Launching Lomba IRCICA ke-12 Atas Nama Mustafa Raqim

Kabar gembira untuk semua pegiat kaligrafi dunia bahwa Research Centre for Islamic History, Art and Culture (IRCICA) kembali mengadakan lomba kaligrafi Internasional yang telah rutin diadakan selama tiga tahun sekali sejak tahun 1986. Tahun ini merupakan perlombaan yang ke dua belas dengan mengambil nama khattat Mushtafa Raqim sebagai thema lomba. Tujuan diadakannya perlombaan ini adalah untuk menghidupkan kembali spirit seni Islam klasik dan juga untuk memberikan semangat kepada para kaligrafer untuk berkarya dengan berpacu pada kaidah khat yang telah ditetapkan.

Selain itu, perlombaan ini juga sebagai ajang silaturahmi dan untuk saling berbagi pengalaman antar pegiat kaligrafi. Untuk itu, Research Centre for Islamic History, Art and Culture (IRCICA) mengundang kepada seluruh seniman kaligrafer untuk ikut serta memeriahkan ajang yang bergengsi ini. Total hadiah yang disediakan oleh Panitia lomba sebesar $186.000 dengan rincian sebagaimana ada dalam website resmi IRCICA.

Selain itu, juga akan diberikan juara apresiasi kepada 30 peserta, masing-masing akan menerima hadiah sebesar $1.000.
Dewan hakim yang akan menilai karya peserta terdiri dari:
1. Prof. Dr. Mahmud A Erol Kilic, Direktur IRCICA
2. Abdulridha Baheya Dawood, Prof. Dr., Master of calligraphy, Iraq
3. Belaid Hamidi, Master Kaligrafi, Morocco
4. Davut Bektaş, Master Kaligrafi, Turkey
5. Fuat Başar, Master Kaligrafi, Turkey
6. Mehmed Özçay, Master Kaligrafi, Turkey
7. M. Jalil Rasouli, Master Kaligrafi, Iran
8. Mosaad Mostafa M. Khodeir, Master Kaligrafi, Mesir
9. Ubeyde Albanki, Master Kaligrafi, Syria

Sementara Dewan kehormatan pada perlombaan ini adalah:
1. Ahmed Ziya İbrahim, Master Kaligrafi, Saudi Arabia
2. Hasan Çelebi, Master Kaligrafi, Turkey
3. Dr. Mohammed Cherifi, Master Kaligrafi, Algeria
4. Prof. Dr. Muhittin Serin, Master Kaligrafi, Turkey
5. Prof. Mustafa Uğur Derman, Pakar Kaligrafi, Turkey
Adapun cabang lomba yang akan dilombakan adalah Tsuluts Jaly, Tsuluts, Naskhi, Muhaqqaq, Tsuluts-Naskhi, Ta’liq Jaly, Taliq, Diwani Jaly, Diwani dan Kufi.

Beberapa tanggal penting yang perlu dicatat adalah:
1. Pengumuman perlombaan : Juni 2021
2. Registrasi terakhir : 31 Desember 2021
3. Pengumpulan karya terakhir : 20 Maret 2022
4. Pengumuman Lomba : Mei 2022

Karya yang sudah siap dapat dikirim ke alamat sekretariat IRCICA sebagai berikut:

Said KASIMOĞLU
Research Centre for Islamic History, Art and Culture (IRCICA) Alemdar Cad., Bâbıâli girişi, no: 15, Cağaloğlu, Fatih-Istanbul / Türkiye
Phone: +90 212 402 00 00 (401) calligraphy@ircica.org www.ircica.org

Untuk informasi terkait dengan naskah lomba dan lainnya anda dapat mendownload booklet yang telah disiapkan oleh panitia (link booklet) atau kunjungi alamat web berikut iniberikut ini

Kami dari keluarga Ahaly Hamidi mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh peserta kaligrafi yang akan mengikuti perlombaan ini, semoga momen ini dapat menjadi sarana untuk saling berbagi ilmu dan pengalaman diantara para kaligrafi. (hamidionline.yasir)

Continue Reading

Indonesia Kembali Menorehkan Prestasi di Lomba IRCICA 2019

Hari sabtu, 20/04 merupakan hari yang ditunggu sebagian besar kaligrafer di seluruh belahan dunia. Sore itu, 15.00 waktu Istanbul atau pukul 19.00 berlangsung pengumuman pemenang lomba kaligrafi IRCICA ke-11.

