muhd nur – Hamidionline http://hamidionline.net Ahaly Hamidy Online Fri, 17 Aug 2018 05:53:39 +0000 en-US hourly 1 128812079 Lomba Kaligrafi oleh IRCICA dan The Bustan Khat, Singapore 2018 http://hamidionline.net/lomba-kaligrafi-rcica-the-bustan-khat-2018/ http://hamidionline.net/lomba-kaligrafi-rcica-the-bustan-khat-2018/#respond Tue, 22 May 2018 17:01:25 +0000 http://hamidionline.net/?p=4465 Update post by muhd nur Hamidionline - Ahaly Hamidy Online.

Kabar gembira bagi para kaligrafer Tanah Air khususnya, dan kaligrafer di Asia Tenggara pada umumnya, karena pada 24 April yang lalu IRCICA bekerjasama dengan The Bustan Khat, dan Madrasah Al-Junaid di Singapore telah mengumumkan lomba kaligrafi tingkat regional Asia Tenggara. Pendaftaran via online untuk lomba dalam dalam empat kategori, yakni Riq’ah, Diwani, Jaly Diwani dan […]

The post Lomba Kaligrafi oleh IRCICA dan The Bustan Khat, Singapore 2018 appeared first on Hamidionline.

]]>
Update post by muhd nur Hamidionline - Ahaly Hamidy Online.

Kabar gembira bagi para kaligrafer Tanah Air khususnya, dan kaligrafer di Asia Tenggara pada umumnya, karena pada 24 April yang lalu IRCICA bekerjasama dengan The Bustan Khat, dan Madrasah Al-Junaid di Singapore telah mengumumkan lomba kaligrafi tingkat regional Asia Tenggara. Pendaftaran via online untuk lomba dalam dalam empat kategori, yakni Riq’ah, Diwani, Jaly Diwani dan Nasta’liq/ Jaly Ta’liq ini masih terbuka hingga akhir Juli 2018 mendatang.

Lomba yang dilaksanakan di bawah arahan langsung dari Direktur IRCICA, Dr Halit Eren ini menunjuk beberapa orang dewan kaligrafer sebagai dewan juri. Mereka adalah:

  1. Mr. Belaid Hamidi dari Maroko
  2. Mr. Efdaluddin Kılıç dari Turki
  3. Mr. ‘Athoullah dari Indonesia
  4. Mr. Muhammad Nasrullah Refa’ie, Singapore.

Lomba ini juga merupakan bentuk apresiasi IRCICA terhadap perkembangan kaligrafi di Asia Tenggara yang cukup signifikan. Karena itu tidak berlebihan jika koordinator pada lomba regional IRCICA ini diserahkan kepada sekretaris IRCICA Mr. Sa’id Kasmoğlu dibantu oleh juga salah satu pengajar di the Bustan Khat, Mr. Muhammad Nasrullah Refa’ie.

Berikut kalender lomba secara umum:

  • Pengumuman lomba, 24 April 2018
  • Terakhir pendaftaran, 30 July 2018
  • Terakhir penyerahan karya, 30 September 2018
  • Penjurian, 17 November 2018
  • Pengumuman dan pemberian hadiah, 19 November 2018

Untuk informasi lebih lanjut silahkan membuka tautan resmi The Bustan Khat berikut, dan untuk booklet lomba bisa anda di sini .

The post Lomba Kaligrafi oleh IRCICA dan The Bustan Khat, Singapore 2018 appeared first on Hamidionline.

]]>
http://hamidionline.net/lomba-kaligrafi-rcica-the-bustan-khat-2018/feed/ 0 4465
Selamat Pemenang Lomba Kaligrafi Bank al-Baraka 2017 http://hamidionline.net/selamat-pemenang-lomba-kaligrafi-bank-al-baraka-2017/ http://hamidionline.net/selamat-pemenang-lomba-kaligrafi-bank-al-baraka-2017/#respond Tue, 24 Apr 2018 06:12:19 +0000 http://hamidionline.net/?p=4411 Update post by muhd nur Hamidionline - Ahaly Hamidy Online.

Postingan kali ini agak terlambat. Namun demikian, sangat penting untuk menjadi informasi dan dokumentasi bagi para kaligrafer semua. Bagaimana tidak, pada pengumuman even lomba kaligrafi internasional yang diadakan pertama kali tahun 2005, Bank al-Baraka Turki kali ini, terdapat tiga kaligrafer Indonesia yang berhasil memenangkan lomba di kategori Jaly Sulus. Bahkan salah satu dari kaligrafer berbakat […]

The post Selamat Pemenang Lomba Kaligrafi Bank al-Baraka 2017 appeared first on Hamidionline.

]]>
Update post by muhd nur Hamidionline - Ahaly Hamidy Online.

Postingan kali ini agak terlambat. Namun demikian, sangat penting untuk menjadi informasi dan dokumentasi bagi para kaligrafer semua. Bagaimana tidak, pada pengumuman even lomba kaligrafi internasional yang diadakan pertama kali tahun 2005, Bank al-Baraka Turki kali ini, terdapat tiga kaligrafer Indonesia yang berhasil memenangkan lomba di kategori Jaly Sulus. Bahkan salah satu dari kaligrafer berbakat tanah air, Ustadz Huda Purnawadi, berhasil mendapatkan posisi pertama di jenis khot yang rumit tersebut. Disusul oleh Ustadz Teguh Prastio di urutan kelima dan Ustadz Syahriansyah Sirajuddin, pada urutan ketujuh pada kategori yang sama.

Nama-nama tersebut tidak asing bagi kita, karena pada event baik skala asean maupun intenasional, mereka sudah sering memenangkannya. Tetapi untuk level lomba internasional bergengsi oleh Bank al-Barakah Turki, munculnya nama-nama tersebut pada daftar para pemenang sangatlah istimewa. Dan atas nama keluarga besar Ahaly Hamidi, kami mengucapkan selamat kepada para pemenang, kami ikut senang dan bangga dengan prestasi anda! Selamat untuk Indonesia, semoga pada waktu mendatang akan banyak kaligrafer tanah air yang menyusul prestasi mereka, sehingga membawa maslahat dan kemajuan kaligrafi di tanah air tercinta, amiin..

