peringkat harapan ketiga, berjejer di antara pemenang lain yang berasal dari negara Irak, Iran dan Oman.

Sementara pada kategori khat Naskhi, Puma Lorensky dan Miftahul Huda menduduki posisi harapan pertama dan ketiga, bersama dengan pemenang lain dari negara Irak dan Yordania.

2 cabang lainnya, yaitu khat Riq’ah dan Diwani, peserta Indonesia juga tidak lepas menjadi juara. Menariknya, pada dua kategori khat ini hampir dari keseluruhan pemenang dibabat habis oleh peserta Indonesia.

Pada kategori Khat Riq’ah, juara 1, 2, dan 3 disapu bersih oleh khattath terbaik bangsa, yaitu Ikhsanuddin, Yusuf Elang Samudra, dan Nafang Parmadi. Disusul dengan juara harapan 2 dan 3 oleh Ahmad Haika Nabil dan Ahmad Maghfuri Nabil al-Wara. Tidak sebatas itu saja, masih ada lagi 2 juara Motivasi, masing masing diwakili oleh Nailul Muna dan Dandy Prayogo Firmansyah. Pemenang lainnya berasal dari Mesir dan Syuria.

Tidak jauh beda dengan kategori khat Riq’ah, berturut-turut yang meraih juara khat Diwani 1, 2 dan 3 juga disapu bersih oleh putra putri Indonesia, yaitu: Ahmad Yasir Amrulloh, Bukhori Ibnu Athoillah, dan Lathifah Hasibuan. Juara harapan ke 2 dan ke 3 diraih oleh Muhammad Muallimin dan Masrur Musthafa Wahyuddin. Juga terdapat peserta lain yang meraih juara kategori motivasi pada khat Diwani, yaitu Muhammad Hilal dan Muhammad Abdul Ghaffar. Sementara sisa pemenang kategori khat ini berasal dari tuan rumah, Iraq.

Keluarga besar Ahaly Hamidi Indonesia mengucapkan selamat dan sukses kepada putra putri terbaik bangsa yang telah membawa nama harum Indonesia dikacah Internasional melalui pertandingan khat As-Safir Iraq yang ke-13 tahun ini.

Teruslah belajar dan berproses, karena seorang khattath tidak hanya berkarya saat adanya perlombaan.

 

Author

Koordinator Ahaly Hamidy Indonesia. Mujaz pada khot Riq'ah (2015) Diwani-Jaly diwani (2018) Maghribi dan Naskhi (2023) dari ustadz Belaid Hamidi. Mendalami khot Kufi serta pengajar di Kelas Seni Kaligrafi. Beberapa kali mendapat penghargaan pada musabaqah khot baik Nasional, regional ASEAN maupun Internasional.

Leave a Reply