Penganugerahan Kompetisi Internasional Penulisan Mushaf Syarif di Madinah 

Sungguh membanggakan. Koordinator Ahaly Hamidi indonesia, al-Ustadz Yasir Amrullah, termasuk ke dalam salah satu kaligrafer yang mendapatkan penganugerahan dalam kompetisi internasional penulisan mushaf di Madinah.

Acara tersebut diselenggarakan oleh percetakan mushaf terbesar di dunia, yaitu Mujamma’ Malik Fahd di kota madinah sebagai pelaksana teknis yang ditunjuk oleh Kementerian Urusan Islam dan Dakwah Saudi Arabia bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat.

Di antara tujuan kompetisi ini adalah untuk mengapresiasi para penulis mushaf dari berbagai penjuru dunia sekaligus sebagai ajang bertukar pengalaman serta wawasan dalam penulisan mushaf yang tentunya sangat beragam.

 

Continue Reading

Mengenal Istilah al-Aqlam as-Sittah

Sheila Blair dalam bukunya Islamic Calligraphy (2006) menerangkan perkembangan khot dari segi sejarah dengan lugas dan jelas. Bukunya tersebut menegaskan eksistensi tulisan Arab. Kemudian khot berkembang seiring dengan adanya penulisan mushaf dengan jenis khot yang sesuai. Dalam bukunya tersebut, Sheila mengatakan jenis khot yang awal muncul adalah khot Hijazi, lantas khot Kufi Qadim yang berkembang pada akhir masa Daulah Umawiyyah dan awal pemerintahan Daulah Abbasiyah di Baghdad.

Dari Kufi Qadim inilah, jenis khat kemudian berkembang lagi dalam bentuk yang lebih lentur dan mempunyai kaidah di tangan Ibnu Muqlah. Masa ini berlangsung dari abad ke-4 hingga abad ke-8 Hijriyah. Hal ini bisa terlacak pada karya-karya Ibnu Muqlah (w. 328 H) kemudian karya-karya Ibnu Bawwab (w. 413) hingga kemudian berakhir pada masa Yaqut al-Mu’tashimi (w. 696). Pada rentang masa inilah terbentuk jenis-jenis khot yang dikenal dengan nama al-Aqlam as-Sittah.

Continue Reading

Link Lomba Kaligrafi Internasional Beserta Deadline Pengumpulan.

Dalam mempelajari khot, lomba merupakan salah satu sarana yang efektif untuk menguji kekuatan huruf serta tarkib yang telah dipelajari selama pelajaran. Pada kurun satu tahun, setidaknya ada empat lomba atau lebih yang diselenggarakan dalam skala ASEAN maupun internasional. Hal tersebut dikarenakan tidak semua lomba diadakan setiap tahun. Beberapa lomba ada yang diadakan setiap dua tahun sekali, bahkan lomba IRCICA misalnya, diadakan setiap tiga tahun sekali.

Fujairah International Arabic Calligraphy Competition (3rd Edition).

Pada paruh akhir tahun 2023 ini, terdapat 3 lomba yang bisa Anda ikuti. Untuk lomba paling dekat adalah Fujairah 3rd International Arabic Calligraphy Competition yang diadakan oleh Fujairah Fine Arts Academy di Fujairah, United Arab Emirates. Link ketentuan lomba bisa Anda akses di sini. Lomba ini mengharuskan peserta mendaftar secara online. Link pendaftaran ada di sini. Jangan lupa siapkan file dari identitas Anda (passport atau KTP) juga pass foto diri dalam bentuk gambar (.jpg). Karena Anda akan diminta untuk mengupload dua file tersebut.

Continue Reading

Sejarah Khot: Athlas Al-Khot Wa Al-Khututh, Habibullah Fadhaili

Mengetahui sesuatu yang kita tekuni sampai ke akarnya tentu memuaskan. Bahkan jika perlu menelisik jauh sampai tidak lagi menemukan jawaban. Termasuk jawaban dari awal munculnya jenis-jenis khot yang sekarang kita kenal. Kapan sebenarnya jenis-jenis khot seperti yang kita kenal sekarang itu ada? Apa saja faktor yang mempengaruhi seorang kaligrafer menuangkan ide kreatifnya hingga melahirkan ‘bentuk baru’ dari huruf-huruf yang sebelumnya sudah pakem?

Jika Anda termasuk orang yang penasaran dengan hal-hal tersebut, juga ingin mengetahui lebih dalam perkembangan masing-masing jenis khot (style), orang-orang besar yang telah berjasa mengokohkan bentuk khot tersebut hingga bisa kita nikmati saat ini, juga kedudukan jenis khot tertentu di antara banyaknya jenis-jenis lainnya, maka buku ini wajib Anda koleksi.

Buku yang kita resensi kali ini adalah karangan Habibullah Fadhaili ini. Buku yang dialih bahasakan oleh Muhammad Altunji ini diberi judul “Athlasu al-Khat wa al-Khututh”. Memuat setidaknya delapan bab penting, yang masing-masing bab menerangkan satu jenis khot tertentu.

