Close Menu
Hamidionline
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    HamidionlineHamidionline
    Subscribe
    • Home
    • Ahaly Hamidi
    • Manhaj Hamidi
      • Pencetus
    • Kaligrafer Dunia
    • Event
    • Artikel
    Hamidionline
    Home»Aktifitas»Prestasi Indonesia di Lomba Kaligrafi Konya
    Aktifitas

    Prestasi Indonesia di Lomba Kaligrafi Konya

    muhd nurBy muhd nurNovember 17, 2016Updated:November 10, 20192 Comments4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    lomba kaligrafi konya
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

    [dropcap]K[/dropcap]embali kaligrafer Indonesia berprestasi di lomba kaligrafi Internasional. Hasil lomba yang diumumkan tanggal 10 November 2016 lalu mencatat dua orang dari Indonesia, dari total enam pemenang. Adalah Ustadz Syahriansyah Sirajuddin dan Ustadz Huda Purnawadi, dua kaligrafer Indonesia yang mengharumkan nama Indonesia di ajang yang lomba kaligrafi Konya, yang diadakan oleh pemerintah kota Konya, Turki tahun ini.

    Ustadz Syahriansyah adalah kaligrafer Indonesia asal Kalimantan yang saat ini tinggal dan belajar di Istanbul Turki. Kaligrafer kita yang juga telah menikah dengan gadis Turki ini pernah belajar dengan Manhaj Hamidi, langsung dari Ustadz Belaid Hamidi semasa studinya di al-Azhar Kairo.  Bahkan kemudian mendapatkan ijazah dari sang guru pada khot diwani dan jaly diwani.

    Usia studi di al-Azhar, ustadz Syahriansyah melanjutkan studi tingkat magister di Fatih University serta belajar kaligrafi di IRCICA, Istanbul dan mendapatkan ijazah naskhi dan tsuluts dari Syaikh Hasan Çelebi, Ustadz Ferhat kurlu dan Ustadz Mumtaz Şeçkin Durdu. Pada tahun 2015, Ustadz Syahriansyah  juga pernah memenangi lomba kaligrafi International Istanbul Classic Arts Competition. Saat ini, ustadz Shahriansyah sedang mendalami Jali Tsulus kepada ustadz Usman Ozcay dan ustadz Dawud Bektasy.

    Sementara ustadz Huda Purnawadi adalah alumni Grista (Griya Seni Tahsinul Khot Annur) Kudus, yang didirikan oleh KH M Noor Aufa Shiddiq. Bagi ustadz Huda yang asal Pati, prestasi pada Lomba Kaligrafi Konya ini bukanlah yang pertama kali dalam ajang lomba Internasional. Beberapa bulan sebelumnya, ustadz Huda pernah menorehkan prestasi dalam lomba kaligrafi dalam rangka Festival Kebudayaan Safir ke-6 yang diadakan di Irak pada Juli 2016 yang lalu, dengan memperoleh juara pertama.

    Tidak berhenti sampai di sini, ustadz Huda Purnawadi saat ini juga sedang mendalami dan dalam proses memperoleh ijazah pada khot Naskh dan Tsulus kepada ustadz Auni Naqasy Oglu, kaligrafer Irak yang telah mendapatkan ijazah dari ustadz Dawud Bektasy. Di samping juga kesibukannya dengan meneruskan belajar khot yang sama kepada ustadz Syahriansyah Sirajuddin.

    Selain lomba kaligrafi (dengan jenis khot sulus ‘adi dan jaly sulus), ada dua jenis cabang lain yang juga dilombakan pada Lomba Kaligrafi Konya tahun Ini. Yaitu seni tadzhib (illumination) dan seni miniature. Perlombaan ini juga merupakan proyeksi atas perpilihnya kota Konya sebagai Ibukota Pariwisata Dunia Islam 2016. Sementara target dari lomba ini, selain mendorong para seniman untuk berkreasi serta membantu mereka untuk mempromosikan seni Islam kepada dunia Internasional. Karena itu, karya yang terpilih akan menjadi koleksi dari museum internasional yang baru didirikan di kota ini.

