Sayembara Kaligrafi Mushaf dan Pameran Kaligrafi Nasional

182
kaligrafi kudus

Acara yang diselenggarakan oleh Pesantren Seni Rupa dan Kaligrafi Al-Qur’an (PSKQ) Modern ini dimulai dari tanggal 16 sampai 20 Januari 2017, dalam rangka Milad PSKQ yang ke-10. Pada acara tersebut, hotel Graha Muria di colo (jalur menuju ke makam sunan Muria)dipilih menjadi tempat pembukaan. Turut dihadiri oleh bupati Kudus, Bapak M. Mushtafa, SE., MM dan jajarannya serta beberapa tokoh kaligrafi dari berbagai daerah Jawa. Selain itu, dimeriahkan oleh tarian kretek; sebuah tari khas Kudus dan tari Sufi yang dipersembahkan oleh santri-santri PSKQ Modern.

Dalam sayembara tersebut, beberapa tokoh dari kaligrafi seperti Ust. Atho’illah dan Ust. Isep Misbah, dan pelukis seperti Bapak Bambang Priyadi dan Bapak Saiful Adnan juga turut hadir dan bertindak sebagai Juri lomba.

Sementara, pameran kaligrafi tingkat nasional dipusatkan di Aula Graha Muria, sebelah utara hotel. Karya yang dipamerkan mencapai 80 karya, diantaranya terdapat karya tokoh nasional seperti karya Gus Mus bertema: tulisan dan hanya tulisan, milik Saiful Adnan bertema bertaqwa dan tokoh-tokoh lainnya juga dipamerkan. Dimeriahkan juga dengan beberpa karya peserta lomba sayembara kaligrafi mushaf. Karya-karya yang berhasil keluar menjadi pemenang sebagai Juara 1 adalah milik Ahmad Ashof dengan surat al-Zalzalah, disusul dengan karya milik Zainul Mujib dengan surat yang sama sebagai juara 2. Juara 3 dan harapan 1 dibabat habis oleh santri PSKQ dan Juara harapan 2 diperoleh oleh Jimly Ashari dari Jember.

Disisi lain, rangkaian acara juga terasa lengkap dengan adanya workshop yang diselenggarakan setelah pembukaan pameran. Selain bertindak sebagai juri, para tokoh tersebut juga menjadi bagian dari pemateri yang mengusung beberapa tema dan isu-isu terkait dengan perkembangan kaligrafi di Indonesia sekarang.

Baca Juga:   Pameran dan Festival Kaligrafi Nasional 2015

Beberapa paparan yang disampaikan seperti Ust. Isep Misbah yang berkaitan dengan empat cara untuk mendapatkan karya yang indah, ust. Atho’illah dengan paparan materinya terkait dengan pembelajaran kaligrafi dengan baik dan benar. Sementara Bp. Syaiful Adnan mengangkat tema kaligrafi lukis dengan gaya saifulinya yang dilanjutkan dengan demo pada keesokan harinya, serta Bp. Bambang yang memberikan materi terkait motivasi, peluang dan trik untuk mengikuti iven-iven yang ada di kacah Internasional.

Peserta workshop dari kalangan mahasiswa UIN Semarang dan UIN SUKA dan beberapa pegiat kaligrafi juga antusias dalam mengikuti acara tersrbut. Salah satu peserta seperti mahmudah mengungkapkan rasa senangnya ketika hadir dalam kesempatan tersebut. “saya senang sekali bisa ikut acara ini, karena saya dapat menambah pengetahuan saya terkait kaligrafi”. Semoga dengan adanya acara tersebut, perkembangan kaligrafi di Indonesia menjadi lebih baik. (yasir/hamidionline)

 

SHARE
Koordinator Ahaly ICIS-IAIN Jember, ijazah riq'ah (2015) dari ustadz Belaid Hamidi.

LEAVE A REPLY