Speechless, Indonesia Memborong Juara Pada Pertandingan Kaligrafi Internasional As-Safir Iraq ke-13 2024

Perlombaan kaligrafi bergengsi ini adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh pengelola Masjid Raya Al-Kufah, provinsi Najaf, Iraq. Pada tahun 2023 lalu merupakan penyelenggaraan yang ke-13. Sebagaimana sebelum-sebelumnya, perlombaan ini bertujuan untuk menyemarakkan dan merayakan hari Khat yang diperingati pada bulan Rajab.

Terdapat 6 Jenis khat yang dilombakan, yaitu:
1. Khat Kufi Muwarraq
2. Khat Thuluth
3. Khat Nasakh
4. Khat Diwani
5. Khat Nasta’liq
6. Khat Riq’ah

Adapun dewan juri yang dipilih panitia untuk menilai karya peserta sebanyak 6 orang, yaitu: Ustaz Nabil Husain al-Ma’mury, Ustaz Wastiq al-Hasani al-Abidy, Ustaz Adnan al-Qazzaz, Ustaz Mahfudz Dzannun, dan Ustaz Abbad abu Majdad serta Ustaz Mahfudz Jawwad Zadah.

Berdasarkan hasil penilaian, sebanyak 16 peserta asal Indonesia menyabet juara dalam berbagai kategori. Diantaranya ialah cabang khat Kufi Muwarraq, khat Naskhi, khat Riq’ah, dan khat Diwani.

Continue Reading

Inilah Hasil Lomba Kaligrafi Internasional Fujairah, UAE

Fujairah Fine Arts Academy resmi mengumumkan hasil lomba kaligrafi internasional yang diselenggarakan atas dukungan dari yang mulia syekh Muhammad bin Hamad bin Ahmad asy-Syarqiy, gubernur Fujairah sekaligus ketua dewan majelis akademi. Lomba kali ini diikuti oleh 114 peserta yang berasal dari 26 negara.

Setelah melalui proses penilaian oleh tiga orang juri dari kaligrafer profesional, maka lomba dengan mengirim karya ini menghasilkan 3 pemenang utama ditambah dengan 8 pemenang lain sebagai apresiasi.

Direktur utama Fujairah Fine Arts Academy, Ali Ubaid al-Hafiti menegaskan posisi pentingnya lomba ini. Salah satunya adalah untuk menngali potensi para kaligrafer berbakat dan memotivasi mereka untuk berkreasi menghasilkan karya yang unggul dan mumpuni. Beliau juga menjelaskan bahwa beberapa karya yang masuk ke dalam penjurian memiliki kualitas seni yang bagus, baik dari segi kaidah khot maupun kreativitas dalam membuat susunan huruf dilihat dari sudut bangunan seni rupa. “Pelaksanaan lomba ini memberikan kesempatan luas kepada para kaligrafer untuk tampil di atas panggung akademik. Dengan lomba ini, para kaligrafer menampilkan karyanya terbaiknya, serta membuka peluang untuk berinteraksi dengan penyelenggara lomba yang terhitung salah satu pengusung lomba khot terkemuka saat ini.” Demikian pungkasnya.

Di samping itu, Ali Ubaid juga mengucapkan terimakasih setinggi-tingginya kepada gubernur Fujairah, Syaikh Muhammad bin Hamd bin Muhamamd Al Syarqi, atas arahan dan dukungannya yang tiada henti demi suksesnya agenda-agenda di Fujairah Fine Arts Academy.

Dalam lomba tersebut, keluar sebagai juara pertama, kaligrafer Ali Mamduh dari Mesir, sementara di urutan kedua kaligrafer Irak, Karzan Abu Bakr, dan di urutan ketiga adalah kaligrafer Ahmad Al Hawari dari Mesir, di tambah delapan hadiah penghargaan kepada kaligrafer lainnya.

Selamat kepada semua pemenang, khususnya kaligrafer Indonesia. Semoga pada kesempatan berikutnya kaligafer kita semakin berprestasi. Amin. [muhd nur/hamidionline.net]

Sumber: <https://www.instagram.com/p/CLHT-cVsZNi/?igshid=baa5a73vs354>

Continue Reading

Ahaly Hamidi Sabet Dua Nominasi Sayembera Lomba Design Iluminasi Mushaf Al-Qur’an Digital tingkat Nasional.

