Indonesia Kembali Menorehkan Prestasi di Lomba IRCICA 2019

252

Hari sabtu, 20/04 merupakan hari yang ditunggu sebagian besar kaligrafer di seluruh belahan dunia. Sore itu, 15.00 waktu Istanbul atau pukul 19.00 berlangsung pengumuman pemenang lomba kaligrafi IRCICA ke-11.

Setelah sekitar 45 menit acara dimulai, beberapa nama pemenang mulai terdengar dari live streaming oleh akun Instagram ketebeorg. Merupakan kesyukuran dan kebanggaan besar bagi kaligrafer Indonesia secara umum, bahwa tahun ini ada 3 kaligrafer tanah air yang berhasil menjuarai lomba bergengsi ini. Mereka yang berprestasi tahun ini adalah:

  1. Teguh Prastio, Jaly Sulus, peringkat 2
  2. Nafang Utama, Jaly Diwani, peringkat 2
  3. Nafang Utama, Diwani, peringkat 1
  4. Muhammad Hilal, Diwani, peringkat 2

Ustadz Teguh Prastio bukanlah nama asing bagi pecinta kaligrafi tanah air. Pun, prestasinya kali ini bukan yang pertama di kancah internasional. Sudah beberapa kali, kaligrafer rendah hati serta ramah dan murah dalam berbagi ilmu ini memotivasi kaligrafer-kaligrafer muda Indonesia dengan segudang prestasinya. Banyak prestasi lomba skala nasional, Asean, hingga Internasional yang berhasil beliau raih, terutama pada kategori Jaly Tsulus. Kategori yang selama ini di perlombaan IRCICA didominasi oleh kaligrafer Turki dan Mesir, berhasil beliau takhlukkan. Beliau saat ini aktif mengajar dan berkarya di Pesantren Kaligrafi al-Qur’an (LEMKA) Kota Sukabumi. Selamat ustadz!!

Demikian juga dengan Saudara Nafang Utama. Kaligrafer yang tidak jarang membuat kagum juri dengan tarkib yang ‘out of the box’ pada beberapa lomba kaligrafi ini juga sering memenangi lomba tingkat regional, nasional, hingga lomba IRCICA regional di Singapura. Beberapa lomba pada khot riq’ah, diwani, dan jaly diwani sering dimenanginya. Terakhir adalah peringkat pertama pada Musabaqah Kaligrafi Jaly Diwani tingkat nasional yang diadakan oleh HMP-Ilmu Hadis Uinsa Surabaya, Februari lalu. Dengan berbagai prestasi tersebut, tidak heran jika tahun ini berhasil memetik hasilnya dengan dua juara pada kategori diwani dan jaly diwani sekaligus. Saat ini, Nafang Utama masih menyelesaikan belajar khot sekaligus mengajar dengan Manhaj Hamidi di Sekolah Kaligrafi Al-Qur’an (SAKAL) Jombang di bawah bimbingan al-Ustadz Athoillah. Selamat untuk ustadz Nafang, Ustadz Athoillah dan SAKAL!.

Sedangkan Saudara Muhammad Hilal, adalah salah satu murid dari Ustadz Muhammad Zainuddin yang saat ini tinggal di Depok. Belum genap satu tahun setengah belajar, namun sudah menunjukkan hasil yang luar biasa. Kekuatan hurufnya serta kerapihan dan bersih dalam tanfidz menjadi kunci kesuskesan karyanya mencuri perhatian juri dan berada di urutan kedua setelah ustadz Nafang. Kaligrafer kita selain pribadi yang santun dan kalem, juga mempunyai disiplin tinggi dan kemauan yang keras. Bahkan dalam keadaan hujan deras pun, masih menyempatkan diri untuk datang ke rumah menyetor pelajaran, demikian kesan sang guru, Ustadz Zainuddin. Tidak heran jika kegigihannya berbuah manis dengan peringkat ke-2 pada kategori diwani. Likulli mujtahid nashiib..

Lomba ke 11 yang diadakan oleh IRCICA tahun ini membawa nama kaligrafer besar Muhammad Syauqi Afandi. Telah resmi diumumkan hari sabtu kemarin. Kita tunggu even besar selanjutya. Kami ucapkan selamat kepada para pemenang, dan tetap semangat kepada kaligrafer semua yang belum berkesempatan pada kali ini. Selamat mengukir prestasi yang lebih baik di masa yang akan datang. [muhdnur/hamidionline]