Close Menu
Hamidionline

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Hoe je profiteert van bonussen bij Beste Online Casino Zonder Cruks in 2026

    September 4, 2026

    How to navigate No Verification Casinos: a beginner’s guide for UK players

    September 3, 2026

    Beste Online Casino Nederland: De meest lucratieve bonussen en hoe ze te claimen

    September 3, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    HamidionlineHamidionline
    Subscribe
    • Home
    • Ahaly Hamidi
    • Manhaj Hamidi
      • Pencetus
    • Kaligrafer Dunia
    • Event
    • Artikel
    Hamidionline
    Home»Artikel»Meniru (Muhaakaat) Dalam Tradisi Belajar Khot
    Artikel

    Meniru (Muhaakaat) Dalam Tradisi Belajar Khot

    muhd nurBy muhd nurSeptember 7, 2017Updated:February 25, 2019No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    tradisi belajar khot
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email


    Meniru merupakan salah satu cara yang ditempuh seseorang yang sedang belajar khot supaya tulisannya menjadi lebih baik, serta lebih mengetahui beberapa rahasia-rahasia dalam detail huruf dan penyusunannya.

    Meniru dalam khot secara tujuannya ada dua jenis; meniru untuk menguatkan mata, dan meniru dalam rangka menguatkan tangan. Meniru untuk menguatkan mata yaitu dengan cara seseorang meletakkan buku atau tulisan yang akan ditiru di depannya, kemudian mulai memindahkan huruf dan kalimat ke dalam kertas latihan. Dengan demikian maka peran mata sangat besar dalam proses ini. Karena jika seseorang melihat dengan jeli dan detail, maka tulisan hasil meniru pun akan terlihat persis seperti aslinya.

    Sementara jenis kedua adalah meniru untuk menguatkan tangan. Yaitu dengan cara seseorang menjiplak huruf atau kalimat atau karya seseorang dengan bantuan meja kaca atau kertas kalkir. Sehingga seseorang bisa melatih tangannya mengikuti arah dan sudut setiap huruf dengan sedetail mungkin sambil terus belajar rahasia-rahasia yang terdapat pada huruf tersebut.

    Meniru dalam belajar khot dengan demikian memiliki fungsi dan manfaat yang sangat besar. Hanya disayangkan akhir-akhir ini meniru dalam khot menjadi lebih bebas bahkan hampir tanpa batasan-batasan yang wajar. Karena itu, di bawah ini setidaknya ada 3 hal penting yang akan kami sampaikan berkenaan dengan meniru:

    1. Tidak semua tulisan atau karya bisa ditiru. Hanya tulisan dan karya-karya yang sudah diakui kredibilitasnya secara kaidah khot dan kebenaran susunannya saja yang layak untuk ditiru. Selain itu, setiap tingkatan pembelajar memiliki tulisan atau karya yang layak untuk ditiru pada tingkatan tersebut. Seseorang yang baru belajar misalnya, yang masih sulit memegang pena dan menentukan sudut, tidak seharusnya meniru tulisan dengan susunan yang rumit. Karena meskipun meniru, dalam khot tetap dibutuhkan ilmu dan pemahaman, dan tidak sekedar meniru.
    2. Meniru merupakan alat dan sarana, bukan tujuan. Banyak orang yang lama menghabiskan waktu belajarnya untuk terus meniru tulisan, karya, serta buku-buku yang ada. Aktifitas meniru yang berlebih tadi, justru akan membelenggu kreatifitasnya. Orang yang bersangkutan akhirnya tidak bisa berkarya kecuali jika dia meniru karya orang lain, yang berarti dia masih meniru dan belum menulis dengan tulisan dia sendiri. Inilah sebenarnya salah satu sisi negatif meniru, terutama meniru dengan cara menjiplak karya. Dan jika ditimbang-timbang kembali, maka meniru untuk menguatkan mata seperti yang kami sampaikan di atas, jauh lebih bermanfaat dan mendorong seseorang untuk berkembang tulisannya, daripada meniru untuk menguatkan tangan.
    3. Meniru adalah berusaha mendatangkan sesuatu yang mirip, atau lebih bagus, atau mungkin yang berbeda sama sekali. Karena itu, meniru tidak cukup hanya dijadikan bahan untuk menghabiskan waktu untuk menulis sebanyak-banyaknya tanpa tujuan. Karena selain menguatkan tangan dan huruf, meniru juga merupakan bentuk cara seseorang ikut menjaga keindahan tulisan para kaligrafer-kaligrafer besar masa lalu.

