Author: muhd nur

Memperoleh ijazah di khot diwani, jaly diwani dan nasta'liq (2012), naskhi dan maghribi (2015) dari al-ustadz Belaid Hamidi. Saat ini menetap dan mengajar di PM Darussalam Gontor.

[dropcap]I[/dropcap]stilah mikroskop kaligrafi yang disematkan kepada Ustadz Dawud Bektasy kami dengar dari Ustadz Belaid Hamidi. Tidak berlebihan jika beliau menjuluki Ustadz Dawud Bektasy dan Ustadz Muhammad Ozcay sebagai mikroskop kaligrafi. Mungkin karena sensitif tingkat tinggi beliau terhadap bentuk huruf

Read More

Nuansa seni ornament yang tinggi terlahir kembali dari tangan kreatif seorang wanita yang brilian. Fatimah Ozcay, anak bungsu dari tiga bersaudara keluarga Ozcay. Keluarga seniman yang tidak hanya menguasai kaidah kaligrafi dan ornament, namun juga mampu menunjukkan kepada

Read More

Membincang tentang seni kaligrafi, tidak lengkap jika belum menyinggung tentang keberadaan para kaligrafer wanita yang ikut berperan penting dalam sejarak tumbuh kembangnya seni mulia ini. Hanya saja, mungkin kurang banyak sumber yang bisa memberikan keterangan dan data yang memuaskan.

Read More

Hasil dari lomba kaligrafi intenasional oleh IRCICA baru saja diumumkan tanggal 17 mei 2016 yang lalu. Karya yang masuk ke meja panitia sebanyak 979 karya dari 688 peserta yang berasal dari 18 negara. Dari karya yang masuk 314 masuk kedalam tahap akhir penjurian dan 112 karya dinyatakan menang. Dari 112 karya yang ada, 5 di ataranya berasal dari Indonesia. Lomba yang diadakan dalam 11 kategori khot ini mengusung nama Hafidz Osman, seorang kaligrafer yang hidup pada abad ke-17. Dalam press rilis resmi di Hotel Dedeman, Istanbul, secara statistic, Iran dengan 23 pemenang adalah Negara yang paling banyak mendapatkan nominasi. Disusul…

Read More

Departemen Kesenian dan Kreatifitas Dewan Mahasiswa Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor mengadakan seminar yang bertema “Metode Pembelajaran Kaligrafi Dengan sistem Ijazah”. Acara ini diadaka di Hall CIOS UNIDA Gontor pada hari Senin, 16 November 2015. Hadir dalam acara ini Syaikh Belaid Hamidi Al Khattath (Maroko). Beliau sudah malang melintang di berbagai dunia tentang pembelajaran  Khot Kaligrafi. Acara ini dibuka  oleh  Wakil Rektor III Dr. Dihyatun Masqon, M.A. Kemudian dilanjutkan acara inti yaitu presentasi Syaikh Belaid Hamidi Al Khattath tentang Khot Kaligrafi. Peserta tidak hanya dari Mahasiswa Darussalam Gontor saja tetapi panitia juga mengundang Mahasiswa/i dan Pondok luar, seperti Mahasiswa IAIRM Walisongo,…

Read More

Berkenaan dengan Agenda 2 tahunan SAKAL (Sekolah Kaligrafi Al Quran), SAKAL mengadakan acara Festival dan Pameran Kaligrafi. yang didalam acara tersebut terdapat rangkaian acara sebagai berikut: 1. Festival Kaligrafi Nasional Tujuan dari festival ini adalah untuk mengidentifikasi sejauh mana perkembangan kaligrafi di Indonesia. Selain itu juga untuk mendorong dan mengembangkan kreativitas para pegiat kaligrafi di seluruh Indonesia. Festival ini hanya berkonsentrasi pada kaligrafi yang memiliki kaidah-kaidah penulisan. Dengan kata lain kaligrafi yang keindahannya tidak lepas dari aturan aturan yang menyelimutinya, yaitu kaligrafi tradisional (classic).Semua karya di tuliskan di atas kertas seperti: muqohhar, yasmine, peacok dll, selain kertas manila dan kertas…

Read More

Ahmad Kamil Aqdik lahir di Istanbul pada tanggal 26 Jumadal Ula 1278 H/ 29 November 1861. Beliau mulai belajar khot selepas menyelesaikan pendidkannya di “Madrasah Rusydiyyah” dan sudah mulai bekerja. Belajar tsuluts dan naskhi kepada kaligrafer ternama, Sami Afandi, dan mendapatkan ijazah setelah belajar selama 4 tahun, dengan hilyah yang dia tulis pada tahun 1301 H. Selain menguasai tsulus dan naskhi, Ahmad Kamil Aqdik juga belajar diwani serta jaly diwani dari guru yang sama, Sami Afandi. Ketika pindah bekerja di “Diwan Hamayuni”, sang guru memintanya untuk mengganti namanya dari Kamil menjadi Hasyim. Karena itu, didapatkan karya Hajj Ahmad Kamil yang ditulis…

Read More