Wejangan Sang Kaligrafer (1)

88
yaqut mustashimi

Pengalaman, luasnya ilmu, lamanya bersinggungan langsung dengan pena, tinta dan huruf huruf ayat suci, meninggalkan bekas yang dalam bagi seorang kaligrafer. Mereka mengungkapkan kesan, nasehat dan petuah, tidak hanya semasa aktif bergelut dengan huruf, tapi juga saat saat maut menjemput. Berikut bagian pertama dari wejangan kaligrafer besar yang akan kami tulis secara berseri. Biidznillah.

Salah seorang penulis ِwahyu, juga Amirul Mu’minin, Ali bin Abi Thalib berpesan supaya orang tua mengajari anaknya menulis, karena menulis merupakan keterampilan paling penting yang harus dimiliki seseorang. Menulis yang beliau maksudkan kemudian dijelaskan dalam riwayat lainnya. Imam Ali bin Abi Thalib pun menjelaskan “Hendaknya kalian bisa menulis dengan baik (husnul khath), karena ia merupakan salah jatu jalan pembuka pintu rejeki”. Lalu beliau pun lebih merinci di manakah husnul khat hendaknya dipelajari. Imam Ali bin Abi Thalib melanjutkan “(rahasia) khat itu tersembunyi pada pengajaran seorang guru, dan kekuatannya ada banyaknya latihan, sementara keabadiannya ada pada agama Islam.

Beberapa abad setelah itu, seorang kaligrafer besar pada masa Daulah Abbasiyah yang juga bergelar “qiblatu al-kuttab”, ِِJamaluddin Abu al-Majd yang lebih terkenal dengan sebutan Yaqut al-Musta’shimi (w.696), juga meninggalkan nasehat yang hingga saat ini masih lekat. Beliau mengatakan bahwa khot sejatinya adalah seni geometri yang bersumber dari luapan rohani (handasah tugasnya), namun begitu khot terwujud melalui alat yang bersifat materi (alat jusmaniyah). Karena itu beliau lantas melanjutkan bahwa baik tidaknya sebuah tulisan tergantung pada pena; jika kamu siapkan penamu dengan baik, itu berarti kamu telah memperbaiki tulisanmu. Tapi sebaliknya, jika kamu menyepelekan pena, berarti kamu telah merusak tulisanmu”. Pesan yang sangat penting untuk dicatat oleh siapa saja yang belajar khot, bahwa pena adalah aspek penting dalam menulis. Menjaga pena berarti menjamin tulisan bersih dan indah. Di sinilah letak pentingnya menjaga peralatan dalam belajar khot. Dalam istilah yang lebih tepat adalah “ihtiram al-adawat”, menjaga dan merawat serta menghargai pena, serta alat lainnya. Karena hal tersebut merupakan salah satu rahasia, dalam menulis yang benar dan indah. [muhd nur/ hamidionline]

Baca Juga:   Lomba Kaligrafi oleh IRCICA dan The Bustan Khat, Singapore 2018

image credit: http://fnkhatt.blogspot.co.id