Sebuah Catatan dari The International Cultural Festival of Miniatures and Illuminations 2023

Berikut ini catatan ringan kami saat berkesempatan menjadi peserta pada pameran miniatur atau munamnamat dan seni iluminasi atau zakhrafah di Tlemcen, Alzajair. Kami berangkat dari bandara Internasional Juanda pada 25 Desember 2023 pukul 01.00 WIB, transit satu kali di Jeddah akhirnya kami mendarat di Aljazair tanggal 25 pukul 13.40 waktu setempat. Bersyukur, kami berdua yang terpilih sebagai peserta perwakilan asal Indonesia selamat sampai tujuan.

Sebelum berangkat ke tempat kegiatan berlangsung, kami diperkenankan untuk menginap di KEDUBES RI Aljazair satu malam, keesokannya barulah kami terbang ke Tlemcen. The International Cultural Festival of Miniatures and Illuminations resmi dibuka pada Rabu, 27 Desember 2023  bertempat di gedung Andalusian Studies Centre, kota Tlemcen, Algeria. Acara pembukaan dimulai pukul 19.00 waktu setempat. Sebagaimana kegiatan formal pada umumnya, acara dimulai dengan sambutan gubernur setempat dan ketua panitia.

Pameran kali ini merupakan penyelenggaraan ke-13 yang diadakan setiap tahun sejak 2011. Kali ini, terdapat kurang lebih 70 seniman baik dari dalam maupun luar negeri, diantaranya Turki, Tunisia, Mesir, Irak, Iran, Indonesia, Yaman, dan Usbekistan. Adapun tema yang diusung di tahun ini adalah جمالية الجوهر الفني هوية والابداع (Estetika hakikat seni, identitas dan kreativitas).

Kegiatan pameran berlangsung selama tiga hari.  Setelah pembukaan, atau hari kedua penyelenggaraan kegiatan, diisi dengan seminar yang dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama tentang zakhrafah diisi oleh Laila Burkhoni dari Iran. Beliau menekankan prinsip nizdom ‘diqqoh’ dan ‘riqqoh’ dalam zakhrafah. Beliau dikenal sebagai seniman zakhrafah bergaya modern yang sangat inovatif, yang memiliki ciri khas background hitam dengan gaya yang sangat unik.

Sesi kedua disampaikan oleh ustadz Sinan dari Iraq yang membahas tentang sejarah perkembangan zakhrafah pada masa Iraq klasik, yang hingga saat ini dapat dinikmati sebagai hiasan arsitektur pada bangunan-bangunan di Iraq, yakni di dinding, jendela, lantai, dan lain sebagainya. Sedangkan sesi ketiga dan keempat diisi oleh Ustdzah Nadia Qadjal asal Aljazair dan Aiman Faris Abdul Ali dari Mesir, yang menjelaskan lebih jauh tentang bagian bagian dan ciri khas zakhrafah berdasarkan lokalitasnya, yakni Arabi, Turki, dan Persia.

Kegiatan hari ketiga adalah workshop, yang hanya dibagi menjadi 2 sesi, sesi pertama oleh Ustadz Agharimi dari Iran, beliau adalah guru zakhrafah yang sangat terkenal baik di Iran maupun di luar Iran. Beliau memperaktikkan proses pembuatan bunga dan daun khas iran, beliau juga menekankan kunci dalam membuat zakhrafah adalah mengikuti kaidah yang berlaku, barulah dikembangkan sesuai imajinasi para seniman. Menurut beliau, hal yang tidak kalah penting dalam belajar zakhrafah adalah adanya guru, agar bisa memudahkan proses belajar dan lebih terarah.

Sesi kedua diisi oleh seniman miniatur asal tuan rumah sendiri, Aljazair. Beliau adalah Ustadz Kholili, nama beliau sangat familiar di kalangan seniman internasional, beliau memberikan materi workshop tentang tahapan menggambar bunga dalam munamnamat (miniatur) dengan berbagai teknik. Di antaranya adalah tehnik Iran dan teknik Turki.

Hari terakhir kegiatan masih juga berupa workshop oleh dua pemateri. Pertama, Laila Burkhoni dari Iran (pemateri seminar hari pertama) yang menampilkan proses pembuatan zakhrafah dengan gaya modern. Dilanjutkan workshop oleh Sukriddin dari Uzbekistan sekaligus merupakan workshop terakhir tentang cara mewarnai munamnamat. Pada malam harinya acara dilanjutkan dengan pembagian sertifikat kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi. Satu persatu peserta naik ke panggung kehormatan untuk menerima sertifikat.

Selain berupa pameran dan aneka workshop, yang perlu diketahui bahwa kegiatan ini merupakan pameran sekaligus perlombaan. Jadi, karya yang dipamerkan sekaligus dilombakan. Setelah pembagian sertifikat peserta, saat yang ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu pengumuman pemenang perlombaan baik zakhrafah maupun munamnamat.

Khusus pemenang kategori zakhrafah, juara pertama diraih oleh Fatimah Zrai dari Iran, juara kedua diraih oleh tuan rumah, aljazair, bernama Salma. Sedangkan juara ketiga diraih oleh Zainul Mujib dari Indonesia.

Ini adalah kali pertama dalam sejarah kegiatan ini, Indonesia menyabet juara. Sebelumnya, pemenang didominasi oleh negara-negara Arab.

Semoga tulisan yang sedikit ini bisa menginspirasi kita semua untuk terus berkarya.

Ditulis di Jeddah, 31 Desember 2023 oleh M. Syarifuddin, peserta The International Cultural Festival of Miniatures and Illuminations 2023.

Sumber foto: dokumen pribadi dan halaman facebook penyelenggara: https://www.facebook.com/alg.miniatures?mibextid=ZbWKwL