    *Dari tulisan Khattath Zaki Al-Hasyimi (kaligrafer Yaman, tinggal di Istanbul). Dialihbahasakan oleh muhammad nur. [muhd nur/ hamidionline.net]

    Berikut contoh taqlid yang dilakukan oleh para kaligrafer besar atas karya kaligrafer lainnya. Terlihat bahwa meniru tidak lantas sama persis, tetapi juga bisa mengubah susunan menjadi lebih bagus dan tentunya dengan kreatifitas.

    meniru zaky hasyimi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleLomba Kaligrafi Nasional (Naskhi), SAKAL 2017
    Next Article Pelatihan Taqhir Kertas Ahaly Hamidi Malang
    muhd nur
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)
    • Instagram

    Memperoleh ijazah di khot diwani, jaly diwani dan nasta'liq (2012), naskhi dan maghribi (2015) dari al-ustadz Belaid Hamidi. Saat ini menetap dan mengajar di PM Darussalam Gontor.

    Related Posts

    Rahasia Arah Jarum Jam dan Metode Menulis Huruf Arab

    April 2, 2021

    Perhatikan Ini Sebelum Memutuskan Untuk Belajar Khot

    February 16, 2020

    Khat Kufi dan Perannya dalam Sejarah Penulisan Al-Qur’an

    February 8, 2020
    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Latest Posts

    Hoe je profiteert van bonussen bij Beste Online Casino Zonder Cruks in 2026

    September 4, 2026

    How to navigate No Verification Casinos: a beginner’s guide for UK players

    September 3, 2026

    Beste Online Casino Nederland: De meest lucratieve bonussen en hoe ze te claimen

    September 3, 2026

    Aviator Game bonuses in 2026: Unlock exclusive rewards for Indian players

    September 3, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Instagram
    • YouTube
    Don't Miss

    Kaligrafer Wanita Dalam Pentas Sejarah

    By muhd nurMay 23, 2016

    Membincang tentang seni kaligrafi, tidak lengkap jika belum menyinggung tentang keberadaan para kaligrafer wanita yang…

    Geliat Indonesia di Lomba Kaligrafi Internasional IRCICA

    May 21, 2016

    Ustadz Dawud Bektasy; Sang Mikroskop Kaligrafi

    May 27, 2016

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    Your source for Arabic calligraphy news, articles, activities, and more. Published by Ahaly Hamidi, a group of Asian calligraphers and students of Master Calligrapher Syeikh Belaid Hamidi.

    Contact us for a partnership.
    Email: info@hamidionline.net.
    Contact: +62 822 4499 7868/+62 852 3632 3355 

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    Update

    Hoe je profiteert van bonussen bij Beste Online Casino Zonder Cruks in 2026

    September 4, 2026

    How to navigate No Verification Casinos: a beginner’s guide for UK players

    September 3, 2026

    Beste Online Casino Nederland: De meest lucratieve bonussen en hoe ze te claimen

    September 3, 2026
    Tahukah Anda

    Jenis Karya Kaligrafi 2 (Muraqqa’ah)

    April 26, 2017

    Sejarah Urutan Huruf Arab dan Peran Nashr bin ‘Ashim

    May 29, 2017

    Mengenal Istilah Kaligrafi; Kurrasah atau Amsyaq?

    May 14, 2017
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Tentang website
    • Disclaimer
    • Site Map
    © 2026 Hamidionline.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.