Continue Reading

Takrim Faizat NCC ke-3, Unida Gontor

Mantingan- Tepat pada hari Jum’at 21 Januari 2022, National Calligraphy Competition (NCC) ke-3 resmi ditutup dengan diumumkannya pemenang pada dua kategori yang dilombakan. NCC dimulai dengan dibukanya pendaftaran pada pertengahan bulan November 2021, dan ditutup  pada 14 Januari 2022 yang lalu. Sebagaimana pelaksanaan NCC pada tahun-tahun sebelumnya, NCC ke-3 yang diselenggaakan tahun ini dilaksanakan dengan cara pengiriman karya.

Total jumlah karya yang diterima oleh panitia sebanyak 52 karya. 37 pada khot riq’ah dan 16 pada khot diwani. Penjurian dilaksanakan pada hari Jum’at 14 Januari 2021, dimulai pada pukul 09:30 hingga pukul 15:00 WIB. Banyaknya karya yang masuk dengan kualitas tulisan yang bagus, memaksa dewan juri untuk berdikusi ketat dalam menentukan pemenang. Hal ini sekaligus menunjukkan meningkatnya kualitas karya dari para peserta NCC dari tahun ke tahun.

Continue Reading

Hasil MKR (Musabaqah Khot Riq’ah) Asean 2021

Kamis, 16 Desember 2021 adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta MKR (Musabaqah Khat Riq’ah) tingkat ASEAN dalam rangka Harlah Asrama Sunan Ampel yang ke-32 Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar jombang. Antusiasme peserta sejak diumukannya lomba ini sangat tinggi. Total peserta yang mendaftar sebanyak 118 pendaftar dari beberapa negara se-asia tenggara dengan jumlah karya yang diterima panitia hingga akhir waktu penyerahan sebanyak 58 karya.

Proses penjurian dilaksanakan pada hari senin 13 Desember 2021, pukul 17:20 sampai dengan pukul 20:10 bertempat di auditorium KH. Bisri Syansuri Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang.

Dewan juri yang menilai karya perlobaan ini terdiri dari Al-Ustadz Muhammad Nur, musyrif pada Markaz Darussalam Lii Khat Arabiy, Pondok modern Gontor sekaligus penerima sertifikat kaligrafer dari IRCICA. Al-Ustadz Nafang Permadi pemenang lomba Khat Riq’ah Nasional Dies Maulidyah IQMA 2017 dan 2018, juga peraih juara 1 khat diwani dan juara 2 khat diwani jaly IRCICA 2019, serta Al-Ustadz Bagus Adi Prayogo sebagai juara 1 IRCICA Regional Competition of Callighraphy in South East Asia Singapure cabang khat riq’ah tahun 2018 dan juara 2 pertandingan kaligrafi Islam (khat) Nusantara Sabah Malaysia cabang khat diwani jaly, 2021.

Continue Reading

Inilah Hasil Lomba Kaligrafi Internasional Fujairah, UAE

Fujairah Fine Arts Academy resmi mengumumkan hasil lomba kaligrafi internasional yang diselenggarakan atas dukungan dari yang mulia syekh Muhammad bin Hamad bin Ahmad asy-Syarqiy, gubernur Fujairah sekaligus ketua dewan majelis akademi. Lomba kali ini diikuti oleh 114 peserta yang berasal dari 26 negara.

Setelah melalui proses penilaian oleh tiga orang juri dari kaligrafer profesional, maka lomba dengan mengirim karya ini menghasilkan 3 pemenang utama ditambah dengan 8 pemenang lain sebagai apresiasi.

Direktur utama Fujairah Fine Arts Academy, Ali Ubaid al-Hafiti menegaskan posisi pentingnya lomba ini. Salah satunya adalah untuk menngali potensi para kaligrafer berbakat dan memotivasi mereka untuk berkreasi menghasilkan karya yang unggul dan mumpuni. Beliau juga menjelaskan bahwa beberapa karya yang masuk ke dalam penjurian memiliki kualitas seni yang bagus, baik dari segi kaidah khot maupun kreativitas dalam membuat susunan huruf dilihat dari sudut bangunan seni rupa. “Pelaksanaan lomba ini memberikan kesempatan luas kepada para kaligrafer untuk tampil di atas panggung akademik. Dengan lomba ini, para kaligrafer menampilkan karyanya terbaiknya, serta membuka peluang untuk berinteraksi dengan penyelenggara lomba yang terhitung salah satu pengusung lomba khot terkemuka saat ini.” Demikian pungkasnya.

Di samping itu, Ali Ubaid juga mengucapkan terimakasih setinggi-tingginya kepada gubernur Fujairah, Syaikh Muhammad bin Hamd bin Muhamamd Al Syarqi, atas arahan dan dukungannya yang tiada henti demi suksesnya agenda-agenda di Fujairah Fine Arts Academy.

Dalam lomba tersebut, keluar sebagai juara pertama, kaligrafer Ali Mamduh dari Mesir, sementara di urutan kedua kaligrafer Irak, Karzan Abu Bakr, dan di urutan ketiga adalah kaligrafer Ahmad Al Hawari dari Mesir, di tambah delapan hadiah penghargaan kepada kaligrafer lainnya.

Selamat kepada semua pemenang, khususnya kaligrafer Indonesia. Semoga pada kesempatan berikutnya kaligafer kita semakin berprestasi. Amin. [muhd nur/hamidionline.net]

Sumber: <https://www.instagram.com/p/CLHT-cVsZNi/?igshid=baa5a73vs354>

Continue Reading
1 2 3 13