Berkah Ramadhan; Pengalaman Baru Dalam Belajar Khat

Hamidionline.net, GONTOR. Liburan sekolah atau kuliah merupakan moment paling menyenangkan bagi kalangan pelajar. Tidak ada yang namanya tugas ataupun kegiatan rutinitas. Kebanyakan dari kita memilih moment ini sebagai ajang reuni kawan, kerabat, serta keluarga. Begitu pula dengan para kaligrafer, memilih mengisi liburan mereka dengan hal-hal yang bermutu dan bermanfaat, meskipun harus jauh dari keluarga yang mereka sayangi.

Sebagai kaligrafer, mereka mempunyai target masing-masing dalam belajar. Di bawah bimbingan Ustadz Muhammad Nur (Gontor), salah satu murid dari Syaikh Belaid Hamidi, banyak pengalaman dan pelajaran yang dapat kami ambil. Salah satu dari kegiatan yang sempat kami lakukan adalah kajian khot selepas shalat terawih. Kajian ini membahas sejarah khat, lalu pendalaman tentang metode hamidi, pengertian ijazah, sampai praktek merawat peralatan khat dengan baik.

Ada sekitar 10 orang yang mengikuti karantina tersebut, akan tetapi banyak dari mereka tidak menetap dan selesai pada target yang di inginkan. Mulai dari dasar menulis khat sampai menulis ijazah. Beberapa di antara mereka adalah Sintya Kartika (Kalimantan), Fatimah Nur (Malaysia), Biddami Fatkhi (Kediri), Zulfa Azka (Yogyakarta), Adla Salsabila (Sumbawa), Amalia Husna (Jakarta) Fadyan Rumaisa (Solo) Ittaqillah (Garut), Nindhya Ayomi (Padang), serta Nasya Els Silmi (Sulawesi). Mereka semua merelakan liburan hanya untuk belajar dan melanjutkan tulisan khat. Kegiatan seperti ini telah berjalan tiga tahun terakhir menjelang liburan Ramadhan di Gontor.

Kegiatan seperti ini, meskipun singkat, namun sangat berguna untuk meningkatkan kualitas kaligrafer dalam memperdalam kaidah penulisan hingga belajar sejarah khot dan mengenal tokoh-tokoh yang berpengaruh sepanjang perkembangan seni mulia ini. “Banyak hal-hal baru yang saya dapatkan tentang kaligrafi pada Ramadhan kali ini” ungkap Biddami Fathi. Meskipun kajian tentang buku hanya sebatas membahas mukadimah dalam buku “Mizan Hat”, namun sudah cukup menambah wawasan, bahkan menumbuhkan niat baru dan semangat dalam belajar khot.

Semoga kegiatan semacam ini dapat memberikan manfaat dan bekal tambahan dalam memperdalam khat, tidak hanya dari segi menulis, namun juga dari sisi historis-filosofis, serta berdampak posistif untuk pengembangan khot di markaz khot gontor dan cabangnya pada umumnya, demi mewujudkan kader-kader kaligrafer tanah air yang berkualitas. Amin. (sintya/hamidionline.net)