Dilansir dari website kemenag bahwa Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Balitbang-Diklat Kemenag mengumumkan pemenang Lomba Nasional Iluminasi Mushaf Al-Qur’an di Gedung Bayt Alquran dan Museum Istiqlal, Jakarta Timur, Jumat 13 November 2020 dan disiarkan langsung cahnnel Youtube Lajnah Kemenag.

Sayembara yang di ikuti 146 peserta itu, menunjukkan kebolehannya dalam menyajikan karya terbaik beserta filosofinya dalam bentuk digital. Kepala LPMQ Muchlis M. Hanafi menambahkan, kompetisi ini bertujuan mencari karya terbaik dalam seni hias iluminasi Al-Qur’an di Indonesia, meningkatkan keterampilan para seniman mushaf, serta meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni mushaf. Ajang ini juga sekaligus untuk mencari desain cover terbaik untuk mushaf Al-Qur’an yang setiap tahun dicetak oleh Kementerian Agama.

“Kita ingin mengapresiasi sekaligus mendorong para seniman hias iluminasi mushaf Al-Qur’an untuk terus mengembangkan kesenian ini. Karya-karya terbaik pemenang lomba akan kita manfaatkan untuk cover mushaf Al-Qur’an,” jelasnya di hadapan dewan hakim, tamu undangan, dan para peserta lomba yang mengikuti secara live dari zoom meeting.

Lomba Nasional Iluminasi Mushaf Al-Qur’an berlangsung sejak 14 Agustus 2020. Pendaftaran dibuka hingga 30 Oktober 2020 dan tercatat ada 146 peserta. Mereka berasal dari berbagai kalangan, mulai kaligrafer, seniman, desain grafis, pelajar, mahasiswa, guru hingga dosen. Peserta juga berasal dari hampir seluruh provinsi yang ada di Indonesia

Lomba Iluminasi Mushaf Al-Qur’an tingkat Nasional ini meliputi satu paket kesatuan karya iluminasi yang terdiri atas konsep karya, sampul/kulit mushaf (depan, punggung, dan belakang), iluminasi awal mushaf (menghiasi Surah al-Fatihah dan awal Surah al-Baqarah), bingkai halaman teks Al-Qur’an, hiasan tepi halaman (menghiasi tanda ‘ain ruku’, hizb, juz, manzil, waqaf lazim, dan sajdah), kepala surah, dan tanda ayat.

Proses penjuarian dilakukan pada 2 – 9 November 2020. Penilaian dilakukan oleh Dewan juri dari kalangan profesional dengan berbagai keahlian, di antaranya: ahli seni mushaf, seni kriya, dan desain grafis. Keriteria penilaian mencakup motif ragam hias, komposisi warna, dan karakter ‘keindonesiaan’.

Sebuah kesyukuran sekaligus kebanggaan bahwa dari nominator yang berhasil menyabet kejuaraan dalam sayembara, terdapat 2 peserta dari keluarga Ahaly Hamidi yang tergabung dalam komunitas belajar kaligrafi menggunakan manhaj hamidi yang di gagas Oleh Syaikh Belaid Hamidi (Maroko) masing-masing meraih nominasi terbaik dua dan tiga. Mereka adalah saudara Rian Yogo Wibowo dan satu peserta lagi tergabung dalam sebuah team. Yaitu: Zainul Mujib, M.Choirul Anas, Misbahul Munir, Khairul Khafidzin, Abdul Fattah dan Bayu yang terkolaborasi dalam satu team bernama Team Sakal Design.

Secara umum, diantara konsep yang diangkat oleh nominator ke dua yaitu mushaf dengan nuansa kebudayaan yang ada di Jawa. Beberapa ragam ornament yang menghiasi design mushaf digital terinspirasi dari mushaf daerah jawa, bangunan adat Jogya, ukiran jawa dengan dominasi warna yang melambangkan ketenangan, keagungan dan keluhuran.

Salah satu unsur penting dalam arsitektur jawa adalah tiang penyangga atau saka. Dalam aplikasinya, saka ini menjadi inspirasi dalam pembuatan punggung sampul mushaf. Sedangkan pintu gebyok merupakan sumber inspirasi dalam pembuatan sampul depan mushaf. Sementara konsep ornament kawung dan pola kain lurik turut serta menghiasi dalam pembentukan visual bunga dalam rancangan ornament mushaf ini. Secara lengkap akan dibahas di judul yang berbeda.