Setelah sekitar 45 menit acara dimulai, beberapa nama pemenang mulai terdengar dari live streaming oleh akun Instagram ketebeorg. Merupakan kesyukuran dan kebanggaan besar bagi kaligrafer Indonesia secara umum, bahwa tahun ini ada 3 kaligrafer tanah air yang berhasil menjuarai lomba bergengsi ini. Mereka yang berprestasi tahun ini adalah:

  1. Teguh Prastio, Jaly Sulus, peringkat 2
  2. Nafang Utama, Jaly Diwani, peringkat 2
  3. Nafang Utama, Diwani, peringkat 1
  4. Muhammad Hilal, Diwani, peringkat 2

Ustadz Teguh Prastio bukanlah nama asing bagi pecinta kaligrafi tanah air. Pun, prestasinya kali ini bukan yang pertama di kancah internasional. Sudah beberapa kali, kaligrafer rendah hati serta ramah dan murah dalam berbagi ilmu ini memotivasi kaligrafer-kaligrafer muda Indonesia dengan segudang prestasinya. Banyak prestasi lomba skala nasional, Asean, hingga Internasional yang berhasil beliau raih, terutama pada kategori Jaly Tsulus. Kategori yang selama ini di perlombaan IRCICA didominasi oleh kaligrafer Turki dan Mesir, berhasil beliau takhlukkan. Beliau saat ini aktif mengajar dan berkarya di Pesantren Kaligrafi al-Qur’an (LEMKA) Kota Sukabumi. Selamat ustadz!!

Demikian juga dengan Saudara Nafang Utama. Kaligrafer yang tidak jarang membuat kagum juri dengan tarkib yang ‘out of the box’ pada beberapa lomba kaligrafi ini juga sering memenangi lomba tingkat regional, nasional, hingga lomba IRCICA regional di Singapura. Beberapa lomba pada khot riq’ah, diwani, dan jaly diwani sering dimenanginya. Terakhir adalah peringkat pertama pada Musabaqah Kaligrafi Jaly Diwani tingkat nasional yang diadakan oleh HMP-Ilmu Hadis Uinsa Surabaya, Februari lalu. Dengan berbagai prestasi tersebut, tidak heran jika tahun ini berhasil memetik hasilnya dengan dua juara pada kategori diwani dan jaly diwani sekaligus. Saat ini, Nafang Utama masih menyelesaikan belajar khot sekaligus mengajar dengan Manhaj Hamidi di Sekolah Kaligrafi Al-Qur’an (SAKAL) Jombang di bawah bimbingan al-Ustadz Athoillah. Selamat untuk ustadz Nafang, Ustadz Athoillah dan SAKAL!.

Sedangkan Saudara Muhammad Hilal, adalah salah satu murid dari Ustadz Muhammad Zainuddin yang saat ini tinggal di Depok. Belum genap satu tahun setengah belajar, namun sudah menunjukkan hasil yang luar biasa. Kekuatan hurufnya serta kerapihan dan bersih dalam tanfidz menjadi kunci kesuskesan karyanya mencuri perhatian juri dan berada di urutan kedua setelah ustadz Nafang. Kaligrafer kita selain pribadi yang santun dan kalem, juga mempunyai disiplin tinggi dan kemauan yang keras. Bahkan dalam keadaan hujan deras pun, masih menyempatkan diri untuk datang ke rumah menyetor pelajaran, demikian kesan sang guru, Ustadz Zainuddin. Tidak heran jika kegigihannya berbuah manis dengan peringkat ke-2 pada kategori diwani. Likulli mujtahid nashiib..

Lomba ke 11 yang diadakan oleh IRCICA tahun ini membawa nama kaligrafer besar Muhammad Syauqi Afandi. Telah resmi diumumkan hari sabtu kemarin. Kita tunggu even besar selanjutya. Kami ucapkan selamat kepada para pemenang, dan tetap semangat kepada kaligrafer semua yang belum berkesempatan pada kali ini. Selamat mengukir prestasi yang lebih baik di masa yang akan datang. [muhdnur/hamidionline]

Continue Reading

Di Singapura, kaligrafer Indonesia kembali berjaya

singapura

Sabtu (17/11) yang lalu, Madrasah al-Junied dan Markaz Bustan Khat di Singapura punya gawe besar. Bekerja sama dengan lembaga IRCICA yang berkedudukan di Istanbul, di hall madrasah dilaksanakan beberapa rentetan kegiatan kaligrafi yang cukup padat pengunjung.

