Pada pertengahan tahun 1730, Mahmud Agha, seorang pegawai Mahkamah Agama di Anatolia, Istanbul dikarunia seorang putra. Namun putra yang dinanti tersebut lahir dalam kondisi yang memprihatinkan. Separuh badannya bagian kanan lumpuh. Putra yang kemudian dia beri nama Muhammad tersebut ketika menginjak dewasa mempunyai keingin untuk belajar kaligrafi.
Author: muhd nur
Nur Hamidiyah adalah salah satu inspirasi bagi banyak kaligrafer wanita di Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Menjadi murid banat dari Syeikh Belaid Hamidi yang pertama kali memperoleh ijazah pada khot naskh. Terlebih, Nur Hamidiyah menerima ijazah tersebut dalam upacara ceremonial yang diadakan di Istanbul bersama beberapa kaligrafer lainnya, disaksikan oleh para masyayikh. Sebuah moment spesial yang tentunya diidamkan oleh setiap kaligrafer tanah air.
Rini Yulia Maulidah, kaligrafer berbakat yang juga mahasiswi jurusan arsitektur ini terkenal cepat dan tepat dalam menyelesaikan pelajarannya. Dalam menyelesaikan pelajaran diwani hingga ijazah, sempat membuat heboh karena memecahkan rekor dalam menyelesaikan pelajaran diwani tercepat. Ustadz Belaid Hamidi dan kawan-kawannya di SAKAL sempat memberi julukan “lamborghini” karena keistimewaannya tersebut.
Kaligrafer kita ini mempersiapkan pameran di Sharjah ini dengan penuh tantangan. Tidak hanya karena kondisi fisik karena kehamilan, tetapi juga cuaca dan kondisi musim hujan yang kurang bersahabat. Tetapi semua itu bisa ditakhlukkan berkat dedikasinya yang tinggi pada kaligrafi.
Eti Najihatul Himmah. Kaligrafer kelahiran Lamongan ini mempunyai sifat yang rendah hati dan selalu ingin belajar seolah tiada henti. Saat ini Ety Najihah telah memperoleh 3 ijazah pada 4 jenis khot yang berbeda sambil terus belajar jenis khot berikutnya dalam waktu dekat. Saat ini, Eti -panggilan akrabnya-
Tidak berlebihan jika Ummi Nisa dijuluki “kecil kecil cabe rawit”. Bagaimana tidak, pada usia 15, Ummi Nisa sudah mendapatkan ijazah pertamanya pada khot Riq’ah. Berikutnya pada usia 17 tahun, Ummi Nisa memperoleh ijazahnya ke dua dalam khot diwani. Tidak salah jika Ummi Nisa
Ulin Nikmah adalah salah satu kaligrafer yang berpartisipasi dalam Pameran Sharjah 2016. Meskipun sibuk dengan tugas kuliah pada jurusan sosiologi , Ulin Nikmah tetap mendedikasikan waktunya untuk belajar dan mengajar kaligrafi. Pada usianya yang masih relatif muda,
