Close Menu
Hamidionline
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    HamidionlineHamidionline
    Subscribe
    • Home
    • Ahaly Hamidi
    • Manhaj Hamidi
      • Pencetus
    • Kaligrafer Dunia
    • Event
    • Artikel
    Hamidionline
    Home»Artikel»Jenis Karya Kaligrafi 1 (Qith’ah)
    Artikel

    Jenis Karya Kaligrafi 1 (Qith’ah)

    muhd nurBy muhd nurApril 25, 2017Updated:October 20, 2024No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest WhatsApp Email

    Qith’ah merupakan salah satu bentuk dari karya kaligrafi. Karya kaligrafi sendiri dianggap sebagai buah dari belajar dan latihan keras seorang kaligrafer. Karya kaligrafi identik  dengan sebuah tulisan yang sudah final dan dikerjakan dengan maksimal dalam waktu yang lama, sehingga menjadi sangat  berharga bagi kaligrafer bersangkutan. Bisa jadi merupakan hasil buah pikiran dalam menyusun huruf yang memakan waktu berbulan-bulan yang akhirnya ‘dianggap’ final.

    Karya kaligrafi memang merupakan hasil yang dinikmati dan dengannya seorang kaligrafer diukur kemampuannya. Namun demikian, hendaknya seseorang tidak hanya melihat hasil saja, namun juga proses latihan dan waktu, serta faktor-faktor lainnya.

    Dalam istilah kaligrafi, terdapat beberapa jenis karya. Pada era Usmani misalnya, terdapat berbagai macam penyebutan sebuah karya. Di antaranya adalah karya kaligrafi yang disebut dengan qith’ah.

    Mengenal Istilah Qith’ah

    Qith’ah merupakan salah satu karya kaligrafi yang yang umumnya berbentuk persegi panjang, dengan tulisan memanjang atau bisa juga meninggi. Qith’ah mengandung baris primer dan beberapa baris sekunder yang berurutan dari atas ke bawah.

    Tulisan yang ada dalam qith’ah biasanya terdiri dari dua jenis khot. Baris Primer (paling atas) berisi naskah yang ditulis dengan khot tertentu (biasanya khot tsuluts atau muhaqqad) kemudian berikutnya baris kedua (sekunder) biasanya terdiri dari beberapa baris (antara dua sampai tiga, atau delapan sampai sepuluh), berisi naskah yang ditulis dengan jenis khot lainnya (biasanya naskhi).

    Setelah baris sekunder yang terdiri dari beberapa baris ini, terdapat baris baru lagi, yang biasanya naskah yang terdapat di baris ini, ditulis dengan jenis khot yang sama dengan baris pertama. Pada sisi kiri dan kanan naskah pada baris sekunder (yang berbeda jenis khot serta mata pena tadi) biasanya terdapat ruang kosong yang diisi dengan zahrafah atau hiasan.

    Karya kaligrafi dalam bentuk qith’ah ini telah lama dikenal dan dipakai oleh para kaligrafer era Usmani. Setidaknya terdapat tiga jenis pasangan jenis khot yang dipakai pada qith’ah saat itu. Yaitu suluts-nakshi, muhaqqaq-rayhan, dan tauqi’-riqa’.

    Namun demikian, qith’ah juga bisa ditulis dengan jenis khot lain semisal ta’liq atau nasta’liq. Meskipun, dalam penerapannya dalam nasta’liq sedikit berbeda. Karena naskah tulisan biasanya berbentuk bait syi’ir dalam empat atau enam baris.

    Dari sisi sejarah, karya kaligrafi bentuk qith’ah ini juga telah dikenal oleh para kaligrafer era Abbasiyah di Baghdad; di mana saat itu para kaligrafer juga telah banyak menulisnya. Hanya saja, penyebutannya berbeda, bukan Qith’ah melaina Ruq’ah. Dan hingga saat ini, bentuk Qit’ah ini masih umum dipakai oleh para kaligrafer dalam mengekspresikan seni handasah ruhaniyahnya. [muhd nur/ hamidionline]

    *Disarikan dari buku al-Madrasah al-‘Utsmaniyyah lifannil Khattahil ‘Arabi, Dr. Idham Muhammad Hanas, Maktabah Imam Bukhari, Kairo, 2012, h. 176

    Beberapa contoh qith’ah karya para kaligrafer besar dunia. Di antaranya adalah Syekh Hamdullah al-Amasi, Hafidz Usman, Kadiaskar Musthafa Izzat, Muhammad Syauqi, al-Hajj Ahmad Kamil, dan Musthafa Halim.

    Qith'ah Syekh Hamdullah Amasi
    Qith’ah Syekh Hamdullah Amasi
    Qith'ah Syekh Hamdullah Amasi
    Qith’ah Syekh Hamdullah Amasi
    Qith'ah Syekh Hamdullah Amasi-4
    Qith’ah Syekh Hamdullah al-Amasi
    syekh hamdullah amasi-2
    Qith’ah Syekh Hamdullah Amasi
    Karya Kaligrafi Qithah
    Qit’ah Musthafa Izzat Kadiaskar
    Karya Kaligrafi Qithah
    Qith’ah Musthafa Izzat Kadiaskar
    Karya Kaligrafi Qithah
    Qith’ah Muhammad Syauqi
    Karya Kaligrafi Qithah
    Qith’ah Muhammad Syauqi
    Karya Kaligrafi Qithah
    Qith’ah Muhammad Syauqi
    Karya Kaligrafi Qithah
    Qith’ah Haj Ahmad Kamil
    Karya Kaligrafi Qithah
    Qith’ah Hamid Aytac
    Karya Kaligrafi Qithah
    Qith’ah Hamid Aytac
    Karya Kaligrafi Qithah
    Qith’ah Musthafa Halim
    hafidz usman
    Qith’ah Hafidz Usman

    Sumber foto karya Syekh Hamdullah al-Amasi: www.ward2u.com dan www.mobda3.net

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMengenal Jenis Kaligrafi Arab; Khot Riq’ah
    Next Article Jenis Karya Kaligrafi 2 (Muraqqa’ah)
    muhd nur
    • Website
    • Facebook
    • X (Twitter)
    • Instagram

    Memperoleh ijazah di khot diwani, jaly diwani dan nasta'liq (2012), naskhi dan maghribi (2015) dari al-ustadz Belaid Hamidi. Saat ini menetap dan mengajar di PM Darussalam Gontor.

    Related Posts

    Mengenal Istilah al-Aqlam as-Sittah

    September 21, 2023

    Rahasia Arah Jarum Jam dan Metode Menulis Huruf Arab

    April 2, 2021

    Perhatikan Ini Sebelum Memutuskan Untuk Belajar Khot

    February 16, 2020
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    • Tentang website
    • Disclaimer
    • Site Map
    © 2026 Hamidionline.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.