Adapun thema yang diangkat oleh nominator terbaik tiga adalah mushaf Jombangan. Kesempatan sayembara ini digunakan untuk mengangkat kesenian yang ada di daerah Jombang. Mulai dari ornament candi rimbi, bunga cengkeh, bunga sepatu, bunga kopi turut menjadi inspirasi dalam pembuatan design ornament mushaf. Selain itu, dominan warna yang bernuansa ijo-abang juga merepresentasikan nama daerah yaitu (Jombang). Secara lengkap, kajian ini akan di sajikan pada pembahasan berikutnya.

Berikut daftar pemenang yang diumumkan oleh Dr. Achmad Haldani Destiarmand selaku perwakilan dewan juri melalui aplikasi zoom meeting:

Husaini (Juara Satu/hadiah Rp20.000.000),Riyan Yogo Wibowo (Juara Dua/hadiah Rp15.000.000),Zainul Mujib (Juara Tiga/hadiah Rp12.000.000),

  1. Habibullah (Harapan Satu/Rp10.000.000),
  2. Lukman Hakim (Harapan Dua/Rp8.000.000),
  3. Imam Sobar (Harapan Tiga/Rp7.000.000),-

Selain itu, ada 10 juara favorit. Mereka masing-masing berhak menerima hadiah sebesar Rp5.000.000 dengan penerima sebagai berikut:

  1. Muhamad Erik Setiadi
  2. Muhamad Wahyudin
  3. Nana
  4. Anshoruddin Amin
  5. Ahmad Ashof
  6. Nur Syamsi
  7. Rakhmat Abdillah
  8. Dodi,
  9. Sucipto, dan
  10. Ibnuart Nur Iskandar.

Kami ucapkan selamat kepada seluruh pemenang sayembara iluminasi mushaf digital tingkat  nasional yang diadakan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Balitbang-Diklat Kemenag. Semoga prestasi ini memberikan inspirasi kepada seluruh lapisan masyarakat agar selalu mencintai al-Qur’an serta menjaga tradisi dan budaya yang telah diwariskan oleh para pendahulu sebagai kekayaan warisan budaya  yang turut memberikan kontribusi dalam ornament hias mushaf al-Quran Nusantara.
(hamidionline/yasiramrullah)

Continue Reading

Di Singapura, kaligrafer Indonesia kembali berjaya

singapura

Sabtu (17/11) yang lalu, Madrasah al-Junied dan Markaz Bustan Khat di Singapura punya gawe besar. Bekerja sama dengan lembaga IRCICA yang berkedudukan di Istanbul, di hall madrasah dilaksanakan beberapa rentetan kegiatan kaligrafi yang cukup padat pengunjung.

Acara puncak dari rentetan acara tersebut adalah pemberian sertifikat khat oleh IRCICA yang diwakili oleh sekretarisnya, Ustadz Said Kasimoglu, kepada 12 kaligrafer Singapore, dilanjutkan dengan pengumuman hasil lomba kaligrafi tingkat Asean 2018 dan pembagian hadiah.

Hadir pada acara tersebut Ketua Majelis Urusan Tinggi Agama Islam Singapore, Syaikh Ilmi Musa, kepala Madrasah al-Junaid serta beberapa undangan dari asatidz madrasah al-Junaid maupun dari lembaga-lembaga Islam lainnya.

Berikut nama pemengan pada lomba kaligrafi regional Asean IRCICA tahun 2018

Jaly Ta’liq

  1. Muhammad Nur – Indonesia
  2. Nurhayatee Wado – Thailand
  3. M. Rifqo Dzunnunaini – Indonesia

Nasta’liq

  1. Muhammad Zainuddin – Indonesia
  2. Alim Gema Alamsyah – Indonesia
  3. Feri Budiantoro – Indonesia

Jaly Diwani

  1. Muhammad Zainuddin – Indonesia
  2. Nastara Basa – Thailand dan M. Ni’am Masykuri – Indonesia
  3. Ahmad Shobirin – Indonesia dan M. Ja’far Shodiq – Indonesia

Diwani

  1. Nurhayatee Wado – Thailand dan Muhammad Mu’alimin – Indonesia
  2. Feri Budiantoro – Indonesia dan Fitri Dewi Masyitoh – Indonesia
  3. Nur Haziqoh – Singapura dan Nafang Permadi – Indonesia

Riq’ah

  1. Bagus Adi Prayogo – Indonesia dan Inna Nur Jannah – Indonesia
  2. Rohman Amirul Mukminin – Indonesia dan Nafang Permadi – Indonesia
  3. M. Ikbal SA – Indonesia dan Rini Yulia Maulida – Indonesia

 

credit: photo oleh oic-ircica

Continue Reading