Close Menu
Hamidionline
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    HamidionlineHamidionline
    Subscribe
    • Home
    • Ahaly Hamidi
    • Manhaj Hamidi
      • Pencetus
    • Kaligrafer Dunia
    • Event
    • Artikel
    Hamidionline
    Home»Maestro Kaligrafi»Musthafa Halim Özyazıcı; Pemilik Tarkib Menawan
    Maestro Kaligrafi

    Musthafa Halim Özyazıcı; Pemilik Tarkib Menawan

    muhd nurBy muhd nurNovember 19, 2016Updated:October 20, 20242 Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    musthafa halim
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

    Era Turki Usman telah melahirkan seorang kaligrafer yang mengundang decak kagum semua orang. Dia adalah Musthafa Halim Özyazıcı. Bapak beliau asli dari kota Qırım, sebuah daerah yang berada di wilayah Rusia. Sedangkan sang Ibu adalah perempuan yang berasal dari Sudan. Dari mereka terlahir Musthafa Halim di Istanbul pada 14 Januari 1898. Kecintaan Musthafa Halim terhadap seni kaligrafi telah tumbuh sejak beliau masih belia.

    Musthafa Halim belajar khot ri’qah kepada Hamid Aytac, ketika masih belajar di jenjang sekolah menengah. Ketika Madrasah al-Khatthatin di Istanbul dibuka pertama kali pada tahun 1914, Musthafa Halim termasuk murid angkatan pertama, dan sempat belajar selama 4 tahun. Pada saat belajar di madrasah ini, beliau belajar kepada para kaligrafer besar saat itu. Di antaranya adalah Hasan Ridha Afandi, al-Hajj Ahmad Kamil, Hulushi Afandi, serta kaligrafer yang terkenal dengan julukan at-Tughra`i, Ismail Haqqi Altunbezar, serta Farid Bik. Di samping belajar kaligrafi, Musthafa Halim juga belajar seni ornament dan iluminasi. Selain itu beliau juga pernah belajar seni memahat dan menggambar pada Madrasah ash-Shanai’ an-Nafiisah sebelum akhirnya masuk Madrasah al-Khattathin dan belajar kaligrafi di sana.

    Musthafa Halim; Kembali Kepada Kaligrafi

    Setelah lulus dari Madrasah al-Khatthatin, Musthafa Halim muda melamar untuk bekerja pada Qalam Diwan Hamayuni atau disebut juga dengan Diwan Sulthani**, kemudian bekerja di percetakan militer dan percetakan pemerintah. Namun sejak pasca reformasi di Turki pada tahun 1924 beliau lebih fokus untuk menulis dan membuat karya kaligrafi. Dan ketika keluar keputusan peerintah tentang pergantian huruf arab ke latin, Musthafa Halim sempat berhenti menulis dan berkarya, dan lebih sibuk pada bidang pertamanan. Namun tidak lama kemudian, kerinduannya kepada kaligrafi tumbuh kembali dan beliau pun kembali menekuni seni kaligrafi.

    Pada tahun 1946 hingga 1963 beliau ditunjuk sebagai sealah satu guru kaligrafi pada Akademi Kesenian. Pada tanggal 20 September 1964 beliau tertimpa musibah kecelakaan lalu lintas, dan wafat sepuluh hari setelah kejadian tersebut. Beliau dimakamkan di daerah Kozlu, Istanbul. Beliau meniggalkan banyak murid yang mempunyai kesan mendalam dan saksi kepribadian beliau yang luhur. Di antaranya muridnya adalah Syaikh Hasan Celebi yang belajar kepadanya sebelum belajar kepada Hamid Aytac, dan juga Prof. Dr. Ali Alparslan, guru dari al-Ustadz Belaid Hamidi.

    Kaligrafer Musthafa Halim terkenal dengan kemampuannya yang luar bisa dalam menulis semua jenis khot dengan bentuk yang indah dan kuat. Selain tulisan pada buku-buku, tulisan beliau banyak menghiasai dinding masjid yang ada di kota Ankara, Denizli, dan Rize. Beliau dikenang dengan produktifitasnya dalam berkarya hampir di semua jenis khot, dengan susunan dan huruf yang sangat kuat dan mengangumkan. [muhd nur/ hamidionline.net]

    ** Diwan Hamayuni atau Diwan Sulthani adalah kantor pusat pemerintahan Turki Usmani yang digagas oleh Sultan Muhammad al-Fatih. Pada awal di bentuknya, Sultan sendiri bertindak sebagai kepala pada kantor ini. Namun seiring bertambah luasnya wilayah Turki Usmani, dan bertambahnya urusan serta administrasi Negara, baik dalam maupun luar negeri, maka diangkatlah beberapa pejabat setingkat menteri pada Diwan Hamayuni ini dan dikepalai oleh seorang kepala menteri yang memegang peranan sangat penting, yang lebih dikenal dengan sebutan ash-Sahdr al-A’dzam. Nama Diwan Hamayuni pun kemudian disebut dengan al-Baab al-‘Aali. Dalam peraturan yang dibuat oleh Sultan Muhammad al-Fatih, al-Baab al-‘Aali mempunyai empat unsur, yaitu ash-Shadr al-A’dzam, Syaikh Islam atau juga disebut Qadi Askar, Kepala keuangan, dan Sekretaris Sultan.

    musthafa halim
    musthafa halim
    musthafa halim
    musthafa halim
    musthafa halim
    musthafa halim
    musthafa halim
    musthafa halim
    ahaly hamidi hamidionline kaligrafer kaligrafi kaligrafi indonesia manhaj hamidi musthafa halim yusuf dzannun
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePrestasi Indonesia di Lomba Kaligrafi Konya
    Next Article Mengenal Peralatan Kaligrafi
    muhd nur
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)
    • Instagram

    Memperoleh ijazah di khot diwani, jaly diwani dan nasta'liq (2012), naskhi dan maghribi (2015) dari al-ustadz Belaid Hamidi. Saat ini menetap dan mengajar di PM Darussalam Gontor.

    Related Posts

    Munaqasyah Ijazah Ahaly Hamidi; Menjaga Kualitas Tulisan, Keilmuan dan Persaudaraan

    December 14, 2021

    Launching Lomba IRCICA ke-12 Atas Nama Mustafa Raqim

    June 19, 2021

    Ahaly Hamidi Dominasi Juara Musabaqah Ramadhaniyah Arabesque Dubai

    June 5, 2021
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Tentang website
    • Disclaimer
    • Site Map
    © 2026 Hamidionline.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.