Berikut daftar lengkap pemenang dari website resmi panitia, serta beberapa karya pemenang yang berhasil kami kumpulkan.

Berikut beberapa karya pemenang lomba al-Barakah ke-5 2017.

The post Selamat Pemenang Lomba Kaligrafi Bank al-Baraka 2017 appeared first on Hamidionline.

]]>
http://hamidionline.net/selamat-pemenang-lomba-kaligrafi-bank-al-baraka-2017/feed/ 0 4411
Jaly Diwani Madrasah ٍSami Afandi http://hamidionline.net/jaly-diwani-madrasah-%d9%8dsami-afandi/ http://hamidionline.net/jaly-diwani-madrasah-%d9%8dsami-afandi/#respond Fri, 02 Mar 2018 08:52:42 +0000 http://hamidionline.net/?p=4394 Update post by muhd nur Hamidionline - Ahaly Hamidy Online.

Sami Afandi adalah salah satu kaligrafer yang hidup pada era Daulah Turki Usmani. Beliau juga salah satu kaligrafer yang tidak diragukan ketokohannya, terutama di bidang khat pena besar (jaly), seperti Jaly Tsuluts, Jaly Ta’liq dan Jali Diwani. Jika ingin mengetahui lebih dekat tentang beliau, maka Anda perlu membaca biografi Sami Afandi secara utuh. Kelebihan tarkib […]

The post Jaly Diwani Madrasah ٍSami Afandi appeared first on Hamidionline.

]]>
Update post by muhd nur Hamidionline - Ahaly Hamidy Online.


Sami Afandi adalah salah satu kaligrafer yang hidup pada era Daulah Turki Usmani. Beliau juga salah satu kaligrafer yang tidak diragukan ketokohannya, terutama di bidang khat pena besar (jaly), seperti Jaly Tsuluts, Jaly Ta’liq dan Jali Diwani. Jika ingin mengetahui lebih dekat tentang beliau, maka Anda perlu membaca biografi Sami Afandi secara utuh.

Kelebihan tarkib Sami Afandi pada Jali Diwani adalah susunan hurufnya yang penuh pada semua sisi, sehingga tidak terlihat longgar pada bagian dan ramai di bagian lainnnya. Tarkib beliau semakin indah karena ukuran syarith  yang proporsional dalam ketinggian maupun kemiringannya dari garis. Tarkib Sami Afandi juga dihasilkan dari ketelitian dalam membagi huruf dan kalimat tanpa meninggalkan satu bagian kecuali menepatkan pada tempat dan ukuran yang paling sesuai.

Sebagai penghormatan atas peran dan ketokohan Sami Afandi, maka pada tahun 1890, atas prakarsa dari Ahmad Jawwad, Assahdr al-A’dzam (Perdana Menteri) Turki Usmani saat itu, didirikanlah Madrasah al-Khatthatin, dengan Sami Afandi sebagai kepalanya.

Perlu dicatat di sini, bahwa khat Jaly Diwani corak Turki memiliki ciri khas, yaitu tarkib syarith tidak tersusun lebih dari dua kalimat. Artinya bahwa kaligrafer Usmani saat itu tidak menumpuk kalimat pada susunannya lebih dari dua kalimat. Berbeda dengan Jaly Diwani yang ditulis di negara-negara Arab, di mana susunan pada jaly diwani ada yang lebih dari tiga tumpuk bahkan lebih.

Jaly Diwani pada awalnya tidak ditulis di luar Turki, bahkan hanya dipakai secara internal pada Diwan Hamayuni. Para kaligrafer pun sangat menjaga tradisi tersebut, hingga berakhirnya Daulah Usmaniyah pada 1923. Sejak saat itu Jaly Diwani ditulis di luar Turki karena permintaan dari beberapa pihak, seperti Jaly Diwani yang berada di Qashr Manial, Mesir yang ditulis oleh Hajj Kamil Akdik.

Kembali kepada Sami Afandi, beliau dipercaya sebagai kepala pada al-Khatthatin selama sepuluh tahun, yaitu hingga tahun 1900. Pada lima tahun pertama, merupakan era keemasan beliau dalam mengajar dan berkarya, yaitu sekitar tahun 1895.

Ahmad Kamil Akdik
Jaly Diwani – Ahmad Kamil Akdik

Di antara murid Sami Afandi yang penting untuk disebutkan adalah Al-Hajj Kamil Akdik. Beliau belajar berbagai macam khot kepada sang guru, di antara jenis khot yang paling berpengaruh adalah khot Jaly Diwani. Karena itu bisa kita lihat bahwa bentuk tarkib serta huruf pada karya Hajj Kamil di Jaly Diwani sangat mirip dengan gurunya, Sami Afandi. Setelah Hajj Kamil Akdik, berikutnya khattath Ismail Haqqi Altunbezer.

Tulisan Ismail Hakki maupun tarkibnya jika dilihat memang mempunyai beberapa perbedaan dengan tulisan gurunya. Namun secara umum, tarkib Ismail Hakki masih mengikuti kaidah dan corak dari Sami Afandi. Selain dua kaligrafer di atas, ada seorang kaligrafer lagi yang menjadi “murid ketiga” Sami Afandi di Jaly Diwani, yaitu Farid Bik. Farid Bik lah yang melanjutkan Sami Afandi mengajar di al-Khatthatin.

 

Ismail Hakki Altunbezer
Jaly Diwani – Ismail Hakki Altunbezer

Beberapa karya Farid Bik bisa kita temukan pasca bergantinya Turki menjadi Negara Republik. Namun beberapa karyanya tidak beridentitas. Musthafa Halim Ozyazici lah yang memberi tauqi’ pada karya Farid Bik tersebut. Karena Musthafa Halim adalah satu-satunya murid Farid Bik yang melanjutkan “Madrasah Sami” pada Jaly Diwani.

Di antara kelebihan Halim Afandi adalah goresan beliau yang akurat dan cepat ketika menulis. Banyak tulisan beliau pada jaly diwani yang ditulis dengan tarkib mubasyir (langsung). Karena cepat dalam menulis tidak heran jika beberapa kaligrafer mengatakan bahwa ketika Halim Afandi seringkali selesai menulis bagian akhir tarkib, padahal tinta tulisan pada bagian awalnya masih basah.

