Workshop Kaligrafi dan Tadzhib; Semangat Baru dari Pusaka Pati

pusaka pati

Senin kemarin 9/7/2017 ada kesibukan yang tidak biasa di gedung Haji Pati. Hari itu diselenggarakan kegiatan Lomba Kaligarafi Nasional serta Workshop Kaligrafi dan Tadzhib yang diprakarsai oleh Pusat Sanggar Kaligrafi Pati (PUSAKA), binaan dari Ikatan Persaudaraan Qori’ Qori’ah Hafidz Hafidzah (IPQOH), yang bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Tengah, Kementrian Agama, dan PT. Fath Travel dan Umrah.Senin kemarin 9/7/2017 ada kesibukan yang tidak biasa di gedung Haji Pati. Hari itu diselenggarakan kegiatan Lomba Kaligarafi Nasional serta Workshop Kaligrafi dan Tadzhib yang diprakarsai oleh Pusat Sanggar Kaligrafi Pati (PUSAKA), binaan dari Ikatan Persaudaraan Qori’ Qori’ah Hafidz Hafidzah (IPQOH), yang bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Tengah, Kementrian AGAMA, dan PT. Fath Travel dan Umrah.

Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan ternyata memang telah dirancang jauh-jauh hari, bahkan sekitar 4-5 bulan sebelumnya. “Kegiatan ini memang sudah direncakan oleh temen-temen PUSAKA, sekitar akhir Desember 2016 hingga awal Januari 2017. Yaitu ketika saya diundang ke Turki saat penerimaan hadiah saat memenangkan Lomba Kaligrafi kemarin. Pada saat itu saya berbincang-bincang dengan Ustadz Sahriyansah, kaligrafer asal Indonesia yang sekarang menetap di Turki, dimana beliau juga kerap mengharumkan nama Indonesia pada prestasi yang dicapainya” ungkap Ust. Huda Purnawadi. Beliau menambahkan bahwa acara ini juga sebagai salah satu pemanfaatan waktu ketika ust. Sahriyansah Sirojuddin bersama istri saat berkunjung ke Indonesia. “Insya Allah, ketika lebaran nanti, kami beserta keluarga akan berkunjung ke Indonesia, kebetulan juga ada acara keluarga, jika memungkinkan, coba buat acara yang berkaitan dengan kaligrafi atau semacamnya, untuk keperluan nanti kita bisa usahakan”, lanjut ust. Huda menirukan perbincangannya dengan Ustadz Syahriansyah saat pertemuan keduanya di Turki.

 

pusaka pati -1
Ustadz Syahriansyah dan Ustadzah Fatma ketika menyampaikan materi Workshop.

Acara workshop kaligrafi dan tahdzib ini menarik perhatian para peserta, karena memang menghadirkan sumber pemateri yang kompeten dari Turkey yaitu Ustadz Sahrianyah Sirojuddin beserta sang isteri, Ustadzah Fatma Ulusoy. Dalam workshopnya, beliau menjelaskan akan pentingnya belajar kaligrafi dengan guru, dengan metode khusus. Salah satunya adalah metode taqlidy yang merupakan metode percepatan, terutama bagi para pemula. Metode ini sangat membantu para pembelajar agar dapat mempelajari kaligrafi dan keilmuannya dengan lebih sistematis.

Baca Juga:   Syaikh Hasan Celebi; Sang Guru Generasi Baru

Workshop yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti daerah sekitar Jawa Tengah, Jawa Timur, Padang, Jakarta, Sukabumi, Kalimantan dan daerah-daerah lainnya. Sedangkan jumlah peserta yang mengikuti lomba kaligrafi nya yaitu 35 peserta, dengan cabang lomba pada Jaly – Tsuluts. Syukurnya, kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik meskipun hanya ditangani oleh sekitar 50 panitia yang berasal dari para santri dan mahasiswa dari STAI Pati.

Pada hari yang sama, pemenang Lomba Kaligrafi Tingkat Nasional Tahun 2017 yang diselenggarakan oleh PUSAKA Pati, juga diumumkan tepat sebelum workshop dilaksanakan. Berikut daftar para juara:

Juara Utama

  1. Teguh Prastio. Sukabumi, Jawa Barat.
  2. Muhammad Mu’allimin. Demak, Jawa Tengah.
  3. M Samsudin. Sanyeran, Jambi.

Juara Harapan

  1. Ahmad Ashof. Bantul, Jogjakarta.
  2. Ahmad Syarwani. Kotawaringin Timur, Kalimantang Tengah.
  3. M. Hendrik Saputra. Sukabumi, Jawa Barat.
juara pusaka pati
Para pemenang lomba berpose bersama usai pengumuman.

Harapan ke depan, adanya acara ini diharapkan dapat membantu para pecinta kaligrafi Indonesia agar terus mengikuti perkembangan kaligrafi bertaraf Internasional dan bukan hanya fokus kepada MTQ yang selama ini menjadi perhatian mereka. Karena di luar sana masih banyak sekali jenis seni kaligrafi yang juga perlu dipelajari diikuti. Dengan demikian, dapat membantu mengenalkan seni kaligrafi Islam klasik dan tedzib yang selama ini hanya dianggap biasa-biasa saja. Selain itu, direncanakan acara seperti ini menjadi agenda rutin PUSAKA yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Demikian tutup Ustadz Huda Purnawadi. [Yasir Amrullah/hamidionline]