Hidupkan Spirit Muhaakaat, UNHASY-Jombang Adakan Lomba Meniru Karya Master

150

Meniru karya (muhaakaat) dalam belajar khot merupakan sebuah keniscayaan. Meniru juga bukan sebuah aib dalam belajar khot, karena ia merupakan tahap awal dalam belajar khot, bahkan para kaligrafer juga banyak yang meniru karya pendahulunya.

Ustadz Hamidi Aytac misalnya, meniru karya Mustafa Raqim dan beberapa karya gurunya, Muhammad Nadzif. Meniru karya kaligrafer besar juga seringkali menjadi tugas bagi seorang khattath mendapatkan ijazah dari sang guru.

Begitu pentingnya meniru karya, hingga tidak heran jika kemudian diadakan lomba meniru karya master. Pada lomba kaligrafi internasional pertama yang diadakan oleh IRCICA, 1986 atas nama Hamid Aytac, terdapat cabang meniru karya sang maestro, dan keluar sebagai pemenang saat itu Al-Ustadz Dawud Bektasy.

Sejalan dengan spirit yang dihembuskan oleh IRCICA lebih dari 30 tahun yang lalu, UNHASY-Jombang mengadakan lomba kaligrafi dengan meniru karya master pada khot riqah, yaitu karya kaligrafer Muhammad Izzat, terbuka bagi kaligrafer di Jawa Timur.

Lomba dengan cara mengirimkan karya ini menuntut para pesertanya untuk meniru karya dengan akurasi tinggi. Dengan tinta hitam serta media kertas muqohhar atau kertas lain selain putih. Anda tinggal di Jawa Timur dan tertarik untuk mengikuti tantangan ini? Panitia menunggu anda hingga 20 November ini. Segera daftarkan diri Anda dan download juklak serta ketentuan lomba pada link berikut.