Close Menu
Hamidionline
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    HamidionlineHamidionline
    Subscribe
    • Home
    • Ahaly Hamidi
    • Manhaj Hamidi
      • Pencetus
    • Kaligrafer Dunia
    • Event
    • Artikel
    Hamidionline
    Home»Artikel»Fatimah Ozcay dan Kembalinya Kejayaan Turki Usmani
    Artikel

    Fatimah Ozcay dan Kembalinya Kejayaan Turki Usmani

    muhd nurBy muhd nurMay 24, 2016Updated:January 10, 20181 Comment3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email


    Nuansa seni ornament yang tinggi terlahir kembali dari tangan kreatif seorang wanita yang brilian. Fatimah Ozcay, anak bungsu dari tiga bersaudara keluarga Ozcay. Keluarga seniman yang tidak hanya menguasai kaidah kaligrafi dan ornament, namun juga mampu menunjukkan kepada dunia bahwa kejayaan Turki Usmani itu masih ada. Merekalah tiga serangkai yang disebut-sebut sebagai “mutsallatsul itqaan”. Mereka adalah Muhammad Ozcay, Osman Ozcay (keduanya adalah Khattath) dan Fatimah Ozcay (muzahrifah atau mudzahhibah).

    Fatimah ozcay lahir pada tahun 1970. Belajar zahrafah kepada muzahrifah senior, Dr Fatimah Cicek Derman, isteri dari Dr Musthafa Ugur Derman, seorang sejarahwan dan pakar kaligrafi Turki, yang menjadi rujukan penting para kaligrafer. Dr Cicek Derman-lah yang mendesain zahrofah pada buku Fann al-Khatt karya suaminya. Sebuah buku rujukan yang kaya dengan contoh kaligrafer Turki Usmani sejak zaman awal munculnya khot hingga akhir abad 14 hijriyah

    Setelah kepindahan Fatimah dan keluarga Ozcay ke Istanbul, dia sering berkunjung ke yayasan kebudayaan “Qubbah althi” untuk mengikuti seminar2 yang ada di sana. Berkat dorongan dari kakak tertuanya, Muhammad Ozcay, serta semangat dan kecintaannya kepada seni zahrofah, akhirnya Fatimah berhasil menguasai semua cabang zahrofah dengan detail dan sempurna dalam waktu 2 tahun saja.

    Selain bakat dan kemampuan yang dimilikinya, Fatimah juga sangat beruntung karena menemukan tempat yang subur untuk mengaplikasikan bakat dan kreatifitasnya. Hampir semua karya kaligrafi kedua kakaknya (Muhammad dan Osman) dialah yang menyempurnakan dengan ornament yang sangat indah.

    Warna dan corak yang dia pilih, sesuai dengan ayat dan bentuk kaligrafi yang ditulis sang kakak. Seolah menyempurnakan ruh dari karya yang mereka buat. Sebuah Hilyah Syarifah yang pernah dia hiasi, mengambil waktu setidaknya 2 bulan penuh untuk menyelesaikan zahrafahnya.

    Tangan Fatimah konon tidak pernah berpisah dengan pensil disela-sela waktu kosongnya. Corak bunga-bunga dan daun-daun dia ciptakan dengan bentuk dan kreasi baru yang sangat indah. Dan ketika bentuk tersebut tertuang dengan kuas, mampu menyihir setiap orang yang melihatnya. Sampai-sampai dalam ukurannya aslinya yang sangat kecil pun, Fatimah mampu membuat bentuk yang sangat sempurnya hingga membutuhkan kaca pembesar untuk melihat gradasi warna yang dia ciptakan.

    Dalam karyanya, Fatimah mencoba untuk mengambil inspirasi dari corak zahrafah abad 6 masehi. Dia berhasil mewujudkannya hal itu dalam sapuan kuasnya yang kuat. Percobaan dan karya yang berkesan baginya adalah ketika membuat zahrafah untuk menghias Mushaf tulisan tangan kakanya, Muhammad Ozcay.

    Dengan prestasi dan kepiawaiannya dalam seni zahrafah, beliau sering mengikuti pameran kaligrafi baik di Turki maupun luar Turki. Pada tahun 1996, tiga bersaudara Ozcay mengadakan pameran tunggal yang pernah digelar di markaz IRCICA. Sejak itu, nama Fatimah mendapat pengakuan dan sanjungan dari para pengamat zahrafah di Istanbul. Karya-karyanya pun lantas diburu oleh para kolektor dari berbagai negara.

    Sejarah tidak akan melupakan Turki, sebuah negara yang pernah menjadi pusat Khilafah Islamiyyah. Sebuah kiblat seni yang mengangkat dan menjaga kaligrafi dan zahrafah hingga saat ini. Sudah menjadi kehendak Allah, jika menginginkan generasi Turki terus eksis untuk menjaga seni ini dan diteruskan kepada genarasi Islam di belahan dunia lainnya. [muhd nur/hamidonline.net]

    fatma hamidionline kaligrafi kaligrafi indonesia ozcay tadzhib tezhib zahrafah
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMembangun Nilai Karakter Lewat Manhaj Hamidi.
    Next Article Ustadz Dawud Bektasy; Sang Mikroskop Kaligrafi
    muhd nur
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)
    • Instagram

    Memperoleh ijazah di khot diwani, jaly diwani dan nasta'liq (2012), naskhi dan maghribi (2015) dari al-ustadz Belaid Hamidi. Saat ini menetap dan mengajar di PM Darussalam Gontor.

    Related Posts

    Sebuah Catatan dari The International Cultural Festival of Miniatures and Illuminations 2023

    January 9, 2024

    Launching Lomba IRCICA ke-12 Atas Nama Mustafa Raqim

    June 19, 2021

    Rahasia Arah Jarum Jam dan Metode Menulis Huruf Arab

    April 2, 2021

    1 Comment

    1. Mahbub kholili on May 27, 2016 9:02 am

      Udtads ni di indonesia seni zahrfhnya yang blum ada sanadnya mungkin jnengan bisa bantu nyarikan guru untuk muZahrif di indonsia.

      Reply
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Tentang website
    • Disclaimer
    • Site Map
    © 2026 Hamidionline.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.