Sudahkah Anda Daftar Kompetisi IRCICA?

412

Even kompetisi kaligrafi tiga tahunan, sekaligus lomba kaligrafi internasional paling tua yang diselenggarakan oleh IRCICA (Reseach Centre for Islamic History, Art and Culture) untuk kali ke-11 akan ditutup pendaftarannya akhir bulan ini. Untuk kali ke-11 tahun ini, IRCICA mengumumkan secara resmi teknis serta pendaftaran (gratis) sejak Juli 2018 yang lalu, hingga akhir bulan ini. Sedangkan pengumuman hasil kompetisi direncanakan akan diadakan pada Februasi 2019 mendatang. Untuk kompetisi kali ini, didekasikan atas nama seorang kaligrafer besar, Muhammad Syauqi (1829-1887 M)

Kompetisi kaligrafi yang dilaksakan kali pertama tahun 1986 tersebut mempunyai tujuan untuk mempromosikan seni Islam, khususnya kaligrafi kepada dunia. Hingga kali ke-10 yang telah diadakan pada 2016 yang lalu, kompetisi ini telah diikuti oleh sedikitnya 6885 kaligrafer dari seluruh dunia. Sementara jumlah pemenang dan penemrima penghargaan di cabang yang dilombakan mencapai 762 kaligrafer.

Untuk kompetisi tahun ini, ada 10 kategori kaligrafi yang dilombakan, yaitu: jaly tsuluts, tsuluts, naskh, muhaqqaq, tsuluts-nask, jaly ta’liq, nasta’liq, jaly diwani, diwani dan kufi. Ada kategori kaligrafi yang tidak dilombakan tahun ini, yaitu riq’ah dan maghribi. Kategori ini pernah ada di beberapa lomba sebelumnya, namun tahun ini sengaja ditiadakan dan diganti dengan muhaqqad dan tsuluts-naskh. Perubahan kategori khot yang dilombakan bukan sesuatu yang aneh pada lomba kaligrafi yang diadakan oleh IRCICA. Pada lomba ke-7 tahun 2006 misalnya, ada kategori raihani, ijazah serta ta’liq daqiq yang pada lomba ke-8 ditiadakan. Jadi perubahan katogori semata-mata untuk pemerataan jenis kaligrafi yang dilombakan, di samping beberapa kategori sudah dilombakan di tempat lain, seperti khot riq’ah pada lomba IRCICA regional Asean tahun ini yang di Singapore.

Berikut tahun pelaksanaan kompetisi kaligrafi IRCICA dari awal diadakan hingga saat ini.

  1. 1986 atas nama Hamid Aytac al-Amidi
  2. 1989 atas nama Yaqut al-Musta’shimi
  3. 1992 atas nama Ibn al-Bawwab
  4. 1997 atas nama Syekh Hamdullah
  5. 2000 atas nama Sayyid Ibrahim
  6. 2003 atas nama Mir Imad al-Hasani
  7. 2007 atas nama Hasyim Muhammad al-Baghdadi
  8. 2010 atas nama Muhammad Badawi Derani
  9. 2013 atas nama Ekmeleddin Ihsanoglu
  10. 2016 atas nama Hafidz Usman
  11. 2019 atas nama Muhammad Syauqi Afandi

Tujuan kompetisi selain mempromosikan seni Islam seperti disebutkan di atas, juga sebagai bentuk penghargaan lembaga bersangkutan atas kesungguhan para kaligrafer dalam melestarikan seni Islam yang luhur ini. Namun begitu perlu dicatat bahwa menjadi pemenang bukanlah tujuan utama dan satu-satunya. Karena yang lebih penting dari itu adalah partisipasi aktif seorang kaligrafer untuk menghidupkan syiar kaligrafi, dan tentu saja sebagai media pembelajaran bagi yang bersangkutan untuk selalu berkembang dan lebih baik dari tahun ke tahun. Jadi sudahkan Anda mendaftar untuk tahun ini?

Jika berminat, maka untuk mendaftar online serta mengunduh syarat dan ketentuan, Anda bisa kunjungi link berikut ini. Semoga sukses selalu dan Salam Kaligrafi!!