Syaikh Hamdullah al-Amasi; Penerus Yaqut al-Musta’shimi

141

Nama beliau adalah Hamdullah al-Amasi bin Syekh Mustafa Dadah al-Amasi, lebih dikenal dengan sebutan Ibnu Syekh. Orang tuanya pindah dari Bukhara ke Amasiyah, kemudian bertempat tinggal dan menetap di sana. Syekh Hamdullah lahir tahun 840 H kemudian belajar ilmu-ilmu agama dan mulai menyukai khot ketika belajar kepada gurunya, Khairuddin al-Mar’asyi.

Syaikh Hamdullah hidup pada era pemerintahan Sultan Beyazid II hingga pemerintahan Sulaiman Khan. Saat itulah, mayoritas kaligrafer mengikuti kaidah dan cara menulis Syekh Hamdullah, karena berhasil mengembangkan “aqlam sittah” sehingga tulisannya bagus dan indah. Karena itu beliau dianggap sebagai “madrasah” pertama dalam silsilah kaligrafer Turki Usmani, dan pewaris serta penerus kejayaan khot era Abbasiyah yang berakhir pada Yaqut al-Musta’shimi.

Selain menulis, Syaikh Hamdullah juga dikenal piawai dalam mengajar. Kepiawaian beliau dalam menulis telah meninggalkan banyak warisan berupa karya-karya ‘abadi’. Di antaranya adalah mushaf sebanyak 47 buah dalam berbagai ukuran, juga menulis buku “Masyariqul Anwar”, serta menulis tidak kurang dari 1000 naskah surat al-An’am, al-Kahfi, juga Juz ‘amma dan buku-buku lainnya, disamping menulis banyak sekali muraqqa’ at dan qitha’. Bukti lain atas tulisan beliau yang langgeng hingga saat ini bisa ditemukan di masjid Sultan Beyazid, tepatnya berada di mihrab, kubah, serta di pintu tengah, dan beberapa tempat lainnya.

Beliau meninggal dunia pada 926 H, dimakamkan di Uskudar. Biografi beliau bisa ditemukan di beberapa buku dalam bahasa Turki seperti “Dauha al-Kuttab” serta buku lainnya. Rahimahullah, rahmatan wasi’atan, amiin. [muhd nur/hamidionline.net]

Credit:
Ahmad Shabri Zaid, Tarikh Khot Arabiy wa A’lamul Khattahin, (Darul Fadhilah, Kairo, 2009)
ward2u.com, hrofiat.com, youm7.com, ar.wikipedia.org