Syaikh Belaid Hamidi Kukuhkan 20 Kaligrafer Dengan Ijazah di Uinsa Surabaya

workshop uinsa

Surabaya- Sebanyak dua puluh pelajar dan mahasiswa (putra dan putri), dari berbagai daerah dikukuhkan sebagai kaligrafer dengan menerima Ijazah Khat dari Syaikh Belaid Hamidi. Ijazah khat ini diserahkan langsung dalam kesempatan acara Marosim Ijazah Khot yang digelar oleh Ikatan Qori’ Qori’ah Mahasiswa UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, pada Kamis (9/8).

Khattat/Khattatah yang memperoleh anugerah ijazah, enam diantaranya memperoleh ijazah pada jenis khat Diwani Jali, dua belas pada jenis khat Riq’ah, sebagian lainnya diwani dan satu orang khattatah pada jenis Khat Maghribi.

Masing-masing adalah yaitu Muhammad Choirul Anas (Diwani Jaly), Abdul Hayyi Musthafa (Diwani, Diwani Jaly), Habibudin (Riq’ah, Diwani, Diwani Jaly), Ahmad Yasir Amrullah (Diwani Jaly), Zainul Mujib (Diwani Jaly), Nafang Permadi (Diwani jaly), Muhammad Iqbal (Riq’ah), Siti farhanah (Riq’ah dan Diwani), Rohman Amirul Mukminin (Diwani), Fajar Al-Hadi Mughni (Riq’ah), Mar’atus Sholihah (Riq’ah), Fakhruddin Dzikri (Riq’ah), Rahmad Syarifuddin Hidayat (Riq’ah), Ahmaad kamil Fadholi (Riq’ah), Siti Aisya (Riq’ah), Sarifudin (Riq’ah), Muhammad Abbas bin Amir (Riq’ah), Alfiyan Arif (Riq’ah), Siska itayana (Riq’ah) dan Ulin Nikmah (Maghribi).

Adapun penyerahan ijazah ini terselenggara melalui acara yang dikemas dengan Workshop Internasional bertajuk “Khat: Disiplin Ilmu dan Seni”. Hadir sebagai narasumber adalah direktur SAKAL Jombang Ust. Atho’illah, Ust. Bambang dari Malang, serta Syaikh Belaid Hamidi dari Maroko, dan Dr. Abdullah Futiny asal Saudi Arabia.

Hampir seratus peserta dari berbagai kalangan, seperti pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik dan pegiat kaligrafi. Dari berbagai penjuru daerah dalam negeri dan luar negeri ikut memeriahkan acara tersebut, seperti peserta asal dari Jombang, Jember, Malang, Surabaya, Gontor, Sleman, Cina dan juga dari negara Thailand.

Baca Juga:   Al-Khattath Al-Hafidz Usman (1642-1698 M)

Seorang Khattat yang telah memperoleh ijazah, Zainul Mujib mengaku senang dan bersyukur karena telah menyelesaikan belajar pada Jaly Diwani dan mendapatkan ijazah. Bagi khattat asal SAKAL Jombang ini, setidaknya ijazah yang telah dia peroleh bersama para mujazun lainnya, telah membuktikan bahwa metode belajar khat/seni kaligrafi yang dikembangkan oleh Syaikh Belaid Hamidi bisa diterima dan bahkan berkembang pesat melalui berbagai Madrasah Khat serta Markaz-markaz Khat yang telah aktif dan tersebar di penjuru Nusantara.

“Anugerah Ijazah ini bisa menjadi sprit bagi kami, tidak hanya untuk meningkatkan minat dalam bidang pembelajaran kaligrafi, tapi juga sebagai wadah untuk menggali potensi dan agar lebih berinovasi pada bidang kaligrafi.” ungkap Mujib dengan penuh semangat.
Sementara, usai pemberian anugerah ijazah, kegiatan ini dilanjut dengan pameran kaligrafi, hasil karya dari proses pembelajaran dengan Manhaj Taqlidy Hamidi. Sebagai pamungkasnya di akhir acara, ditutup dengan pengumuman lomba Musabaqah Khat Riq’ah Nasional.

Syekh Belaid Hamidi sebagai pencetus Manhaj Hamidi, pada sambutan resmi dan di sela-sela acara selalu memberi motivasi dan dukungan terhadap pengembangan khot di Indonesia. Kaligrafer dan Juri kaligrafi pada IRCICA yang saat ini menetap di Darul Qur’an, Tangerang ini selalu menekankan satu hal dalam belajar khot; yaitu sabar, sabar dan sabar. [A. Yasir Amrullah/hamidionline.net]