Sosialisasi Manhaj Hamidi di Pameran Internasional.

109

Internasional Islamic education Expo (IIEE) merupakan salah satu rangkaian acara yang diselenggarakan oleh kementerian Agarama Republik Indonesia. Acara ini dilaksanakan di Indonesian Convention Exibition (ICE) yang terletak di BSD Tangerang Selatan Banten. Berbagai potensi dari perguruan tinggi baik swasta maupun Negeri (domestik dan internasional) dimaperkan pada acara tersebut, sejak tanggal 21-24 Nopember 2017. Mulai dari hasil kerajinan, penemuan-penemuan, hasil riset, dokumen sejarah, dan berbagai informasi menarik lainnya terkait dengan program beasiswa baik Strata 1, program pasca dan Doktoral.

Tema yang di unggah pada kesempatan pameran ini adalah Indonesian Islamic education for global peace, tentunya memiliki kaitan erat dengan pendidikan di Indonesia.

Pada acara tersebut juga, institute of Culture and Islamic Studiemeskipun dibawah naungan Unit Pengembangan Bahasa IAIN Jember diberikan kesempatan untuk memamerkan berbagai hasil karya Kaligrafi di acara pameran internasional. Tidak hanya itu, proses sosialisasi manhaj Hamidi juga tidak ketinggalan untuk dikenalkan kepada khalayak pengunjung yang mampir di stand IAIN Jember. Hal tersebut merupakan sebuah apresiasi dari Rektor IAIN Jember karena proses pendidikan yang dilakukan oleh rekan rekan mahasiswa dengan sistem sanadnya seirama dengan misi kampus sebagai pusat kajian Islam Nusantara.

Berbagai karya kaligrafi mulai dari jenis Riq’ah, Diwani dan Maghiribi memenuhi sudut stand. Keindahan tulisannya mampu menyedot perhatian sebagian besar pengunjung yang tertarik untuk melihat dan bertanya tentang karya yang dihasilkan. Bahkan terdapat dosen dari negara Maroko tidak ketinggalan untuk mengunjungi stand IAIN Jember. Mereka sangat senang dan bahagia karena Kaligrafi dengan jenis maghiribi sebagai tulisan negaranya terdapat di stand untuk di pamerkan.

“Kami sangat senang dan merasa terhormat, karena Kaligrafi dengan jenis maghiribi kalian tulis dengan begitu cantik dan indah. Di negara kami, jenis tulisan tersebut kami gunakan untuk menulis kitab suci Al-Qur’an dengan riwayat Warsy” tutur Dr. Hamid Salimi, dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berasal dari negara Maroko.

Baca Juga:   Geliat Indonesia di Lomba Kaligrafi Internasional IRCICA

Karena bahagianya, dosen tersebut memberikan hadiah kepada kami berupa ijazah bacaan surat Al-fatihah dengan riwayat Wars’ dan Hafs. Serta mereka tidak segan segan untuk memberikan tawaran beasiswa pendidikan Magister dinegara Maroko jika kami ingin meneruskan pendidikan disana.

Semoga, dengan sosialisasi manhaj ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di negara Indonesia, khususnya pendidikan kaligrafi Al-Qur’an.