Close Menu
Hamidionline
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    HamidionlineHamidionline
    Subscribe
    • Home
    • Ahaly Hamidi
    • Manhaj Hamidi
      • Pencetus
    • Kaligrafer Dunia
    • Event
    • Artikel
    Hamidionline
    Home»Istilah Kaligrafi»Busholah Huruf Dalam Belajar Kaligrafi
    Istilah Kaligrafi

    Busholah Huruf Dalam Belajar Kaligrafi

    muhd nurBy muhd nurNovember 27, 2016Updated:June 9, 20171 Comment2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    busholah
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

    [dropcap]K[/dropcap]aligrafi jika diibaratkan sebagai sebuah masakan, maka busholah adalah bumbu wajib yang harus ada. Busholah huruf adalah arah kemiringan huruf yang yang konstan dan ajeg. Baik vertikal maupun horizontal. Kemiringan huruf ini juga lazim disebut dengan kompas huruf. Perhatikan contoh di bawah ini. Arah garis dengan tanda panah berwarna merah menunjukkan arah kemiringan huruf yang vertikal.

    vert_compressedBusholah untuk huruf yang berdiri (vertikal) seperti yang dicontohkan di atas tidak tegak lurus melainkan sedikit miring ke kiri. kemiringan ini sebenarnya diambil dari bentuk bola bumi yang sumbu porosnya juga sedikit miring dan tidak tegak lurus. Karena itulah, busholah yang tepat merupakan salah satu bentuk alami dari huruf.

    hori_compressedSebagaimana terdapat pada huruf vertikal, busholah juga terdapat pada huruf yang horizontal. Contoh di atas menjelaskan bagaimana seharusnya huruf  ba’ ditulis.  Huruf ba’ yang ditulis dengan arah horizontal, tidak boleh sejajar dengan garis lurus. Tetapi bagian kiri huruf harus sedikit lebih rendah daripada bagian kanannya. Dengan demikian, huruf akan terlihat sedikit miring ke bawah. Kemiringan sebuah huruf harus lah sama dengan huruf-huruf yang lain. Jika sejajar dan sama, maka kita menemukan busholah yang bagus dalam setiap huruf.

    Pentingnya Busholah Huruf Dalam Kaligrafi

    Tulisan kaligrafi yang indah akan terlihat dari kemiringan huruf yang seirama dan serasi. dengan demikian, ia merupakan salah satu unsur penting dalam sebuah tulisan yang baik. Bahkan dengan melihat tulisan dari sisi ini saja, seseorang sudah bisa dilihat kualitas pemahamannya dan kekuatan tangannya dalam menerapkan kaidah-kaidah kaligrafi. Dalam pengajaran kaligrafi busholah huruf juga sering diungkapkan dengan istilah kesejajaran bagian-bagian huruf, di mana semua bagian huruf yang vertikal sejajar dalam kemiringannya, demikian pula huruf-huruf yang horizontal.

    Tulisan Kaligrafer Muhammad Izzat yang sangat kuat dengan busholah yang konsisten, membuat huruf-huruf dalam tulisan tersebut bergerak, meskipun diam.
    Tulisan Kaligrafer Muhammad Izzat yang sangat kuat dengan kemiringan yang konsisten, membuat huruf-huruf dalam tulisan tersebut bergerak, meskipun diam.

    Tulisan kaligrafi yang indah, bisa menimbulkan sebuah kesan kepada orang yang melihat, bahwa huruf-huruf yang menyusun ayat atau kalimat dalam sebuah karya seolah-olah hidup. Hidup artinya huruf-huruf tersebut tidak statis dan diam. Meskipun kenyataannya huruf-huruf tersebut diam, tetepi terkesan bergerak dan tidak mati. Busholah lah yang menentukan kesan hidup dan matinya sebuah huruf maupun karya.

    Busholah tidak hanya terdapat pada huruf saja, tetapi juga terdapat pada sebuah penulisan kalimat. Bahkan juga perlu diperhatikan ketika menulis sebuah satuan kalimat yang menyusun baris-baris tulisan. Karena di situlah letak keindahan dan ‘hidup’ nya huruf, setelah huruf tadi benar-benar bagus dan metang kaidah penulisannya. Karena itu, mari kita perhatikan kembali busholah kita dalam menulis setoran pelajaran maupun menulis sebuah karya kaligrafi!. [muhd nur/ hamidionline]

    belajar kaligrafi busholah istilah kaligrafi kaligrafi kaligrafi indonesia
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKesan Mereka Tentang Kaligrafer Hamid Aytac
    Next Article Kaligrafer Putri Indonesia di Pameran Sharjah 2016
    muhd nur
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)
    • Instagram

    Memperoleh ijazah di khot diwani, jaly diwani dan nasta'liq (2012), naskhi dan maghribi (2015) dari al-ustadz Belaid Hamidi. Saat ini menetap dan mengajar di PM Darussalam Gontor.

    Related Posts

    Mengenal Istilah al-Aqlam as-Sittah

    September 21, 2023

    Peran Rasulullah Dalam Perkembangan Kaligrafi Islam

    January 30, 2020

    Antara Qiraat, Rasm Mushaf dan Khat [2]

    November 23, 2018

    1 Comment

    1. Pingback: Khat Riq’ah – RASIO.ONLINE

    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Tentang website
    • Disclaimer
    • Site Map
    © 2026 Hamidionline.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.