Author: muhd nur

Memperoleh ijazah di khot diwani, jaly diwani dan nasta'liq (2012), naskhi dan maghribi (2015) dari al-ustadz Belaid Hamidi. Saat ini menetap dan mengajar di PM Darussalam Gontor.

• التقليد فى الخط وسيلة من وسائل التجويد. “Meniru kaligrafi termasuk salahsatu sarana untuk mempercantik tulisan.” Menyaksikan kibaran beribu bendera tauhid yang menggetarkan hati dan mengobarkan semangat bela agama dalam acara reuni 212 di Monas, jadi teringat kepada tradisi Taqlidul Khat (تقليدالخط) yang populer di kalangan kaligrafer. Taqlid yang berarti “meniru/menjiplak/mengimitasi/mereplika” digunakan sebagai sarana belajar-mengajar kaligrafi dengan menyontoh karya guru oleh murid-muridnya secara bergiliran. Atau semata meniru untuk menyamai karya aslinya. Banyak kalimat pilihan yang sering ditiru, salahsatu yang populer dan banyak diidolakan adalah Kalimat Tauhid: لاإلـــه إلااللـه محمـــدرســـول اللـه. Kalimat Tauhid dengan khat Tsulus yang indah ini mula-mula ditulis…

Read More

Sabtu (17/11) yang lalu, Madrasah al-Junied dan Markaz Bustan Khat di Singapura punya gawe besar. Bekerja sama dengan lembaga IRCICA yang berkedudukan di Istanbul, di hall madrasah dilaksanakan beberapa rentetan kegiatan kaligrafi yang cukup padat pengunjung. Acara puncak dari rentetan acara tersebut adalah pemberian sertifikat khat oleh IRCICA yang diwakili oleh sekretarisnya, Ustadz Said Kasimoglu, kepada 12 kaligrafer Singapore, dilanjutkan dengan pengumuman hasil lomba kaligrafi tingkat Asean 2018 dan pembagian hadiah. Hadir pada acara tersebut Ketua Majelis Urusan Tinggi Agama Islam Singapore, Syaikh Ilmi Musa, kepala Madrasah al-Junaid serta beberapa undangan dari asatidz madrasah al-Junaid maupun dari lembaga-lembaga Islam lainnya.…

Read More

Kembali, beberapa hari lalu jagad kaligrafi Indonesia ikut berbangga dengan prestasi kaligrafer Indonesia di kancah internasional. Adalah Huda Purnawadi dan Teguh Prastio, dua kaligrafer indonesia yang sudah sering mengharumkan nama bangsa kembali menorehkan prestasi terbaik mereka. Lomba yang diadakan untuk kali kedua oleh pemerintah kota Konya ini dalam rangka menghidupkan kembali kiprah kota Konya yang telah lama dikenal sebagai kota peradaban dan banyak seni. Karena itu lomba yang diadakan oleh pemerintah kota Konya ini, terdiri dari beberapa cabang. Yaitu khot, tadzhib (zahrafah), miniatur (munamnimat), dan seni porselen (khazf). Pada cabang khot, lomba di Konya ini hanya memasukkan dua jenis khot…

Read More

Kabar gembira bagi para kaligrafer Tanah Air khususnya, dan kaligrafer di Asia Tenggara pada umumnya, karena pada 24 April yang lalu IRCICA bekerjasama dengan The Bustan Khat, dan Madrasah Al-Junaid di Singapore telah mengumumkan lomba kaligrafi tingkat regional Asia Tenggara. Pendaftaran via online untuk lomba dalam dalam empat kategori, yakni Riq’ah, Diwani, Jaly Diwani dan Nasta’liq/ Jaly Ta’liq ini masih terbuka hingga akhir Juli 2018 mendatang. Lomba yang dilaksanakan di bawah arahan langsung dari Direktur IRCICA, Dr Halit Eren ini menunjuk beberapa orang dewan kaligrafer sebagai dewan juri. Mereka adalah: Mr. Belaid Hamidi dari Maroko Mr. Efdaluddin Kılıç dari Turki…

Read More

Postingan kali ini agak terlambat. Namun demikian, sangat penting untuk menjadi informasi dan dokumentasi bagi para kaligrafer semua. Bagaimana tidak, pada pengumuman even lomba kaligrafi internasional yang diadakan pertama kali tahun 2005, Bank al-Baraka Turki kali ini, terdapat tiga kaligrafer Indonesia yang berhasil memenangkan lomba di kategori Jaly Sulus. Bahkan salah satu dari kaligrafer berbakat tanah air, Ustadz Huda Purnawadi, berhasil mendapatkan posisi pertama di jenis khot yang rumit tersebut. Disusul oleh Ustadz Teguh Prastio di urutan kelima dan Ustadz Syahriansyah Sirajuddin, pada urutan ketujuh pada kategori yang sama. Nama-nama tersebut tidak asing bagi kita, karena pada event baik skala…

Read More

Tahukan Anda, siapa saja rujukan pada tulisan Jaly Diwani? Tentu saja ada beberapa, namun jika kita telisik lebih jauh, maka nama-nama kaligrafer yang menulis Jaly Diwani akan menggiring kita kepada seorang kaligrafer besar, yaitu Sami Afandi. Beliau adalah salah satu kaligrafer yang hidup pada era Daulah Turki Usmani yang dikenal ketokohannya pada jenis khot yang ditulis dengan pena besar (jaly). Seperti Jaly Tsuluts, Jaly Ta’liq dan juga Jali Diwani. Jika ingin mengetahui lebih dekat tentang beliau, maka Anda perlu membaca biografi Sami Afandi secara utuh. Keunggulan Tarkib Jaly Diwani Sami Afandi Kelebihan tarkib Sami Afandi pada Jali Diwani adalah susunan…

Read More

Pengalaman, luasnya ilmu, lamanya bersinggungan langsung dengan pena, tinta dan huruf huruf ayat suci, meninggalkan bekas yang dalam bagi seorang kaligrafer. Mereka mengungkapkan kesan, nasehat dan petuah, tidak hanya semasa aktif bergelut dengan huruf, tapi juga saat saat maut menjemput. Berikut bagian pertama dari wejangan kaligrafer besar yang akan kami tulis secara berseri. Biidznillah. Salah seorang penulis ِwahyu, juga Amirul Mu’minin, Ali bin Abi Thalib berpesan supaya orang tua mengajari anaknya menulis, karena menulis merupakan keterampilan paling penting yang harus dimiliki seseorang. Menulis yang beliau maksudkan kemudian dijelaskan dalam riwayat lainnya. Imam Ali bin Abi Thalib pun menjelaskan “Hendaknya kalian…

Read More