Busholah Huruf Dalam Belajar Kaligrafi

361
busholah

[dropcap]K[/dropcap]aligrafi jika diibaratkan sebagai sebuah masakan, maka busholah adalah bumbu wajib yang harus ada. Busholah huruf adalah arah kemiringan huruf yang yang konstan dan ajeg. Baik vertikal maupun horizontal. Kemiringan huruf ini juga lazim disebut dengan kompas huruf. Perhatikan contoh di bawah ini. Arah garis dengan tanda panah berwarna merah menunjukkan arah kemiringan huruf yang vertikal.

vert_compressedBusholah untuk huruf yang berdiri (vertikal) seperti yang dicontohkan di atas tidak tegak lurus melainkan sedikit miring ke kiri. kemiringan ini sebenarnya diambil dari bentuk bola bumi yang sumbu porosnya juga sedikit miring dan tidak tegak lurus. Karena itulah, busholah yang tepat merupakan salah satu bentuk alami dari huruf.

hori_compressedSebagaimana terdapat pada huruf vertikal, busholah juga terdapat pada huruf yang horizontal. Contoh di atas menjelaskan bagaimana seharusnya huruf  ba’ ditulis.  Huruf ba’ yang ditulis dengan arah horizontal, tidak boleh sejajar dengan garis lurus. Tetapi bagian kiri huruf harus sedikit lebih rendah daripada bagian kanannya. Dengan demikian, huruf akan terlihat sedikit miring ke bawah. Kemiringan sebuah huruf harus lah sama dengan huruf-huruf yang lain. Jika sejajar dan sama, maka kita menemukan busholah yang bagus dalam setiap huruf.

Pentingnya Busholah Huruf Dalam Kaligrafi

Tulisan kaligrafi yang indah akan terlihat dari kemiringan huruf yang seirama dan serasi. dengan demikian, ia merupakan salah satu unsur penting dalam sebuah tulisan yang baik. Bahkan dengan melihat tulisan dari sisi ini saja, seseorang sudah bisa dilihat kualitas pemahamannya dan kekuatan tangannya dalam menerapkan kaidah-kaidah kaligrafi. Dalam pengajaran kaligrafi busholah huruf juga sering diungkapkan dengan istilah kesejajaran bagian-bagian huruf, di mana semua bagian huruf yang vertikal sejajar dalam kemiringannya, demikian pula huruf-huruf yang horizontal.

Baca Juga:   Membangun Nilai Karakter Lewat Manhaj Hamidi.
Tulisan Kaligrafer Muhammad Izzat yang sangat kuat dengan busholah yang konsisten, membuat huruf-huruf dalam tulisan tersebut bergerak, meskipun diam.
Tulisan Kaligrafer Muhammad Izzat yang sangat kuat dengan kemiringan yang konsisten, membuat huruf-huruf dalam tulisan tersebut bergerak, meskipun diam.

Tulisan kaligrafi yang indah, bisa menimbulkan sebuah kesan kepada orang yang melihat, bahwa huruf-huruf yang menyusun ayat atau kalimat dalam sebuah karya seolah-olah hidup. Hidup artinya huruf-huruf tersebut tidak statis dan diam. Meskipun kenyataannya huruf-huruf tersebut diam, tetepi terkesan bergerak dan tidak mati. Busholah lah yang menentukan kesan hidup dan matinya sebuah huruf maupun karya.

Busholah tidak hanya terdapat pada huruf saja, tetapi juga terdapat pada sebuah penulisan kalimat. Bahkan juga perlu diperhatikan ketika menulis sebuah satuan kalimat yang menyusun baris-baris tulisan. Karena di situlah letak keindahan dan ‘hidup’ nya huruf, setelah huruf tadi benar-benar bagus dan metang kaidah penulisannya. Karena itu, mari kita perhatikan kembali busholah kita dalam menulis setoran pelajaran maupun menulis sebuah karya kaligrafi!. [muhd nur/ hamidionline]