Syaikh Hamdullah al-Amasi; Penerus Yaqut al-Musta’shimi

Nama beliau adalah Hamdullah al-Amasi bin Syekh Mustafa Dadah al-Amasi, lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Syekh. Orang tuanya pindah dari Bukhara ke Amasiyah, kemudian bertempat tinggal dan menetap di sana. Syekh Hamdullah lahir tahun 840 H kemudian belajar ilmu-ilmu agama dan mulai menyukai khot ketika belajar kepada gurunya, Khairuddin al-Mar’asyi.

Syaikh Hamdullah hidup pada era pemerintahan Sultan Beyazid II hingga pemerintahan Sulaiman Khan. Saat itulah, mayoritas kaligrafer mengikuti kaidah dan cara menulis Syekh Hamdullah, karena berhasil mengembangkan al-Aqlam as-Sittah sehingga tulisannya bagus dan indah. Karena itu beliau dianggap sebagai “madrasah” pertama dalam silsilah kaligrafer Turki Usmani, dan pewaris serta penerus kejayaan khot era Abbasiyah yang berakhir pada Yaqut al-Musta’shimi.

Selain menulis, Syaikh Hamdullah juga dikenal piawai dalam mengajar. Kepiawaian beliau dalam menulis telah meninggalkan banyak warisan berupa karya-karya ‘abadi’. Di antaranya adalah mushaf sebanyak 47 buah dalam berbagai ukuran, juga menulis buku “Masyariqul Anwar”, serta menulis tidak kurang dari 1000 naskah surat al-An’am, al-Kahfi, juga Juz ‘amma dan buku-buku lainnya, disamping menulis banyak sekali muraqqa’ at dan qitha’. Bukti lain atas tulisan beliau yang langgeng hingga saat ini bisa ditemukan di masjid Sultan Beyazid, tepatnya berada di mihrab, kubah, serta di pintu tengah, dan beberapa tempat lainnya.

Beliau meninggal dunia pada 926 H, dimakamkan di Uskudar. Biografi beliau bisa ditemukan di beberapa buku dalam bahasa Turki seperti “Dauha al-Kuttab” serta buku lainnya. Rahimahullah, rahmatan wasi’atan, amiin. [muhd nur/hamidionline.net]

Credit:
Ahmad Shabri Zaid, Tarikh Khot Arabiy wa A’lamul Khattahin, (Darul Fadhilah, Kairo, 2009)
ward2u.com, hrofiat.com, youm7.com, ar.wikipedia.org

Continue Reading

Kaligrafer – Muhammad Syafiq

Muhammad Syafiq lahir di Istanbul pada tahun 1235 H/ 1820 M. Pada awalnya beliau belajar tsuluts dan naskhi dari Ali Washfi Afandi, kemudian belajar kepada pamannya Kadiaskar Musthafa Izzat. Muhammad Syafiq dikenal sebagai khattath yang pandai dalam menulis dengan tarkib bertumpuk. Beliau menguasai diwani dan jaly diwani dengan baik.
Mempunyai gelar “Mu’allim husni al-khatt”.

Muhammad Syafiq mengajar murid-muridnya yang juga berhasil menjadi khattath yang mutqin. Di antaranya adalah al-khattath Ahmad Arif al-Falbawi, Hasan Ridha Afandi, dan Umar Faiq. Muhammad Syafiq meninggal di Istanbul pada tahun 1297 H/ 1880 M, dimakamkan di pemakaman Yahya Afandi daerah Besiktas.

Beberapa karya yang ditinggalkannya bisa ditemukan di Masjid Bursa, Turki, disamping juga mushaf kamil 30 juz dengan khat naskhi. Setiap juz dijilid dengan sangat bagus. Mushaf ini ditulis pada tahun 1286 H, kemudian diwakafkan ke Masjid Nabawi. Di samping itu juga banyak karya berbentuk lauhah, muraqqa’at maupun qitha’ yang darinya bisa kita simpulkan bahwa beliau mempunya huruf-huruf yang sangat kuat pada tulisannya.
Semoga kita semua bisa meneladani dan menjadi penerusnya. Amin. [muhd nur/ hamidionline] dari berbagai sumber.

Continue Reading