Munaqasyah Ijazah Ahaly Hamidi; Menjaga Kualitas Tulisan, Keilmuan dan Persaudaraan

106

Ahad, 12 Desember 2021, keluarga besar Ahaly Hamidi mengadakan munaqasyah ijazah kaligrafi, yang dilaksanakan di Sekolah Kaligrafi Al-Qur’an (SAKAL), Denanyar, Jombang. Kegiatan munaqasyah atau ujian ini merupakan upaya untuk menjaga kualitas tulisan dan keilmuan calon khattat, yang juga merupakan bagian dari program kerja pengurus Ahaly Hamidi devisi Pendidikan. Seharusnya kegiatan ini merupakan proker enam bulan sekali (tiap semester), menjadi tertunda selama dua tahun akibat pandemi COVID-19, sehingga baru bisa diselenggarakan untuk kali kedua.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pada pukul 16.30 WIB. Diawali dengan pembukaan, sambutan ketua pengurus Ahaly Hamidi, ketua panitia pelaksana, juga Guru Besar kaligrafi Manhaj Hamidi, Syaikh Belaid Hamidi, secara virtual via zoom, yang ditampilkan menggunakan proyektor di ruang penyelenggaraan. Beliau menyampaikan:

“Bahwa dalam manhaj hamidi, setiap murid yang telah menyelesaikan jenis khat tertentu, selalu diakhiri dengan penulisan ijazah. Proses ini akan menjadikan para murid kuat secara keilmuan dan dapat meneruskan pelajaran kepada khat berikutnya serta mengajarkan kepada yang lain dari apa jenis khat yang sudah dipelajari”

Tak henti-hentinya beliau menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya acara ini. Dengan raut bahagia beliau melanjutkan:

“Capaian ini merupakan buah keikhlasan dari guru dan murid dalam khidmat terhadap ilmu khat,  para kaligrafer besar dari Turki bersaksi bahwa apa yang dilakukan oleh Ahaly Hamidi merupakan langkah pengembangan yang belum pernah dicapai oleh orang Turki sendiri, saya sangat bersyukur sekali bahwa kalian telah membuka pintu untuk meneruskan perjuangan kepada generasi setelah kalian. Dengan izin Allah, perjalanan ini akan menjadi saksi dihadapan Allah SWT setelah kita wafat.

Setelah sambutan beliau, dilanjutkan dengan acara inti, yakni proses ujian (munaqasyah) yang dibagi dalam 8 halaqah berdasarkan jenis khat; halaqah Khat Naskhi, halaqah khat Diwani, Diwani Jaly, halaqah Khat Maghribi, dan halaqah Khat Riq’ah. Setiap halaqah maksimal berjumlah 6 orang peserta dan 3 penguji. Kemudian, masing-masing peserta di tiap halaqah maju satu-persatu untuk di-munaqasyah-kan.

Peserta yang mengikuti acara ini berasal dari berbagai daerah, Aceh, Jakarta, Malang, Jombang, Surabaya, dan Jember, dengan Jumlah peserta munaqosyah 41 orang. Terdiri dari 1 orang kategori Khat Naskhi, 4 orang Khat Diwani dan Diwani Jaly, 6 orang Khat Maghribi dan 30 orang Khat Riq’ah. Adapun munaqisy-nya terdiri dari 19 orang.

Adapun rekapitulasi hasir dari peserta munaqasyah ada tiga jenis, peserta yang dinyatakan lulus atau boleh lanjut menyalin naskah ijazah ke kertas muqahar ada 1 orang, revisi dengan memperbaiki secara tartisy 25 orang, dan menulis ulang naskah ijazah 15 orang.

Sebelum kegiatan di tutup, pembina Ahaly Hamidi, Ustaz Athaillah menyampaikan pesan dan nasihat, baik untuk peserta maupun panitia, agar acara ini dapat diadakan kembali dikesempatan berikutnya dengan peserta yang lebih banyak dengan hasil yang baik, dan memberikan manfaat untuk kemajuan kaligrafi di tahan air. Kegiatan diakhiri dengan penulisan tauqi(tanda tangan) para munaqisy (penguji) dan foto bersama. (Yasir/hamidionline)