Penganugerahan Kompetisi Internasional Penulisan Mushaf Syarif di Madinah 

Sungguh membanggakan. Koordinator Ahaly Hamidi indonesia, al-Ustadz Yasir Amrullah, termasuk ke dalam salah satu kaligrafer yang mendapatkan penganugerahan dalam kompetisi internasional penulisan mushaf di Madinah.

Acara tersebut diselenggarakan oleh percetakan mushaf terbesar di dunia, yaitu Mujamma’ Malik Fahd di kota madinah sebagai pelaksana teknis yang ditunjuk oleh Kementerian Urusan Islam dan Dakwah Saudi Arabia bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat.

Di antara tujuan kompetisi ini adalah untuk mengapresiasi para penulis mushaf dari berbagai penjuru dunia sekaligus sebagai ajang bertukar pengalaman serta wawasan dalam penulisan mushaf yang tentunya sangat beragam.

 

Peserta Kompetisi

Kompetisi ini sendiri diikuti oleh lebih dari 100 kaligrafer. Proses penjurian dimulai dengan seleksi karya para khattat, dengan menuliskan ayat dain (surat al-Baqarah ayat 282). Dari karya yang masuk, terpilihlah 30 khattat dari 12 negara yang memenuhi syarat dan ketentuan perlombaan. Salah satunya adalah koordinator dari Ahaly Hamidi Indonesia, Ahmad Yasir Amrulloh.

Diantara nama-mana peserta yang terpilih adalah:

  1. Muhammad Jamaluddin Qarah Barnu (al-Jazair)
  2. Muhammad Badawi ibn Thahir al-Qatifani (syuria)
  3. Ubaida ibn Fahid al-Nufai (Saudi Arabia)
  4. Abduh Muhammad al-Gamal (Mesir)
  5. Baraz al-Haaj Karim al-Arbili (Iraq)
  6. Ahmad Yasir Amrulloh (Indonesia)
  7. Ehab Ibrahim Thabet (Jordania)
  8. Dr. Bilal Mukhtar (Mesir)
  9. Jumah Muhammad Mahamir (syuria)
  10. Hussam Al-Mathar (syuria)
  11. Ziyad Haidar al-Muhandis (Iraq)
  12. Sirwan Kamal Ali al-Burjanji (Iraq)
  13. Abdul Razaq Qarakasy (Turki)
  14. Abdul Baqi ibn Abu Bakar (Malaysia)
  15. Abdur Rahim Maulay (Jazair)
  16. Abdul Quddus Muhammad Abdul Quddus Qasim (Saudi Arabia)
  17. Abdu al-Nashir ibn Hasan al-Mashry (Syuria)
  18. Ali Mushtafa Muhammad Abu Jazuh (Jordan)
  19. Karzan Abu Bakar Karim Taha (Iraq)
  20. Mustanna abdul Hamid al-Ubaidi (Iraq)
  21. Mahfudz Dzannun al-Amin (Iraq)
  22. Muhammad Anas al-Huri (syuria)
  23. Mihammad Jabir sayyid Abu al-Ula (Mesir)
  24. Muhammad Shafar Bati (al-Jazair)
  25. Nashir abdul Wahhab Ali al-Nashari (Yaman)
  26. Histam Selmo (Turki)

 

Teknis Penulisan

Untuk menunjang proses penulisan, maka panitia membagi penulisan mushaf kepada peserta, dengan masing-masing khattat mendapatkan bagian satu juz. Sesuai dengan ketentuan panitia, Ustadz Ahmad Yasir mendapatkan bagian juz 26.

Tidak hanya mengkoordinir pembagian juz, namun panitia juga mengirimkan kertas khusus yang telah memenuhi standar penulisan mushaf Madinah, kepada para khattat terpilih ke negara masing-masing, untuk dipakai dalam proses penulisan.

Khattath yang telah menulis, kemudian mengirimkan hasil tulisannya melalui email untuk proses pendampingan dan murajaah oleh tim tashih secara berkala. Pembetulan yang dilakukan dengan detail dan terperinci sangat membantu para peserta dalam memperbaiki setiap detail penulisan rasm maupun dhabt dalam mushaf Madinah. Demikianla, setelah semua menyelesaikan penulisan dengan pendampingan dari tim Madinah, maka hasil tulisan dalam bentuk fisik, dikirimkan langsung ke penerbitan Mujamma Malik Fahd Mushaf Syarif Madinah untuk proses  berikutnya hingga naik cetak sebagaimana yang direncanakan.

Penutupan dan penganugerahan.

Pada tanggal 4-6 Maret 2024, diselenggarakan upacara penutupan acara di Balai Pertemuan Internasional Malik Salman, Madinah al-Munawarah. 30 orang finalis pun diundang dalam rangkaian tersebut sekaligus mendapatkan hadiah umroh. Sponsor upacara penutupan ini adalah pemerintah gubenur wilayah madinah. Sehingga biaya kedatangan serta akomodasi peserta ditanggung oleh pihak sponsor.

Acara penutupan juga tidak dilewatkan dengan tradisi ilmiah, yaitu serangkian seminar dengan tema seputar mushaf, dan juga diisi denan pameran karya. Beberapa tokoh yang menjadi pemateri dalam seminar yaitu:

  1. Omar Qasim Nuh (Turki) dengan tema metodologi para khattath terdahulu dalam penulisan mushaf.
  2. Adham Fadi al-Ja’fari (Syuria) dengan tema tanda-tanda baca dalam mushaf (sejarah, perkembangan, serta penggunaannya dalam mushaf di era modern)
  3. Idham Khunnasy (Iraq) dengan tema keindahan mushaf sebagai warisan dan pelengkap dalam disiplin ilmu-ilmu al-Qur’an.
  4. Zainab Fadhilah Muhammad (Libia) dengan tema seni iluminasi dan nilai-nilai keindahan dalam zahrafah mushaf.
  5. Ali Hasan Abdul Qadir (Libia) dengan tema perkembangan sisi improvisasi dalam khot diwani.
  6. Fatimah Hasyim Dzannun (Mesir) dengan tema membuat seni kertas ebru.

Dalam keterangannya kepada redaksi hamidionline, Ustadz Yasir menyampaikan rasa syukur yang mendalam, karena telah mendapat kesempatan menjadi salah satu finalis dalam ajang bergengsi ini.  Sebagai satu-satunya peserta asal Indonesia, ia berharap semoga kegiatan ini dapat memberikan motivasi kepada para khattat, generasi muda khususnya, dalam pelestarian penulisan mushaf syarif. [liputan dari Madinah al-Munawwarah, editor: muhd nur]