Gambar berikut adalah Jaly Diwani dan Diwani yang ditulis oleh Halim Afandi pada usia 18 tahun, saat beliau masih menjadi murid di Madrasah Khattathin.

Mustafa Halim Özyazıcı
Jaly Diwani – Mustafa Halim

Jika Halim Afandi adalah satu-satunya murid Farid Bik pada khot Jaly Diwani, maka satu-satunya kaligrafer yang menjadi murid Halim Afandi dan belajar Jaly Diwani dari beliau adalah Prof. Dr. Ali Alparsalan, guru dari al-Ustadz Belaid Hamidi.

Kalimat terakhir tentang Jaly Diwani adalah, jenis khot yang didalam bentuk dan tarkibnya terdapat sifat tawadhu’ sekaligus wibawa. [muhdnur/ hamidionline]

*Syarith secara bahasa berarti pita. Adalah istilah untuk satu kesatuan tulisan jaly diwani dalam bentuk klasik yang memanjang kemudian naik dan berakhir dengan penutup berbentuk khas, sebagaimana yang sudah maklum diketahui.

*Sumber: Muhadharah Prof Mustafa Ugur Derman tanggal 18 Januari 2016 di Dubai pada acara Jaly Diwani Dubai Arabic Calligraphy Exhibition, diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab oleh Ustadz Tamimi. Dialihbahasakan ke dalam Bahasa Indonesia dengan beberapa penyesuaian oleh tim Ahaly Hamidi. Selengkapnya bisa diakses pada link berikut ini.

[mom_video type=”youtube” id=”https://www.youtube.com/watch?v=azKUUOEN3Pg”]

 

The post Jaly Diwani Madrasah ٍSami Afandi appeared first on Hamidionline.

]]>
http://hamidionline.net/jaly-diwani-madrasah-%d9%8dsami-afandi/feed/ 0 4394
Wejangan Sang Kaligrafer (1) http://hamidionline.net/wejangan-sang-kaligrafer-1/ http://hamidionline.net/wejangan-sang-kaligrafer-1/#respond Sun, 28 Jan 2018 05:20:43 +0000 http://hamidionline.net/?p=4381 Update post by muhd nur Hamidionline - Ahaly Hamidy Online.

Pengalaman, luasnya ilmu, lamanya bersinggungan langsung dengan pena, tinta dan huruf huruf ayat suci, meninggalkan bekas yang dalam bagi seorang kaligrafer. Mereka mengungkapkan kesan, nasehat dan petuah, tidak hanya semasa aktif bergelut dengan huruf, tapi juga saat saat maut menjemput. Berikut bagian pertama dari wejangan kaligrafer besar yang akan kami tulis secara berseri. Biidznillah. Salah […]

The post Wejangan Sang Kaligrafer (1) appeared first on Hamidionline.

]]>
Update post by muhd nur Hamidionline - Ahaly Hamidy Online.

Pengalaman, luasnya ilmu, lamanya bersinggungan langsung dengan pena, tinta dan huruf huruf ayat suci, meninggalkan bekas yang dalam bagi seorang kaligrafer. Mereka mengungkapkan kesan, nasehat dan petuah, tidak hanya semasa aktif bergelut dengan huruf, tapi juga saat saat maut menjemput. Berikut bagian pertama dari wejangan kaligrafer besar yang akan kami tulis secara berseri. Biidznillah.

Salah seorang penulis ِwahyu, juga Amirul Mu’minin, Ali bin Abi Thalib berpesan supaya orang tua mengajari anaknya menulis, karena menulis merupakan keterampilan paling penting yang harus dimiliki seseorang. Menulis yang beliau maksudkan kemudian dijelaskan dalam riwayat lainnya. Imam Ali bin Abi Thalib pun menjelaskan “Hendaknya kalian bisa menulis dengan baik (husnul khath), karena ia merupakan salah jatu jalan pembuka pintu rejeki”. Lalu beliau pun lebih merinci di manakah husnul khat hendaknya dipelajari. Imam Ali bin Abi Thalib melanjutkan “(rahasia) khat itu tersembunyi pada pengajaran seorang guru, dan kekuatannya ada banyaknya latihan, sementara keabadiannya ada pada agama Islam.

Beberapa abad setelah itu, seorang kaligrafer besar pada masa Daulah Abbasiyah yang juga bergelar “qiblatu al-kuttab”, ِِJamaluddin Abu al-Majd yang lebih terkenal dengan sebutan Yaqut al-Musta’shimi (w.696), juga meninggalkan nasehat yang hingga saat ini masih lekat. Beliau mengatakan bahwa khot sejatinya adalah seni geometri yang bersumber dari luapan rohani (handasah tugasnya), namun begitu khot terwujud melalui alat yang bersifat materi (alat jusmaniyah). Karena itu beliau lantas melanjutkan bahwa baik tidaknya sebuah tulisan tergantung pada pena; jika kamu siapkan penamu dengan baik, itu berarti kamu telah memperbaiki tulisanmu. Tapi sebaliknya, jika kamu menyepelekan pena, berarti kamu telah merusak tulisanmu”. Pesan yang sangat penting untuk dicatat oleh siapa saja yang belajar khot, bahwa pena adalah aspek penting dalam menulis. Menjaga pena berarti menjamin tulisan bersih dan indah. Di sinilah letak pentingnya menjaga peralatan dalam belajar khot. Dalam istilah yang lebih tepat adalah “ihtiram al-adawat”, menjaga dan merawat serta menghargai pena, serta alat lainnya. Karena hal tersebut merupakan salah satu rahasia, dalam menulis yang benar dan indah. [muhd nur/ hamidionline]

image credit: http://fnkhatt.blogspot.co.id

The post Wejangan Sang Kaligrafer (1) appeared first on Hamidionline.

]]>
http://hamidionline.net/wejangan-sang-kaligrafer-1/feed/ 0 4381
Al-Hafidz Usman; Teladan Dalam Kegigihan Belajar http://hamidionline.net/teladan-hafidz-usman/ http://hamidionline.net/teladan-hafidz-usman/#respond Thu, 25 Jan 2018 20:50:03 +0000 http://hamidionline.net/?p=4364 Update post by muhd nur Hamidionline - Ahaly Hamidy Online.

