Pengumuman Lomba 1st National Calligraphy Competition (NCC) 2019

103

Lomba yang diinisiasi oleh Unida Gontor kampus Mantingan telah menghasilkan nama-nama yang keluar sebagai juara. Setelah sempat tertunda karena proses penjurian yang cukup ketat dan lama, akhirnya hari ini pengumuman telah dirilis resmi melalui akun instagram resmi markaz khot unida putri.

Lomba kaligrafi tingkat nasional yang pertama kali dikhususkan bagi para kaligrafer putri ini, diikuti oleh 42 kaligrafer putri dengan 42 karya. Dengan perincian 31 karya pada khot riq’ah dan 11 karya pada khot diwani. Maimanah Adilah, ketua panitia mengkonfirmasi bahwa karya yang masuk sebagian besar telah memenuhi persyaratan lomba dari segi kertas, tinta, mata pena serta standar kaidah penulisan sebagaimana tertera pada juklak perlombaan. Meskipun ada satu karya yang belum memenuhi kriteria jenis kertas, tinta, serta khot yang telah ditentukan, namun panitia mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas partisipasi semua peserta.

Karya yang masuk juga mencerminkan tingkat penguasaan kaidah khot yang cukup baik dari para peserta lomba. Ustadz Belaid Hamidi selaku juri konsultan mengungkapkan kegembiraan serta apresiasi beliau atas tingginya kualitas karya yang masuk. Beliau yakin bahwa kaligrafer putri Indonesia tidak stagnan bahkan cenderung meningkat dan bisa bersaing dalam lomba-lomba pada skala lebih besar, dimulai dari persaingan pada lomba tingkat nasional semacam ini.

Meskipun demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa karya yang masuk rata-rata memiliki kekurangan masing-masing, meskipun berbeda-beda tingkat kekurangan tersebut. Karena itu, Ustadz Muhammad Ja’far Shodiq, salah satu dewan juri menjelaskan bahwa penilaian pada lomba kali ini lebih ditekankan pada aspek kaidah, kreatifitas, kebaruan dan juga finishing karya (tartisy). Meskipun begitu, segi kebenaran penulisan (imla’) tetap dinilai tetapi bukan tolak ukur utama. Karena itu, jika terdapat kesalahan imla’i pada karya juara yang ada, harap dimaklumi.

Baca Juga:   Jaly Diwani Madrasah ٍSami Afandi

Lebih lanjut, khot diwani pada dasarnya merupakan jenis khot yang ditulis pada diwan hamayuni. Prof Ali Alparsalan, pakar kaligrafi dan guru besar di Universitas Marmara, pernah menyampaikan bahwa khot diwani ditulis oleh lebih dari 70 orang di diwan hamayuni. Karena itu, selain kaidah diwani usmani pada buku Muhammad Izzat, masih terdapat banyak variasi dan kaidah yang itu semua bisa menjadi rujukan bagi para kaligrafer untuk terus mengeksplorasinya tanpa keluar dari batas-batas umum khot diwani itu sendiri. Dan lomba kaligrafi semacam ini merupakan salah satu stimulan bagi kaligrafer untuk terus mengeksplorasi keindahan dan kelenturan khot diwani pada khazanah seni kaligrafi yang luas.

Akhirnya, kami ucapkan selamat kepada para pemenang 1st National Calligraphy Competition (NCC) 2019, dan sukses selalu kepada semua peserta. Semoga lomba ini menjadi batu loncatan untuk tetap semangat dan istiqomah dalam belajar dan mengajarkan seni luhur ini.  Sukses selalu bagi kaligrafer putri indonesia, semoga selalu berprestasi. Amin.

Pemenang Kategori Diwani

  1. Fitria Dewi M, Malang
  2. Desi Rohmawati, Jombang
  3. Riza Nurlaila, Mantingan

Pemenang Ketegori Riq’ah

  1. Nihan Hanina , Jombang
  2. Jusmidar , Mantingan
  3. Nur Diana Khalidah , Jember