Acara puncak dari rentetan acara tersebut adalah pemberian sertifikat khat oleh IRCICA yang diwakili oleh sekretarisnya, Ustadz Said Kasimoglu, kepada 12 kaligrafer Singapore, dilanjutkan dengan pengumuman hasil lomba kaligrafi tingkat Asean 2018 dan pembagian hadiah.

Hadir pada acara tersebut Ketua Majelis Urusan Tinggi Agama Islam Singapore, Syaikh Ilmi Musa, kepala Madrasah al-Junaid serta beberapa undangan dari asatidz madrasah al-Junaid maupun dari lembaga-lembaga Islam lainnya.

Berikut nama pemengan pada lomba kaligrafi regional Asean IRCICA tahun 2018

Jaly Ta’liq

  1. Muhammad Nur – Indonesia
  2. Nurhayatee Wado – Thailand
  3. M. Rifqo Dzunnunaini – Indonesia

Nasta’liq

  1. Muhammad Zainuddin – Indonesia
  2. Alim Gema Alamsyah – Indonesia
  3. Feri Budiantoro – Indonesia

Jaly Diwani

  1. Muhammad Zainuddin – Indonesia
  2. Nastara Basa – Thailand dan M. Ni’am Masykuri – Indonesia
  3. Ahmad Shobirin – Indonesia dan M. Ja’far Shodiq – Indonesia

Diwani

  1. Nurhayatee Wado – Thailand dan Muhammad Mu’alimin – Indonesia
  2. Feri Budiantoro – Indonesia dan Fitri Dewi Masyitoh – Indonesia
  3. Nur Haziqoh – Singapura dan Nafang Permadi – Indonesia

Riq’ah

  1. Bagus Adi Prayogo – Indonesia dan Inna Nur Jannah – Indonesia
  2. Rohman Amirul Mukminin – Indonesia dan Nafang Permadi – Indonesia
  3. M. Ikbal SA – Indonesia dan Rini Yulia Maulida – Indonesia

 

credit: photo oleh oic-ircica

Continue Reading

Lomba Kaligrafi oleh IRCICA dan The Bustan Khat, Singapore 2018

ircica-bustan khat

Kabar gembira bagi para kaligrafer Tanah Air khususnya, dan kaligrafer di Asia Tenggara pada umumnya, karena pada 24 April yang lalu IRCICA bekerjasama dengan The Bustan Khat, dan Madrasah Al-Junaid di Singapore telah mengumumkan lomba kaligrafi tingkat regional Asia Tenggara. Pendaftaran via online untuk lomba dalam dalam empat kategori, yakni Riq’ah, Diwani, Jaly Diwani dan Nasta’liq/ Jaly Ta’liq ini masih terbuka hingga akhir Juli 2018 mendatang.

Lomba yang dilaksanakan di bawah arahan langsung dari Direktur IRCICA, Dr Halit Eren ini menunjuk beberapa orang dewan kaligrafer sebagai dewan juri. Mereka adalah:

  1. Mr. Belaid Hamidi dari Maroko
  2. Mr. Efdaluddin Kılıç dari Turki
  3. Mr. ‘Athoullah dari Indonesia
  4. Mr. Muhammad Nasrullah Refa’ie, Singapore.

Lomba ini juga merupakan bentuk apresiasi IRCICA terhadap perkembangan kaligrafi di Asia Tenggara yang cukup signifikan. Karena itu tidak berlebihan jika koordinator pada lomba regional IRCICA ini diserahkan kepada sekretaris IRCICA Mr. Sa’id Kasmoğlu dibantu oleh juga salah satu pengajar di the Bustan Khat, Mr. Muhammad Nasrullah Refa’ie.

Berikut kalender lomba secara umum:

  • Pengumuman lomba, 24 April 2018
  • Terakhir pendaftaran, 30 July 2018
  • Terakhir penyerahan karya, 30 September 2018
  • Penjurian, 17 November 2018
  • Pengumuman dan pemberian hadiah, 19 November 2018

Untuk informasi lebih lanjut silahkan membuka tautan resmi The Bustan Khat berikut, dan untuk booklet lomba bisa anda di sini .

Continue Reading