Banyak kisah nyata tentang kegigihan seorang kaligrafer dalam belajar sebelum akhirnya mencapai hasil yang memuaskan. Demikian pula seorang al-Hafidz Usman yang juga telah menunjukkan kegigihannya dalam belajar seni kaligrafi. Beliau memulai belajar pada usia 14 tahun kepada Darwisy Ali. Karena faktor usia yang sudah udzur, maka sang guru menyarankan supaya  al-Hafidz Usman melanjutkan belajarnya kepada […]

The post Al-Hafidz Usman; Teladan Dalam Kegigihan Belajar appeared first on Hamidionline.

]]>
Update post by muhd nur Hamidionline - Ahaly Hamidy Online.

Banyak kisah nyata tentang kegigihan seorang kaligrafer dalam belajar sebelum akhirnya mencapai hasil yang memuaskan. Demikian pula seorang al-Hafidz Usman yang juga telah menunjukkan kegigihannya dalam belajar seni kaligrafi.

Beliau memulai belajar pada usia 14 tahun kepada Darwisy Ali. Karena faktor usia yang sudah udzur, maka sang guru menyarankan supaya  al-Hafidz Usman melanjutkan belajarnya kepada Suyolcuzade Mustafa Eyyubi, salah seorang murid Darwisy Ali yang berbakat.

Untuk menuju tempat Suyolcuzade Mustafa Eyyubi, konon al-Hafidz Usman harus menempuh perjalanan sekitar 3 jam dengan berjalan kaki. Semangat tersebut tidak surut bahkan ketika musim dingin datang. Jarak jauh dan cuaca yang tidak bersahabat tidak mampu menahan niat kuatnya untuk datang ke tempat sang guru. Begitu selesai belajar dan pulang, dikisahkan bahwa sang guru, Suyolcuzade Mustafa Eyyubi selalu menengadahkan tangannya untuk mendoakan muridnya tersebut. Meskipun guru dan murid tersebut hidup dalam situasi ekonomi yang terbatas, namun rupanya ikatan batin keduanya sangatlah kuat.

Keikhlasan guru dan murid yang tercermin dari cerita di atas, berbuah manis beberapa tahun kemudian. Diiringin dengan kesabaran dan ketekunan, maka al-Hafidz Usman mampu memahami dengan baik rahasia-rahasia tulisan, sehingga berhasil menulis dengan huruf yang kuat dan susunan yang indah, yang belum pernah ditulis oleh kaligrafer sebelumnya. Karena itu, tidak lama kemudian beliau pun menjadi kaligrafer yang cukup dikenal.

Hingga pada saatnya, orang pertama pada Khilafah Turki Usmani saat itu, yaitu Sultan Ahmad III ingin mendalami seni kaligrafi, dan menginginkan untuk belajar khot kepada  al-Hafidz Usman. Sudah menjadi kisah yang turun temurun dituturkan bahwa pintu masuk ke dalam ruangan di mana al-Hafidz Usman mengajar dibuat pendek. Sehingga semua orang yang masuk ke dalam ruangan tersebut harus menunduk, bahkan seorang Sultan sekalipun. Sebuah penghormatan kepada ilmu dan ulama yang mungkin jarang didapatkan saat ini.

Begitu juga dengan adat ketika seorang murid mengoreksikan tulisannya kepada sang guru, maka murid tadi membawakan tempat tinta yang dipakai oleh guru untuk mengoreksi tulisannya. Demikian pula ketika Sultan Ahmad III mengoreksikan tulisannya kepada al-Hafidz Usman, Sultan membawakan tempat tinta tersebut dan dengan penuh ketundukan sebagai seorang murid. Pada kesempatan tersebut, sang Sultan yang sangat kagum dengan gurunya tersebut berkata: “Aku mengira tidak akan ada lagi ‘Hafidz Usman lain’ akan lahir dan bisa menulis seindah ini”. Hafidz Usman pun menjawab: “Jika ada seorang Sultan seperti Anda, yang mau membawakan tempat tinta untuk gurunya, maka saya yakin akan datang banyak al-Hafidz Usman lain setelahku”. Percakapan keduanya bukanlah basa-basi. Namun mengajarkan arti yang dalam, tentang ketulusan dalam belajar, meskipun dia seorang Sultan, dan sifat rendah hati yang dicontohkan oleh seorang guru besar, al-Hafidz Usman. [muhd nur/ hamidionline]

credit: http://borae.ibda3.org/t205-topic

The post Al-Hafidz Usman; Teladan Dalam Kegigihan Belajar appeared first on Hamidionline.

]]>
http://hamidionline.net/teladan-hafidz-usman/feed/ 0 4364
Al-Khattath Al-Hafidz Usman (1642-1698 M) http://hamidionline.net/al-hafidz-usman/ http://hamidionline.net/al-hafidz-usman/#respond Thu, 25 Jan 2018 11:00:49 +0000 http://hamidionline.net/?p=4343 Update post by muhd nur Hamidionline - Ahaly Hamidy Online.

Tokoh kita kali ini adalah Usman bin Ali Afandi. Seorang mu’adzin di Masjid Haseki yang terletak di daerah Fatih, Istanbul Turki. Hafal al-Qur’an sejak kecil. Karena itulah beliau diberi gelar al Hafidz. Al-Hafidz Usman lahir di Konstantinopel (Istanbul) pada tahun 1642 M. Tumbuh dan menghabiskan masa remajanya di tanah kelahirannya, Istanbul, Ibu kota Khilafah Islamiyah […]

The post Al-Khattath Al-Hafidz Usman (1642-1698 M) appeared first on Hamidionline.

]]>
Update post by muhd nur Hamidionline - Ahaly Hamidy Online.

Tokoh kita kali ini adalah Usman bin Ali Afandi. Seorang mu’adzin di Masjid Haseki yang terletak di daerah Fatih, Istanbul Turki. Hafal al-Qur’an sejak kecil. Karena itulah beliau diberi gelar al Hafidz. Al-Hafidz Usman lahir di Konstantinopel (Istanbul) pada tahun 1642 M. Tumbuh dan menghabiskan masa remajanya di tanah kelahirannya, Istanbul, Ibu kota Khilafah Islamiyah dan ibukota para Ulama pada waktu itu.

