Belum sepi hiruk pikuk lomba di Malaysia, di tanah air kembali digulirkan beberapa lomba kaligrafi. Salah satunya bertaraf nasional dan menyasar kaligrafer putri. Secara bentuk dan prosedur pelaksanaan lomba, beberapa Perguruan Tinggi di Jawa Timur khususnya sudah lebih dulu memulai. Namun kali ini yang berbeda karena lomba ini khusus untuk putri saja! Adalah markas khot “Tinta Emas”, salah satu unit kegiatan mahasiswi di Unida Gontor kampus Mantingan, kampus khusus mahasiswi yang terpanggil untuk berpartisipasi dalam memberdayakan kaligrafer putri. Markaz khot yang berdiri tahun 2018 lalu dan dibuka resmi oleh Al-Ustadz Belaid Hamidi tersebut bergerak di bidang seni Islam khususnya seni…
Author: muhd nur
Seminggu ini, jagat sosmed kaligrafi Indonesia kembali ramai dengan perbincangan seputar lomba kaligraf. Sebagai kaligrafer, tentunya aneh jika kita tidak ikut membincang, bersyukur, mengapresiasi dan ikut bangga atas prestasi kaligrafer tahan air tahun ini. Adalah hasil Pertandingan Kaligrafi Nusantara ke-4 yang dirilis resmi dua hari yang lalu, sudah ditunggu-tunggu oleh kaligrafer Nusantara. Ahaly Hamidi mengucapkan kepada seluruh pemenang pada ketiga kategori; jalu sulus-sulus, sulus-naskh, dan jaly diwani. Memang, beberapa nama sudah sering terdengar pada lomba-lomba sebelumnya, akan tetapi ada juga nama yang baru mengorbit dan mulai menunjukkan eksistensinya di lomba pada tingkat Nusantara ini. Jika dilihat dari keseluruhan ketegori, kaligrafer…
Wahai orang yang ingin mempercantik kaligrafi, hendaknya engkau banyak latihan. Moto di atas menggambarkan, betapa untuk mencapai kesempurnaan kaligrafi diperlukan perjuangan yang gigih. Perjuangan tersebut bernama latihan (tadrib). Banyak latihan adalah satu-satunya syarat menuju sukses menulis. Instrumen lain hanyalah syarat-syarat tambahannya. Mengapa demikian? Karena kaligrafi yang dijuluki Art of Islamic Art, menurut analis kaligrafi Marouf Zoreiq adalah ilmu,seni, dan juga filsafat. Menyatukan kaligrafi ke dalam triple atribut tersebut harus dengan usaha aktif-kreatif karena kaligrafi bukanlah skill biasa, tetapi juga “seni perjuangan” yang diterobos dari segala pintu, yaitu: pintu ilmu dengan metode, teknik atau teorinya, pintu seni dengan pertimbangan artistiknya, dan…
Sebagaimana seni lain, khot bukanlah seni dominasi laki-laki, tidak bias gender. Ini berarti peran wanita dalam sejarah khot tidak perlu dipertanyakan. Jika demikian adanya, maka perlakuan seorang guru kepada murid wanitanya yang sedang belajar khot, hendaknya jauh dari kesan meremehkan, atau menomorduakan. Dalam sejarah, terdapat banyak tokoh kaligrafer wanita yang hingga sekarang namanya masih abadi. Bahkan kehadiran kaligrafer wanita sudah dicatat sejarah sejak masa awal Islam. Seorang sejarawan dan penyair Persia yang hidup di Baghdad, Ahmad bin Yahya al-Baladzuri (W. 279 H) dalam kitabnya “Futuh al-Buldan”, menyebutkan beberapa nama kaligrafer wanita yang ada pada masa awal Islam. Di antaranya, dalam…
Dalam “Shubhu al-A’sya fi Shina’at al-Insya”, al-Qalqasyandi (W. 821 H) menyebutkan bahwa Adam As. merupakan orang yang pertama kali meletakkan bentuk bentuk huruf dan tulisan, 300 tahun sebelum meninggalnya. Beliau menulisnya pada tanah liat lalu membakarnya. Setelah perisitiwa tenggelamnya bumi oleh banjir bandang, masing-masing kaum (yang selamat) menemukan peninggalan tersebut lalu menjadi tulisan mereka. Masih dalam buku yang sama, disebutkan bahwa yang pertama meletakkan huruf adalah Akhnukh atau lebih dikenal dengan Idris As. Sementara dalam “Kitab al-Fihrist”, Ibnu Nadim (W. 384 H) menyebutkan bahwa peletak huruf adalah para putera Ismail As. Mereka adalah Nafis, Nasr, Taima, dan Ruma. Ada juga…
Muhammad Sayyed adalah putra dari Abdurrahman al-Indi, seorang pembuat halawiyyat (kue pastri), karena itu Muhammad lebih dikenal dengan Şekercizâde (anak pembuat kue), sementara pada tauqi’nya beliau menyingkatnya menjadi Şekerzâde. Lahir di daerah Manisa, daerah di sebelah barat Anatolia. Khattath Şekerzâde Belajar aqlam sittah pertama dari kaligrafer İbrahim Kırımî (w. 1737 M), lalu melanujutkan belajarnya kepada Yedikuleli Seyyid Abdullah Efendi (w. 1731 M), murid dari al-Hafidz Usman (w. 1699 M). Karena itu, dari tulisannya, Şekerzâde masuk ke dalam silsilah madrasah kaligrafer al-Hafidz Usman. Khattath Şekerzâde termasuk seorang nassakh (ahli menulis naskh), di samping juga menulis banyak sekali qith’ah dan muraqqa’at. Tidak…
Nama beliau adalah Hamdullah al-Amasi bin Syekh Mustafa Dadah al-Amasi, lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Syekh. Orang tuanya pindah dari Bukhara ke Amasiyah, kemudian bertempat tinggal dan menetap di sana. Syekh Hamdullah lahir tahun 840 H kemudian belajar ilmu-ilmu agama dan mulai menyukai khot ketika belajar kepada gurunya, Khairuddin al-Mar’asyi. Syaikh Hamdullah hidup pada era pemerintahan Sultan Beyazid II hingga pemerintahan Sulaiman Khan. Saat itulah, mayoritas kaligrafer mengikuti kaidah dan cara menulis Syekh Hamdullah, karena berhasil mengembangkan al-Aqlam as-Sittah sehingga tulisannya bagus dan indah. Karena itu beliau dianggap sebagai “madrasah” pertama dalam silsilah kaligrafer Turki Usmani, dan pewaris serta penerus…
