Kaligrafer – ‘Abdullah Az-Zuhdi

107

Abdullah az-Zuhdi berasal dari keturunan sahabat Rasulullah, Tamim ad-Dary. Beliau lahir di daerah Syam (Palestina), pada tahun 1252 H/ 1836 M. Sejak kecil ikut keluarganya hijrah dari tempat lahirnya ke Istanbul, ibukota kerajaan Turki Usmani ketika itu.

Abdullah az-Zuhdi mulai belajar khot pada Hafidz Rasyid Afandi al-Ayyubi, kemudian pindah kepada kiblatnya para khattath saat itu, Kadi Askar Mustafa Izzat Afandi hingga mendapatkan ijazah darinya. Setelah menyelesaikan belajar kepada Kadi Askar, beliau diangkat menjadi guru pada masjid Nur ‘Utsmani di Astana, Turki.

Kaligrafer yang berbakat ini pernah beberapa kali ditugaskan oleh Sulthan Abdul Hamid untuk menulis ayat-ayat al-Qur’an di luar Turki. Di antaranya adalah menulis ma’tsurat dan sejenisnya pada dinding Masjid Nabawi. Karena itu, beliau pernah pergi ke hijaz dan menyelesaikan tugas dari Sulthan tersebut selama 3 tahun, menulis dinding Masjid Nabawi dengan Jaly Tsuluts. Tugas lain yang pernah beliau emban adalah mengajar khot di Mesir sebagai utusan dari Turki dan mendapatkan sambutan sangat baik dari Khedive Ismail. di Kaito inilah beliau pernah memiliki satu murid terbaik yang tulisannya menghiasi beberapa tempat di kaito, ia adalah kaligrafer Muhammad Ja’far yang tulisannya ada di makam dalam Masjid Ar-Rifa’i.

Abdullah az-Zuhdi pernah diangkat sebagai guru khot pada Madrasah Khudiwiyah di Kairo, sebelum akhirnya ditugaskan untuk menulis beberapa ayat al-Qur’an dan Kiswah Ka’bah yang dikirim ke Makkah setiap tahunnya. Peninggalan beliau yang lain di kairo adalah tulisan pada sabil “Ummu Abbas” dan di dinding Masjid Ar-Rifa’i di daerah Qal’ah (Benteng) Shalahuddin al-Ayyubi, Kairo. Hingga sekarang tulisan tersebut masih bisa dilihat dan sebagai bukti kepiawaian beliau dalam menulis jaly tsulus.

Baca Juga:   Kesan Mereka Tentang Kaligrafer Hamid Aytac

Beliau wafat pada tahun 1296 H/ 1879 M, dimakamkan di daerah pemakaman Imam Syafi’i, Sayyidah ‘Aisyah, Kairo, termasuk kaligrafer paling menonjol sepanjang abad ke-19.Semoga Allah memberi kelapangan dan menempatkannya di Surga-Nya…amiin, Al-Faatihah..

[muhd nur/ hamidionline] dari berbagai sumber.