Pada mulanya al-Hafidz Usman lebih cenderung mendalami ilmu fikih, sastra serta ilmu keagamaan lainnya. Karena itulah, beliau dekat dengan banyak ulama dan pemuka agama, di mana mayoritas dari para ulama tersebut juga seorang kaligrafer. Dari kedekatan beliau dengan para ulama ini pula, muncul dorongan yang kuat untuk belajar menulis dan mendalami seni kaligrafi.

Belajar Khot

Darwish Ali
Lauhah karya Darwisy Ali, guru dari al-Hafidz Usman. credit. www.mobda3.net

Al-Hafidz Usman mulai belajar khot pada seorang kaligrafer terkenal, Syaikh Darwisy Ali ar-Rumi (w. 1673). Berkat bimbingan sang guru dan kegigihannya, beliau berhasil menguasai dengan baik semua pelajaran dari gurunya, kemudian mengasah kemampuan menulisnya dengan meniru tulisan para kaligrafer-kaligrafer sebelumnya.

Pada saat itu, sang guru, Darwisy Ali telah memasuki usia lanjut. Karena sebab tersebut beliau berinisiatif untuk ‘mengirim’ al-Hafidz Usman kepada salah salah satu murid terbaiknya, Suyolcuzade Mustafa Eyyubi (w. 1685), untuk melanjutkan belajarnya. Di tangan gurunya yang terakhir ini, Hafidz Usman mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya, dan memperoleh ijazah dari sang guru pada usia 18 tahun.

Lauhah karya Suyolcuzade Mustafa Eyyubi

Al-Hafidz Usman dikenal memiliki kesabaran dan ketekunan yang tinggi serta ulet dalam berlatih. Hal inilah yang mengantarkan beliau mampu menguasai rahasia-rahasia menulis lebih dalam dan detail, bahkan mengungguli para gurunya. Tidak heran jika kemudian nama beliau segera dikenal banyak orang. Dengan akhlak dan adabnya yang tinggi pula beliau bisa diterima oleh banyak kalangan, baik masyarakat umum maupun keluarga Sultan. Demikian pula tulisannya yang dikenal indah menjadi incaran para kolektor kelas atas dan dijual dengan harga tinggi.

Al-Hafidz Usman telah diberi Allah swt anugerah yang jarang dimiliki oleh kaligrafer lainnya. Beliau berperan banyak dalam menyempurnaan huruf-huruf khot naskhi, sehingga mempunyai ciri khas tulisan tersendiri. Karena itu muncullah corak (madrasah) Hafidz Usman dalam khot naskhi, yang diikuti oleh para kaligrafer setelahnya, karena keindahan tulisannya yang belum pernah ada pada waktu itu.

Pada tahun 1694 M, al-Hafidz Usman dilantik sebagai guru kaligrafi bagi Sultan Musthafa Khan. Sang Sultan kemudian bahkan memberi kepercayaan kepadanya untuk menjadi Hakim di wilayah Diyar Bakr, karena melihatnya tepat dan bisa dipercaya.

Ta’dzim Kaligrafer Turki Kepada al-Hafidz Usman

Ta’dzim dan penghormatan para kaligrafer Turki kapada al-Hafidz Usman sangatlah besar, bahkan terkesan berlebihan. Mereka menganggap bahwa tidak ada lagi setelah Hafidz Usman yang mampun mencapai apa yang telah beliau capai dalam kaligrafi. Bahkan jika disebut nama al-Hafidz Usman, mereka berdiri untuk menghormati nama tersebut.

Menulis Mushaf

Al-Hafidz Usman telah menulis setidaknya 25 mushaf. Mushaf yang beliau tulis mempunyai kelebihan pada sisi keindahan huruf, keserasian susunan kalimat, kerapihan serta kemudahan dalam membaca. Tidak heran jika mushaf beliau telah ratusan kali dicetak di berbagai percetakan dan diedarkan di banyak negara Islam. Hingga saat ini, mushaf yang ditulis oleh al-Hafidz Usman masih termasuk mushaf paling indah yang pernah ditulis. Bahkan tidak sedikit orang yang kemudian memberikan istilah mushaf Hafidz Usman, terhadap mushaf yang memiliki huruf-huruf yang jelas, serta keindahan dalam susunan dan mudah dibaca.

Helyah Syarifah

Al-Hafidz Usman disebut-sebut sebagai orang pertama yang menulis Helyah Syarifah dengan bentuk yang saat ini kita kenal. Bahkan menjadi sebuah adat di kalangan kaligrafer saat ini, untuk menunjukkan kepiawaiannya dalam menulis sebuah jenis khot, mereka menulis Helyah Syarifah. Bahkan beberapa ijazah khot pun diberikan dalam bentuk menulis Helyah Syarifah.

Wafat Beliau

Al-Hafidz Usman layak masuk ke dalam barisan mujaddid khot seperti halnya Syaikh Hamdullah al-Amasi. Banyak yang belajar kepada Hafidz Usman dan memberi persaksian akan sifatnya yang lembut dan pemurah. Dalam keseharian beliau juga nampak aura seorang alim yang zuhud. Hingga pada tahun 1695 M beliau terkena penyakit lumpuh sebelah hingga meninggal beliau di Istanbul pada tahun 1698 M.

article credit: www.art.gov.sa
image credit: www.ward2u.com

al-hafidz usman al-hafidz usman al-hafidz usman al-hafidz usman al-hafidz usman al-hafidz usman

 

 

The post Al-Khattath Al-Hafidz Usman (1642-1698 M) appeared first on Hamidionline.

]]>
http://hamidionline.net/al-hafidz-usman/feed/ 0 4343
Indonesia Kembali Juara http://hamidionline.net/indonesia-kembali-juara/ http://hamidionline.net/indonesia-kembali-juara/#respond Mon, 22 Jan 2018 12:30:58 +0000 http://hamidionline.net/indonesia-kembali-juara/ Update post by muhd nur Hamidionline - Ahaly Hamidy Online.