    Konya merupakan salah satu propinsi yang ada di Turki. Kota bersejarah ini pernah menjadi pusat pemerintahan semasa era Turki Seljuk. Dalam buku Tarikh Khulafa, Imam Suyuthi menyebutkan bahwa kota ini jatuh ke tangan pemerintahan Islam pada tahun 105 H, melaui seorang panglima Marwan bin Ahmad. Kota yang juga menjadi tujuan wisata religi ini menjadi tempat yang istimewa, karena di kota inilah Jalaluddin ar-Rumi, seorang sufi besar Persia disemayamkan.

    Prestasi kaligrafer Indonesia di ajang Internasional semacam ini tentunya memotivasi serta membuka cakrawala para kaligrafer, pegiat kaligrafi, para generasi muda yang masih belajar, juga harapannya termasuk pihak-pihak terkait yang menjadi penyelenggara even lomba kaligrafi. Bahwa seni kaligrafi mempunyai ushul (pakem) yang sudah matang, sehingga dalam lomba kaligrafi tingkat internasional pun, mempunyai standar yang sama.

    Karena itu, seorang kaligrafer akan menjadi pemenang tanpa melihat asal negara, kota, maupun daerah. Karena pada dasarnya, yang menjadi titik tolak penilaian adalah kaidah yang telah terbentuk oleh tangan para kaligrafer-kaligrafer terdahulu sepanjang peradaban Islam, sehingga bersifat universal. Bukan sekedar kesepakatan kelompok kaligrafer di negera tertentu, atau bahkan hanya kelompok juri tertentu. Karena hal ini akan mengerdilkan kaligrafer-kaligrafer muda berbakat, yang mempunyai potensi besar namun kurang mendapatkan apresiasi dan ‘tempat’ yang layak.

    Sekali lagi kami ucapkan selamat kepada para pemenang Lomba Kaligrafi Konya tahun ini, semoga terus berkarya dan menjadi contoh bagi kaligrafer muda tanah air yang lain untuk mengembangkan wawasan serta kemampuannya dalam bidang kaligrafi, dan berperan aktif, untuk memajukan kaligrafi tanah air. Wallahua’lam bissawab.

    Pemenang Lomba Kaligrafi Konya

    Juara Utama

    1. Saman Abdul Khaliq Gadir (Irak)
    2. Karzan Abu Bakr Karim (Irak)
    3. Huda Purnawadi bin Kasidi (Indonesia)

    Juara Harapan

    1. Musthafa Faluh (Maroko)
    2. Mahfudz Ubaidi (Irak)
    3. Syahriansyah Sirajuddin (Indonesia)

    Juri pada Lomba Konya

    1. Ahmet KÖSEOĞLU
    2. Faruk TAŞKALE (Prof. Dr.)
    3. Fatih Özkafa (Assoc. Prof. Dr.)
    4. Fatma ÖZÇAY
    5. Hüseyin Öksüz (Assist. Prof.)
    6. Orhan DAĞLI
    7. Osman ÖZÇAY
    8. Savaş Çevik (Assist. Prof.)
    kaligrafi kaligrafi arab kaligrafi islam konya lomba kaligrafi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKaligrafer; Bisik Cinta Refleksi Keprihatinan
    Next Article Musthafa Halim Özyazıcı; Pemilik Tarkib Menawan
    muhd nur
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)
    • Instagram

    Memperoleh ijazah di khot diwani, jaly diwani dan nasta'liq (2012), naskhi dan maghribi (2015) dari al-ustadz Belaid Hamidi. Saat ini menetap dan mengajar di PM Darussalam Gontor.

    Related Posts

    Markaz Khot UNIDA Gontor Kampus Putri Umumkan Pemenang NCC ke-6

    February 7, 2026

    Muaskar Khat ke-2 di DAQU, Barak Militer Kaligrafer bersama Syaikh Belaid Hamidi

    July 10, 2025

    IRCICA Umumkan Pendaftaran Musabaqah Kaligrafi Internasional ke-13

    June 13, 2024
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Tentang website
    • Disclaimer
    • Site Map
    © 2026 Hamidionline.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.