IJIR (Institute For Javaness Islami Research) Adakan Workshop Seni Rupa Islam Tradisional

223


Workshop seni rupa Islam tradisional yang diadakan oleh IJIR (Institute For Javaness Islami Research), salah satu lembaga penelitian dibawah naungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung dengan tema “mengenal dan membuat karya seni Zuhrufah/tadzhib” sukses digelar kemaren (16-17/12/2017).

Salah satu peserta workshop tengah menggoreskan kuasnya pada lembar latihan.

Workhshop yang digelar di gedung IAIN Tulung Agung ini mengadirkan pemateri dari Sekolah Kaligrafi Al-Qur’an (SAKAL) Jombang, Zainul Mujib; seorang illuminator dengan berbagai macam prestasi baik regional maupun Internasional. Sedangkan pesertanya sebagian besar mereka berasal dari Mahasiswa Universitas di Jawa Timur.

Dalam pelaksanaannya, Kegiatan ini di awali dengan tahap pengenalan secara umum tentang seni zuhrufah (ornament) dilanjut dengan penjelasan lebih rinci mengenai dasar, tujuan, dan pengertian dari zuhrufah itu sendiri. Kemudian pada tahap berikutnya, para peserta di ajak untuk memvisualkan dalam bentuk karya.

Sarjana lulusan IAIBAFA ini menyampaikan “Meskipun pada tahap ini bentuk pengaplikasian karya menggunakan zuhrufah corak Turki, tetapi tujuan utama kedepan adalah untuk mengangkat ragam hias dari nusantara. Karena sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa ragam hias corak nusantara jauh lebih beragam gaya dan motifnya, sesuai dengan ciri khas kedaerahan. Hanya saja sejauh ini bisa dikatan hanya sesidikit orang yang peduli akan peninggalan kebudayaan tersebut. Oleh karenanya bentuk kepedulian akan kebudayaan, tidak hanya berakhir pada acara workshop saat ini, akan tetapi kedepan akan dilakukan kajian-kajian yang lebih mendalam mengenai seni tersebut.

Adapun saat ditanya oleh tim Hamidi Online tentang harapan diadakannya kegiatan workshop ini, Mahbub Cholili sebagai ketua panitia menyampaikan besar harapan dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan kontribusi terhadap pelestarian dan perkembangan peninggalan seni budaya nusantara. Karena salah satu ciri bangsa yang besar itu tidak pernah melupakan khazanah kebudayaanya”.

Baca Juga:   Marasim Ijazah Ahaly Hamidy Malang

Kegiatan workshop ini memang baru kali pertama diadakan di IAIN Tulung Agung, namun mereka terus mendedikasikan dan mengembangkan ilmu seni yang mulia ini melalui komunitas seni Islam ditempatnya masing-masing. Kedepan masyarakat dapat mencintai dan menghargai warisan kebudayaan Indonesia ini, khususnya para mahasiswa sebagai agent of change. Semoga.