Segenap keluarga besar Ahaly Hamidi mengucapkan selamat atas prestasi kaligrafer tanah air pada lomba Geleceğin Ustaları ke-5 yang diselenggarakannya oleh Zeytinburnu Kültür ve Sanat Merkezi Istanbul. Pada lomba tersebut Ustadz Teguh Prastio merebut posisi juara ke-3 pada kategori Jaly Tsulus, sementara Ustadz Syahriansyah Sirajuddin mendapatkan juara ke-2 kategori Tsulus. Selain kedua kaligrafer tanah air, juga […]

The post Indonesia Kembali Juara appeared first on Hamidionline.

]]>
Update post by muhd nur Hamidionline - Ahaly Hamidy Online.

Segenap keluarga besar Ahaly Hamidi mengucapkan selamat atas prestasi kaligrafer tanah air pada lomba Geleceğin Ustaları ke-5 yang diselenggarakannya oleh Zeytinburnu Kültür ve Sanat Merkezi Istanbul.

Pada lomba tersebut Ustadz Teguh Prastio merebut posisi juara ke-3 pada kategori Jaly Tsulus, sementara Ustadz Syahriansyah Sirajuddin mendapatkan juara ke-2 kategori Tsulus.

Selain kedua kaligrafer tanah air, juga ada dua kaligrafer dari Malaysia yang juga beruntung mendapatkan juara. Keduanya adalah Ustadz Abdul Baki Abu Bakar dan Ustadz Abdul Hadi, yang mendapatkan juara harapan.

Selain kategori Tsulus dan Jaly Tsulus lomba ini juga memasukkan Nasta’liq dan Jaly Ta’liq pada tiga jenis khot yang dilombakan. Pada kategori Jaly Ta’liq, Ustadz Salim Hamidi, putra dari Ustadz Belaid Hamidi berhasil menduduki juara kedua. Sebelumnya kaligrafer yang juga pengagum tim bola Arsenal ini berhasil meraih juara pertama di jenis khot yang sama pada lomba kaligrafi yang diselenggarakan oleh IRCICA. Selamat kepada para pemenang. [muhd nur/hamidionline]

Untuk melihat pengumuman tentang lomba ini lebih lengkap, silahkan berkunjung ke link berikut.

The post Indonesia Kembali Juara appeared first on Hamidionline.

]]>
http://hamidionline.net/indonesia-kembali-juara/feed/ 0 4325
IJIR (Institute For Javaness Islami Research) Adakan Workshop Seni Rupa Islam Tradisional http://hamidionline.net/ijir-institute-for-javaness-islami-research-adakan-workshop-seni-rupa-islam-tradisional/ http://hamidionline.net/ijir-institute-for-javaness-islami-research-adakan-workshop-seni-rupa-islam-tradisional/#respond Wed, 20 Dec 2017 01:16:37 +0000 http://hamidionline.net/ijir-institute-for-javaness-islami-research-adakan-workshop-seni-rupa-islam-tradisional/ Update post by muhd nur Hamidionline - Ahaly Hamidy Online.

Workshop seni rupa Islam tradisional yang diadakan oleh IJIR (Institute For Javaness Islami Research), salah satu lembaga penelitian dibawah naungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung dengan tema “mengenal dan membuat karya seni Zuhrufah/tadzhib” sukses digelar kemaren (16-17/12/2017). Workhshop yang digelar di gedung IAIN Tulung Agung ini mengadirkan pemateri dari Sekolah Kaligrafi Al-Qur’an (SAKAL) Jombang, […]

The post IJIR (Institute For Javaness Islami Research) Adakan Workshop Seni Rupa Islam Tradisional appeared first on Hamidionline.

]]>
Update post by muhd nur Hamidionline - Ahaly Hamidy Online.


Workshop seni rupa Islam tradisional yang diadakan oleh IJIR (Institute For Javaness Islami Research), salah satu lembaga penelitian dibawah naungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung dengan tema “mengenal dan membuat karya seni Zuhrufah/tadzhib” sukses digelar kemaren (16-17/12/2017).

Salah satu peserta workshop tengah menggoreskan kuasnya pada lembar latihan.

Workhshop yang digelar di gedung IAIN Tulung Agung ini mengadirkan pemateri dari Sekolah Kaligrafi Al-Qur’an (SAKAL) Jombang, Zainul Mujib; seorang illuminator dengan berbagai macam prestasi baik regional maupun Internasional. Sedangkan pesertanya sebagian besar mereka berasal dari Mahasiswa Universitas di Jawa Timur.

Dalam pelaksanaannya, Kegiatan ini di awali dengan tahap pengenalan secara umum tentang seni zuhrufah (ornament) dilanjut dengan penjelasan lebih rinci mengenai dasar, tujuan, dan pengertian dari zuhrufah itu sendiri. Kemudian pada tahap berikutnya, para peserta di ajak untuk memvisualkan dalam bentuk karya.

Sarjana lulusan IAIBAFA ini menyampaikan “Meskipun pada tahap ini bentuk pengaplikasian karya menggunakan zuhrufah corak Turki, tetapi tujuan utama kedepan adalah untuk mengangkat ragam hias dari nusantara. Karena sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa ragam hias corak nusantara jauh lebih beragam gaya dan motifnya, sesuai dengan ciri khas kedaerahan. Hanya saja sejauh ini bisa dikatan hanya sesidikit orang yang peduli akan peninggalan kebudayaan tersebut. Oleh karenanya bentuk kepedulian akan kebudayaan, tidak hanya berakhir pada acara workshop saat ini, akan tetapi kedepan akan dilakukan kajian-kajian yang lebih mendalam mengenai seni tersebut.

Adapun saat ditanya oleh tim Hamidi Online tentang harapan diadakannya kegiatan workshop ini, Mahbub Cholili sebagai ketua panitia menyampaikan besar harapan dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan kontribusi terhadap pelestarian dan perkembangan peninggalan seni budaya nusantara. Karena salah satu ciri bangsa yang besar itu tidak pernah melupakan khazanah kebudayaanya”.

