Manhaj Hamidi

Belajar kaligrafi yang kami terapkan menggunakan Metode Hamidi (Manhaj Hamidi). Yaitu pengembangan dari metode klasik (taqlidi) yang sudah lama dipakai dalam belajar khot, di Turki maupun di negara-negara lain. Metode belajar kaligrafi dengan Manhaj Hamidi ini dirumuskan oleh al-Ustadz Belaid Hamidi, kaligrafer besar dari Maroko, yang mendapatkan Ijazah di lima jenis khot dari para maestro kaligrafer (masyayikh) di Turki.

belajar kaligrafiBelajar dengan metode ini harus melalui tahapan-tahapan yang didesain untuk memudahkan pemula dalam menguasai semua jenis kaligrafi. Dalam metode belajar kaligrafi Manhaj Hamidi, Setiap pembelajaran diakhiri dengan penulisan ijazah secara resmi yang disahkan melalui upacara pemberian ijazah khot. Ijazah tersebut menandakan bahwa kaligrafer bersangkutan memiliki identitas yang jelas dari segi ‘keturunan’ khot yang bersambung dari guru ke guru guru dan seterusnya atau yang biasa disebut sanad.

Urutan Belajar Kaligrafi Metode Hamidi

Urutan belajar kaligrafi dengan metode ini dimulai dari yang mudah lalu ke jenis kaligrafi yang lebih sulit. Yaitu dimulai dari jenis khot riq’ah, kemudian diwani, jaly diwani, nasta’liq, naskhi dan sulus. Pada setiap jenis kaligrafi terdapat buku panduan khusus yang menjadi acuan belajar. Jumlah buku yang harus diselesaikan pada jenis khot pun berbeda-beda. Menyelesaikan buku dalam satu jenis khot dengan cara memperhatikan contoh dari guru yang meniru pelajaran yang sudah ada di buku. Murid yang sudah menulis kemudian menyetorkan hasil belajarnya kepada guru yang memberi contoh, jika tulisannya sudah bagus, maka murid bersangkutan melanjutkan ke pelajaran berikutnya hingga selesainya buku.

Belajar Kaligrafi dan Kemampuan Personal

Perlu diketahui bahwa belajar kaligrafi dengan metode hamidi ini tidak bisa diukur dari satuan waktu yang ditentukan oleh lembaga atau guru, tetapi diukur dari penguasaan murid dalam meniru buku-buku yang telah ditentukan dengan didampingin oleh guru. Jika seorang murid sudah menyelesaikan buku yang ditentukan, dan sudah paham serta menguasai kaidahnya dengan baik, maka saat itulah seorang murid dianggap sudah layak mendapatkan ijazah. jadi pada dasarnya ukuran belajar kaligrafi adalah penguasaan terhadap materi bukan waktu yang telah ditentukan oleh guru atau lembaga yang mengadakan.

belajar kaligrafiTentang kualifikasi guru yang bisa menerima setoran dan memberikan koreksian dalam belajar kaligrafi dengan metode hamidi adalah mereka yang sudah dapat ijazah di khot tersebut, meskipun usianya mungkin lebih muda daripada muridnya. Hal ini bisa dipahami karena ukuran seseorang berilmu bukan dari faktor usia, tetapi dari faktor penguasaan ilmu tersebut. Karena itu, tidak heran jika dalam belajar khot dengan metode ini seorang kawan belajar dari kawannya yang sudah berijazah di rumahnya, atau disekolah, atau bahkan di kelas pada saat istirahat dan waktu-waktu senggang lain yang memungkinkan, tanpa terikat oleh jam masuk maupun perhitungan jumlah pertemuan. Tentang dasar pemikiran dan akar dari Metode Hamidi, sudah disinggung dalam sebuah artikel, yaitu metode taqlidi; metode pembelajaran khot lintas zaman.