Close Menu
Hamidionline
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    HamidionlineHamidionline
    Subscribe
    • Home
    • Ahaly Hamidi
    • Manhaj Hamidi
      • Pencetus
    • Kaligrafer Dunia
    • Event
    • Artikel
    Hamidionline
    Home»Artikel»Wejangan Sang Kaligrafer (1)
    Artikel

    Wejangan Sang Kaligrafer (1)

    muhd nurBy muhd nurJanuary 28, 2018No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    yaqut mustashimi
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

    Pengalaman, luasnya ilmu, lamanya bersinggungan langsung dengan pena, tinta dan huruf huruf ayat suci, meninggalkan bekas yang dalam bagi seorang kaligrafer. Mereka mengungkapkan kesan, nasehat dan petuah, tidak hanya semasa aktif bergelut dengan huruf, tapi juga saat saat maut menjemput. Berikut bagian pertama dari wejangan kaligrafer besar yang akan kami tulis secara berseri. Biidznillah.

    Salah seorang penulis ِwahyu, juga Amirul Mu’minin, Ali bin Abi Thalib berpesan supaya orang tua mengajari anaknya menulis, karena menulis merupakan keterampilan paling penting yang harus dimiliki seseorang. Menulis yang beliau maksudkan kemudian dijelaskan dalam riwayat lainnya. Imam Ali bin Abi Thalib pun menjelaskan “Hendaknya kalian bisa menulis dengan baik (husnul khath), karena ia merupakan salah jatu jalan pembuka pintu rejeki”. Lalu beliau pun lebih merinci di manakah husnul khat hendaknya dipelajari. Imam Ali bin Abi Thalib melanjutkan “(rahasia) khat itu tersembunyi pada pengajaran seorang guru, dan kekuatannya ada banyaknya latihan, sementara keabadiannya ada pada agama Islam.

    Beberapa abad setelah itu, seorang kaligrafer besar pada masa Daulah Abbasiyah yang juga bergelar “qiblatu al-kuttab”, ِِJamaluddin Abu al-Majd yang lebih terkenal dengan sebutan Yaqut al-Musta’shimi (w.696), juga meninggalkan nasehat yang hingga saat ini masih lekat. Beliau mengatakan bahwa khot sejatinya adalah seni geometri yang bersumber dari luapan rohani (handasah tugasnya), namun begitu khot terwujud melalui alat yang bersifat materi (alat jusmaniyah). Karena itu beliau lantas melanjutkan bahwa baik tidaknya sebuah tulisan tergantung pada pena; jika kamu siapkan penamu dengan baik, itu berarti kamu telah memperbaiki tulisanmu. Tapi sebaliknya, jika kamu menyepelekan pena, berarti kamu telah merusak tulisanmu”. Pesan yang sangat penting untuk dicatat oleh siapa saja yang belajar khot, bahwa pena adalah aspek penting dalam menulis. Menjaga pena berarti menjamin tulisan bersih dan indah. Di sinilah letak pentingnya menjaga peralatan dalam belajar khot. Dalam istilah yang lebih tepat adalah “ihtiram al-adawat”, menjaga dan merawat serta menghargai pena, serta alat lainnya. Karena hal tersebut merupakan salah satu rahasia, dalam menulis yang benar dan indah. [muhd nur/ hamidionline]

    image credit: http://fnkhatt.blogspot.co.id

    ali bin abi thalib
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleAl-Hafidz Usman; Teladan Dalam Kegigihan Belajar
    Next Article Jaly Diwani Madrasah ٍSami Afandi
    muhd nur
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)
    • Instagram

    Memperoleh ijazah di khot diwani, jaly diwani dan nasta'liq (2012), naskhi dan maghribi (2015) dari al-ustadz Belaid Hamidi. Saat ini menetap dan mengajar di PM Darussalam Gontor.

    Related Posts

    Rahasia Arah Jarum Jam dan Metode Menulis Huruf Arab

    April 2, 2021

    Perhatikan Ini Sebelum Memutuskan Untuk Belajar Khot

    February 16, 2020

    Khat Kufi dan Perannya dalam Sejarah Penulisan Al-Qur’an

    February 8, 2020
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Tentang website
    • Disclaimer
    • Site Map
    © 2026 Hamidionline.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.