Kegiatan workshop ini memang baru kali pertama diadakan di IAIN Tulung Agung, namun mereka terus mendedikasikan dan mengembangkan ilmu seni yang mulia ini melalui komunitas seni Islam ditempatnya masing-masing. Kedepan masyarakat dapat mencintai dan menghargai warisan kebudayaan Indonesia ini, khususnya para mahasiswa sebagai agent of change. Semoga.

The post IJIR (Institute For Javaness Islami Research) Adakan Workshop Seni Rupa Islam Tradisional appeared first on Hamidionline.

]]>
http://hamidionline.net/ijir-institute-for-javaness-islami-research-adakan-workshop-seni-rupa-islam-tradisional/feed/ 0 4037
Marasim Ijazah Ahaly Hamidy Malang http://hamidionline.net/marasim-ijazah-ahaly-hamidy-malang/ http://hamidionline.net/marasim-ijazah-ahaly-hamidy-malang/#respond Wed, 29 Nov 2017 03:10:05 +0000 http://hamidionline.net/marasim-ijazah-ahaly-hamidy-malang/ Update post by muhd nur Hamidionline - Ahaly Hamidy Online.

Malang, (Selasa, 21/11/2017) geliat perkembangan kaligrafi dengan manhaj hamidi kembali ditunjukkan di kota pendidikan ini. Berawal dari diadakannya peresmian organisasi BSO (Badan Semi Otonom) bidang kaligrafi yang dinaungi oleh jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Organisasi ini didirikan sebagai wadah bagi mahasiswa jurusan PBA yang ingin belajar dan mendalami kaligrafi dengan […]

The post Marasim Ijazah Ahaly Hamidy Malang appeared first on Hamidionline.

]]>
Update post by muhd nur Hamidionline - Ahaly Hamidy Online.

Malang, (Selasa, 21/11/2017) geliat perkembangan kaligrafi dengan manhaj hamidi kembali ditunjukkan di kota pendidikan ini. Berawal dari diadakannya peresmian organisasi BSO (Badan Semi Otonom) bidang kaligrafi yang dinaungi oleh jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Organisasi ini didirikan sebagai wadah bagi mahasiswa jurusan PBA yang ingin belajar dan mendalami kaligrafi dengan menggunakan metode Taqlidy manhaj Hamidi. Tentunya pembelajaran ini membutuhkan tenaga pengajar yang berlisensi, sehingga dari pihak jurusan memutuskan untuk bekerja sama dengan para pengajar dari Ahaly Hamidy Malang.

Peresmian organisasi ini ditandai dengan prosesi Marasim Ijazah, sebagai pengenalan kepada para mahasiswa bahwa dalam belajar kaligrafi juga terdapat lisensi yang diberikan oleh seorang guru kepada muridnya untuk menyalurkan dan mengajarkan ilmunya kepada orang lain, serta pembolehan untuk membubuhkan tanda tangan dalam setiap karyanya. Peresmian diawali dengan sambutan dari Syech Belaid Hamidi lewat rekaman video berdurasi sekitar dua menit. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah salah satu langkah yang baik dalam rangka menyebarkan metode Taqlidi dan membangkitkan kehidupan khat di Indonesia. Penyebaran khat di Indonesia saat ini sebagian besar dipelopori oleh dua lembaga besar, yakni Pondok Pesantren Darussalam Gontor dan Sekolah Kaligrafi Al-qur’an (SAKAL) yang kemudian membentuk serta menelurkan generasi khottot baru sehingga tersebarlah metode ini ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk juga kota Malang. Saat ini Ahaly Hamidi Malang di bawah kepemimpinan ustadzah Rini Yulia Maulidah mempunyai setidaknya 7 orang kaligrafer yang telah berijazah dalam jenis khat tertentu, diantaranya :

1. Abdul Hayyi Mustofa
Salah satu mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan murid dari ustadzah Rini Yulia Maulidah. Memulai pembelajaran khat pada tahun 2015, hingga mendapatkan ijazah pada tahun 2016. Mempunyai murid sekitar 15 orang talaqqi dan 1 orang murid online. Pernah menjadi juara harapan 2 pada perlombaan khat Riq’ah tahun 2017 di Surabaya.

2. Fitria Dewi Masyitoh
Mahasiswi asal Tuban yang sedang duduk di bangku semester 7 UIN Maliki ini memulai pembelajaran khatnya pada tanggal 27 Juni 2015 hingga 19 Agustus 2017. Mengajar khat di beberapa pondok pesantren di kota Malang dan Batu, serta mengajar di fakultas humaniora UIN Maliki Malang.

3. Multazam
Mahasiswa UIN Maliki asal Sulawesi Tengah memulai debut kaligrafinya dengan metode Taqlidy ini pada tahun 2015 – hingga memperoleh ijazah khat Riq’ah pada tahun 2017. Mengajar di salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di Mahad UIN Maliki Malang, dengan jumlah murid 25 orang.

4. Fajar Al – Hadi Mughni
Mahasiswa kelahiran Padang ini memulai pembelajarannya pada ustadzah Rini Yulia Maulidah di tahun 2015 hingga mendapat ijazah khat Riq’ah pada tahun 2017. Mengajar khat pada organisasi yang sama dengan saudara Multazam.

5. Siti Baidatus Sholihah
Mahasiswi yang sedang mengenyam pendidikan Pascasarjana di UIN Maliki ini memulai perjalanan karirnya pada tahu. 2014 hingga mendapatkan ijazah khat Riq’ah pada tahun 2017. Murid dari ustadz Yasir Amrullah. Saat ini mendedikasikan ilmunya di Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikam dan memiliki murid online sebanyak tiga orang.

6. Isna Rofi’atul Ilmi
Mahasiswi asal kota Jombang ini merupakan murid dari ustadz Choirul Anas. Mempelajari khat Riq’ah dalam jangka waktu sekitar 2 tahun dimulai pada tahun 2015. Mahasiswi jurusan Seni Rupa di Universitas Negeri Malang ini mempunyai murid sekitar 25 orang.

7. Habibuddeen
Berbeda dengan anggota lainnya yang berkebangsaan Indonesia. Habib adalah salahsatu anggota yang berasal dari Thailand. Datang ke Indonesia dalam rangka studi di salah satu Universitas Negeri di kota Malang. Murid dari ustadz Aiman ini memulai pembelajaran khat pada tanggal 17 Juli 2017 s/d 22 Agustus 2017. Saat ini sedang melanjutkan khat Diwani pada ustadzah Rini Yulia Maulidah.

8. Rini Yulia Maulidah
Mahasiswi yang berasal dari kota Sidoarjo ini adalah pengajar utama di Ahaly Hamidi Malang yang mengantongi berbagai macam prestasi, diantaranya adalah telah mengantongi ijazah 3 jenis khat, pernah mengikuti pameran kaligrafi tingkat internasional di Sharjah, juara pertama pada lomba khat Riq’ah tingkat Nasional di Surabaya, dan juara 3 lomba khat Riq’ah se-ASEAN di Jombang tahun 2017. Beliau adalah murid dari ustadz Feri Budiantoro.

Setelah kegiatan Marasim berlangsung, respon positif ditunjukkan dari berbagai macam elemen, mulai dari petinggi jurusan, mahasiswa dari jurusan Pendidikan Bahasa Arab sendiri, bahkan dari luar jurusan sekalipun. Dibuktikan dengan semakin bertambahnya anggota Ahaly Hamidi Malang yang mengikuti kegiatan latihan rutin pada hari-hari berikutnya.

Diharapkan dengan adanya kegiatan Marasim Ijazah khat ini, semakin dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab kepada orang-orang, terutama pribadi- pribadi muslim akan pentingnya menjaga budaya dan kesenian Islam yang luhur ini. [Abdul Hayyi/ AH Malang]

The post Marasim Ijazah Ahaly Hamidy Malang appeared first on Hamidionline.

]]>
http://hamidionline.net/marasim-ijazah-ahaly-hamidy-malang/feed/ 0 4022
Sosialisasi Manhaj Hamidi di Pameran Internasional. http://hamidionline.net/sosialisasi-manhaj-hamidi-di-pameran-internasional/ http://hamidionline.net/sosialisasi-manhaj-hamidi-di-pameran-internasional/#respond Tue, 28 Nov 2017 01:12:34 +0000 http://hamidionline.net/sosialisasi-manhaj-hamidi-di-pameran-internasional/ Update post by muhd nur Hamidionline - Ahaly Hamidy Online.

Internasional Islamic education Expo (IIEE) merupakan salah satu rangkaian acara yang diselenggarakan oleh kementerian Agarama Republik Indonesia. Acara ini dilaksanakan di Indonesian Convention Exibition (ICE) yang terletak di BSD Tangerang Selatan Banten. Berbagai potensi dari perguruan tinggi baik swasta maupun Negeri (domestik dan internasional) dimaperkan pada acara tersebut, sejak tanggal 21-24 Nopember 2017. Mulai dari […]

The post Sosialisasi Manhaj Hamidi di Pameran Internasional. appeared first on Hamidionline.

]]>
Update post by muhd nur Hamidionline - Ahaly Hamidy Online.

Internasional Islamic education Expo (IIEE) merupakan salah satu rangkaian acara yang diselenggarakan oleh kementerian Agarama Republik Indonesia. Acara ini dilaksanakan di Indonesian Convention Exibition (ICE) yang terletak di BSD Tangerang Selatan Banten. Berbagai potensi dari perguruan tinggi baik swasta maupun Negeri (domestik dan internasional) dimaperkan pada acara tersebut, sejak tanggal 21-24 Nopember 2017. Mulai dari hasil kerajinan, penemuan-penemuan, hasil riset, dokumen sejarah, dan berbagai informasi menarik lainnya terkait dengan program beasiswa baik Strata 1, program pasca dan Doktoral.

Tema yang di unggah pada kesempatan pameran ini adalah Indonesian Islamic education for global peace, tentunya memiliki kaitan erat dengan pendidikan di Indonesia.

Pada acara tersebut juga, institute of Culture and Islamic Studiemeskipun dibawah naungan Unit Pengembangan Bahasa IAIN Jember diberikan kesempatan untuk memamerkan berbagai hasil karya Kaligrafi di acara pameran internasional. Tidak hanya itu, proses sosialisasi manhaj Hamidi juga tidak ketinggalan untuk dikenalkan kepada khalayak pengunjung yang mampir di stand IAIN Jember. Hal tersebut merupakan sebuah apresiasi dari Rektor IAIN Jember karena proses pendidikan yang dilakukan oleh rekan rekan mahasiswa dengan sistem sanadnya seirama dengan misi kampus sebagai pusat kajian Islam Nusantara.

Berbagai karya kaligrafi mulai dari jenis Riq’ah, Diwani dan Maghiribi memenuhi sudut stand. Keindahan tulisannya mampu menyedot perhatian sebagian besar pengunjung yang tertarik untuk melihat dan bertanya tentang karya yang dihasilkan. Bahkan terdapat dosen dari negara Maroko tidak ketinggalan untuk mengunjungi stand IAIN Jember. Mereka sangat senang dan bahagia karena Kaligrafi dengan jenis maghiribi sebagai tulisan negaranya terdapat di stand untuk di pamerkan.

“Kami sangat senang dan merasa terhormat, karena Kaligrafi dengan jenis maghiribi kalian tulis dengan begitu cantik dan indah. Di negara kami, jenis tulisan tersebut kami gunakan untuk menulis kitab suci Al-Qur’an dengan riwayat Warsy” tutur Dr. Hamid Salimi, dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang berasal dari negara Maroko.

Karena bahagianya, dosen tersebut memberikan hadiah kepada kami berupa ijazah bacaan surat Al-fatihah dengan riwayat Wars’ dan Hafs. Serta mereka tidak segan segan untuk memberikan tawaran beasiswa pendidikan Magister dinegara Maroko jika kami ingin meneruskan pendidikan disana.

Semoga, dengan sosialisasi manhaj ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan di negara Indonesia, khususnya pendidikan kaligrafi Al-Qur’an.

The post Sosialisasi Manhaj Hamidi di Pameran Internasional. appeared first on Hamidionline.

]]>
http://hamidionline.net/sosialisasi-manhaj-hamidi-di-pameran-internasional/feed/ 0 4017